Di suatu hari, ada seorang anak yang bernama Acil. Ia sangat pintar dalam pelajaran apapun.
Ketika ibu guru memberikan soal matematika kepada semua murid, Acil paling cepat mengerjakan soal matematika karena, dari kecil ia di ajarkan pelajaran matematika. "Bu, saya sudah selesai 10 soal itu!" Acil teriak dan, ia pun mau untuk di nilai, apalagi soal ujian maupun ulangan dia seringkali mendapat nilai A.
Sesampainya dirumah ia pun mempelajari kembali halaman selanjutnya, "Acil, mama minta tolong belikan sayuran sama adik ya!" mama Acil meminta tolong dengan ia dan adiknya yang bernama Ali. "Iya, bu aku akan segera dengan Ali!" jawab Acil. Di tengah perjalanan Acil bertemu dengan teman-temannya, "Acil kamu mau kemana?" tanya teman Acil ''aku mau pergi kepasar dulu!" bilang Acil. Setelah sampai di pasar Acil membeli beberapa buah dan sayuran.
Karena dirinya menyukai buah-buahan. Lalu adik Acil minta dibelikan mainan yang dia sukai, "Kak, aku mau beli mainan lagi, boleh nggak?" tanya Ali "boleh saja dik" jawab Acil. Sepulang dari pasar, teman Acil masih saja menunggu di depan pintu pasar. "Kalian ngapain disini?'' tanya Acil "eeee..... kita menunggu kamu disini untuk belajar denganmu cil" jawab teman-teman Acil "Oke, baiklah, ayo ikut aku" Acil membolehkan teman-temannya untuk ikut.
Lalu mereka semakin belajar dengan giat dirumah Acil. "Acil, ini buku apa?" tanya salahsatu temannya yang bernama Tara "oh.., itu buku fisika dan biologi" jawab Acil. ''Apa kamu bisa mengerjakan soal fisika dan biologi?" tanya lagi "tentu bisa!" jawab Acil. Setelah empat jam belajar mereka pun beristirahat selama dua jam. Acil hanya beristihat satu jam, Acil membuatkan soal matematika kepada teman-temannya. Selain itu Acil juga pandai berbahasa Inggris, ia bahasa Inggrisnya sangat lancar.
lalu setelah sekian lama belajar, akhirnya Acil membolehkan teman-temannya untuk pulang kerumah.
Saatnya Acil untuk membereskan mejabelajar yang sangat lebar dan panjang. Akhirnya Acil tertidur di lantai beserta dengan karpetnya. "Ya ampun Acil, sudah tertidur di lantai aja, anakku memang gitu ya." ibu pun sedikit protes. Esok harinya, "kring...kring...kring..." alarm Acil berbunyi, Acil pun terbangun dengan kaget. setelah itu ia turun untuk sarapan pagi dan berolahraga.
Ali dengan buru-burunya sampai memanggil kakaknya yang sedang berganti baju. "kakakk........ ayo cepat kak aku nggak sabar nih!" teriak Ali "Iya... sabar kakak mau keluar". Lalu teman teman Acil juga ikut berolahraga bermanya serta dengan keluarganya.
"Seruya olahraga bersama satu sekolah gini" seru Acil "iya nih, seru makin banyak makin seru" Tara juga ikut berseru.
Rabu, 03 Juli 2019
Selasa, 02 Juli 2019
Asal Usul Kota Surabaya ( INDONESIA JAWA TIMUR)
Alkisah pada zaman dulu kala, ditempat yang sekarang menjadi Kota Surabaya, hiduplah dua hewan yang saling bermusuhan. Kedua hewan itu adalah Sura si ikan hiu, dan Baya di buaya. Mereka bisa berkelahi sampai berhari-hari hanya untuk memperebutkan mangsa. Hingga suatu hari Sura si ikan hiu merasa sangat jenuh dengan perkelahiannya dengan si Baya. Ia pun merasa tak enak hati kepada hewan lain yang pasti selalu ternggangu oleh perkelahiannya itu.
Maka terbitlah idenya untuk hidup berdampingan dengan damai bersama Baya. " Baya, kamu bosan nggak dengan perkelahian kita ini? Kalau aku , aku sudah sangat lelah dan bosan," Sura menggutarakan perasaannya kepada Baya. "Sebenarnya aku pun merasa begitu, Sura. Aku juga tak suka terus berkelahi." Si Baya ternyata memiliki perasan sama seperti Sura. "Nah, bagaimana jika kita berdamai saja, Baya? Aku punya ide yang bagus agar kita bisa berdamai." kata si Sura.
" Oh, ya? ide apa itu, Sura?" Baya bertanya dengan penuh minat. " Aku mengusulkan kita menentukan batas wilayah kita masing-masing untuk mencari mangsa. Aku menguasai daerah laut, sedangkan kamu wilayak daratan. Kita tidak boleh mencari mangsa yang bukan wilayah kita." "Hmm, ide yang bagus. Kamu berjanji kalau kamu benar-benar akan menaati peraturan ini, kan? Aku pasti akan menaati." Baya menaggapi usulan Sura.
"Tentu saja, Baya. Bukankah aku yang menguratakan ide ini, sudah pasti aku juga akan menaatinya," tegas Sura. Mulai saat itu, Sura dan Baya benar - benar menaati peraturan yang sudah mereka sepakati bersama. Selama beberapa waktu, mereka hidup damai. Tidak pernah terjadi perkelahian lagi. Baya asyik mencari mangsa di daerah daratan, sedangkan Sura di laut. Hewan - hewan lain dim-diam juga merasa bahagia dengan pekelahian ini.
Daratan dan lautan sungguh terasa nyaman dan tenang. Sampai sutau hari, Sura mulai tergoda untuk berburu mangsa di sungai yang sebenarnya barada di wilayah daratan. Sura bosan dengan mangsa di lautan. Ia ingin mencicipi ikan air tawar. Ia pun menyelinap ke sungai dan mencari mangsa di sana. Awalnya, aksinya itu tidak diketahiu oleh Si Baya. Karena merasa aman, ia makin sering pergi kesungai hingga akhirnya tertangkap basah oleh si Baya.
"Hai Sura, apa yang kau lakuakan disini? ini kan wilayah kekuasaanku. Mengapa kamu mencari mangsamu disini ? Kamu sudah melnggar peraturan yang kamu buat sendiri!" Baya menggeram marah melihat keberadaan Sura. "Baya, kamu salah, aku kan berburu di dalam sungai, yang berarti air. Aku tidak berburu di daratan tempat tinggalmu itu," Sura mengelak. "Tapi, ini wilayahku, sungaikan ada di daratan! Kamu tidak berhak disini.
Bukankah kamu kamu sendiri yang mengatakan kalau wilayahmu hanya di lautan?" Baya makin geram mendengar pembelaan Sura. "Tapi, sungai dan lautankan berhubungan," Sura tetap bertahan dengan pendapatnya. "Jadi, kamu menantang aku, ya?" Baya makin naik pitam.
"Ayo, aku ladeni kamu! Aku tidak takut. kali ini pemenang nya dapat berburu dimana pun ia mau. Tak ada batasan !" Sura mulai terpancing emosinya.
Merekapun kembali berdue dengan sengit. Pertarungan kali ini sangat penting karena pemenangnya akan mendapatkan wilayah yang berburu paling luas. Tanpa kenal lelah, masing-masing terus mendesak lawannya,mengeluarkan jurus duel paling hebat. Sampai akhirnya, Sura berhasil menggigit putus ekor Baya. Air sungaipun menjadi merah darah. Dengan luka parah, Baya tetap berusaha menyerang. Ia pun berhasil menggigit ekor Sura sampai hampir putus.
Sura berteriak kesakitan dan melarikan diri kelautan lepas. Baya merasa sangat puas, sekarang ia bebas berburu ke lautan. Untuk menang beduel Sura dan Baya, penduduk sekitar menamakan lokasi pertempuran itu 'Surabaya.' Bahkan, ikan hiu dan buaya dijadikan lambang Kota Surabaya sampai saat ini.
Fakta Kota Surabaya:
(. Surabaya merupakan ibukota Provinsi Jawa Timur. Juga menjadi salah satu kota besar di Indonesia.
. Kota Surabaya juga mendapat julukan Kota Pahlawan kerena banyak peristiwa bersejarah di Kota ini.
. Pendapat lain mengatakan nama Kota Surabaya berasal dari kata "selamat dari bahaya" yang disingkat menjasi Surabaya. Sementara itu, simbol ikan hiu dan buaya menggambarkan sikap heroik pasukan Majapahit yang dipimpin oleh Raja Raden Wijaya saat melawan pasukan Mongol.)
" Oh, ya? ide apa itu, Sura?" Baya bertanya dengan penuh minat. " Aku mengusulkan kita menentukan batas wilayah kita masing-masing untuk mencari mangsa. Aku menguasai daerah laut, sedangkan kamu wilayak daratan. Kita tidak boleh mencari mangsa yang bukan wilayah kita." "Hmm, ide yang bagus. Kamu berjanji kalau kamu benar-benar akan menaati peraturan ini, kan? Aku pasti akan menaati." Baya menaggapi usulan Sura.
"Tentu saja, Baya. Bukankah aku yang menguratakan ide ini, sudah pasti aku juga akan menaatinya," tegas Sura. Mulai saat itu, Sura dan Baya benar - benar menaati peraturan yang sudah mereka sepakati bersama. Selama beberapa waktu, mereka hidup damai. Tidak pernah terjadi perkelahian lagi. Baya asyik mencari mangsa di daerah daratan, sedangkan Sura di laut. Hewan - hewan lain dim-diam juga merasa bahagia dengan pekelahian ini.
Daratan dan lautan sungguh terasa nyaman dan tenang. Sampai sutau hari, Sura mulai tergoda untuk berburu mangsa di sungai yang sebenarnya barada di wilayah daratan. Sura bosan dengan mangsa di lautan. Ia ingin mencicipi ikan air tawar. Ia pun menyelinap ke sungai dan mencari mangsa di sana. Awalnya, aksinya itu tidak diketahiu oleh Si Baya. Karena merasa aman, ia makin sering pergi kesungai hingga akhirnya tertangkap basah oleh si Baya.
"Hai Sura, apa yang kau lakuakan disini? ini kan wilayah kekuasaanku. Mengapa kamu mencari mangsamu disini ? Kamu sudah melnggar peraturan yang kamu buat sendiri!" Baya menggeram marah melihat keberadaan Sura. "Baya, kamu salah, aku kan berburu di dalam sungai, yang berarti air. Aku tidak berburu di daratan tempat tinggalmu itu," Sura mengelak. "Tapi, ini wilayahku, sungaikan ada di daratan! Kamu tidak berhak disini.
Bukankah kamu kamu sendiri yang mengatakan kalau wilayahmu hanya di lautan?" Baya makin geram mendengar pembelaan Sura. "Tapi, sungai dan lautankan berhubungan," Sura tetap bertahan dengan pendapatnya. "Jadi, kamu menantang aku, ya?" Baya makin naik pitam.
"Ayo, aku ladeni kamu! Aku tidak takut. kali ini pemenang nya dapat berburu dimana pun ia mau. Tak ada batasan !" Sura mulai terpancing emosinya.
Merekapun kembali berdue dengan sengit. Pertarungan kali ini sangat penting karena pemenangnya akan mendapatkan wilayah yang berburu paling luas. Tanpa kenal lelah, masing-masing terus mendesak lawannya,mengeluarkan jurus duel paling hebat. Sampai akhirnya, Sura berhasil menggigit putus ekor Baya. Air sungaipun menjadi merah darah. Dengan luka parah, Baya tetap berusaha menyerang. Ia pun berhasil menggigit ekor Sura sampai hampir putus.
Sura berteriak kesakitan dan melarikan diri kelautan lepas. Baya merasa sangat puas, sekarang ia bebas berburu ke lautan. Untuk menang beduel Sura dan Baya, penduduk sekitar menamakan lokasi pertempuran itu 'Surabaya.' Bahkan, ikan hiu dan buaya dijadikan lambang Kota Surabaya sampai saat ini.
Fakta Kota Surabaya:
(. Surabaya merupakan ibukota Provinsi Jawa Timur. Juga menjadi salah satu kota besar di Indonesia.
. Kota Surabaya juga mendapat julukan Kota Pahlawan kerena banyak peristiwa bersejarah di Kota ini.
. Pendapat lain mengatakan nama Kota Surabaya berasal dari kata "selamat dari bahaya" yang disingkat menjasi Surabaya. Sementara itu, simbol ikan hiu dan buaya menggambarkan sikap heroik pasukan Majapahit yang dipimpin oleh Raja Raden Wijaya saat melawan pasukan Mongol.)
Sabtu, 30 Maret 2019
Merak Yang Tidak Bisa Terbang
Sang Merak sedang belajar kemampuan terbang bersama dengan Sang Elang. Sang Elang akan terang dahulu untuk memperagakan cara untuk mengembang mengunakan sayap. Merakpun igin terbang di ketinggian dan dia telag mencobanya beberapa kali, akan tetapi Sang merak slalu terbang tanpa arah dan sangat rendah.
Sang merak sangat cemas. Sang Elang melihat cara Sang Merak terbang lalu berkata:"Kamu lihat saat aku terbang, hanya sayapku yang dikeluarkan, lainnya semua terkuncierat ditubuhku. Jika kamu belum mencapai ketinggian yang cukup dan di tengah penerbangan langsung mengeluarkan ekormu. Bagaimana bisa kamu terbang dengan tinggi?
Sang Merak berkata:"Aku belajar terbang karena aku ingin mengeluarkan ekorku yang cantik saat di ketinggian. kalo tidak begini buat apa aku belajar terbag kalo tidak ada gunanya?" Sang Elang pun berkata:"Kalau kamu selalu berpikiran seperti itu, kamu tidak akan pernah bisa terbang dengan tinggi."
Setelah berbicara, Sang Elang pun terbang tinggi ke langit. Orang-orang yang dibawah pun kagum memuji Sang Elang: " Lihat, betapa kuat dan hebatnya!''
Sang Merak mendengar itu dan menjadi iri hati dan tidak yakin kata-kata Sang Elang, lalu dia pun terbang dan dian ingin memamerkan ekornya. Saat dia membuka ekornya Sang Merak pun jatuh kebawah. Dan ia ditertawakan oleh seluruh hewan disekitar situ.
Sang merak sangat cemas. Sang Elang melihat cara Sang Merak terbang lalu berkata:"Kamu lihat saat aku terbang, hanya sayapku yang dikeluarkan, lainnya semua terkuncierat ditubuhku. Jika kamu belum mencapai ketinggian yang cukup dan di tengah penerbangan langsung mengeluarkan ekormu. Bagaimana bisa kamu terbang dengan tinggi?
Sang Merak berkata:"Aku belajar terbang karena aku ingin mengeluarkan ekorku yang cantik saat di ketinggian. kalo tidak begini buat apa aku belajar terbag kalo tidak ada gunanya?" Sang Elang pun berkata:"Kalau kamu selalu berpikiran seperti itu, kamu tidak akan pernah bisa terbang dengan tinggi."
Setelah berbicara, Sang Elang pun terbang tinggi ke langit. Orang-orang yang dibawah pun kagum memuji Sang Elang: " Lihat, betapa kuat dan hebatnya!''
Sang Merak mendengar itu dan menjadi iri hati dan tidak yakin kata-kata Sang Elang, lalu dia pun terbang dan dian ingin memamerkan ekornya. Saat dia membuka ekornya Sang Merak pun jatuh kebawah. Dan ia ditertawakan oleh seluruh hewan disekitar situ.
Selasa, 26 Maret 2019
Pak Ha San dan Seekor serigala
Seekor serigala yang terluka oleh pemburu bertemu dengan Tuan Ha San disebuah persimpangan jalan. Serigala itu berkata dengan memelas kasih: "Sekarang aku hampair mati, tetapi jika kamu bisa menyelamatkan nyawa ku, aku pasti membalas kebaikanmu."
Tuan Ha San pun mengosongkan sebuah kantong untuk memasukan sang Serigala
kedalamnya. Sang Serigala melekungkan tubuhnya, sampai pelanya dibawah
dan ekornya diatas, Tuan Ha San pun mengikat keempat kakinya erat-erat. Tuan Ha San pun
memasukan Sang Serigala ke dalam kantongnya dan mulai jalan ke arah utara.
Tidak lama kemudian, Seorang Pemburu mendatangi Tuan Ha San
dan menanyakan apakah dia melihat seekor seriagala yang terluka.
Tuan Ha San pun menjawab:
"Di bawah gunung ada sebuah persimpangan jalan, sepertinya aku
melihat seekor serigala jalan disekitar situ." Sang Pemburu mendengar
berita ini lalu pergi. Setelah Si Pemburu pergi berjalan, Sang Seriala berbicara di dalam
kantong: "Terimakasih banyak, Tuan kau telah menyelamatkan saya. Bisakah
kau keluarkan aku, biarkan aku bisa membalas budimu!"
Tetapi setelah Sang Serigala dilepaskan dari kantongnya dia langsung berbicara:
"Barusan kau sudah menyelamatkan nyawaku, tetapi sekarang
aku sangat kelaparan, bagaimana jika kau memberikan tubuhmu untuk aku makan
untuk menyelamatkan jiwaku?" setelah berbicara ini Sang
Serigalapun melompat kepada Tuan Ha San.
Tuan Ha San buru-buru menghindari, tetapi keledai berdiri diantaranya Tuannya
dan Sang Serigala. Tuan Ha San terus mundur ketakutan
akan sang serigala, kemudian dia berkata: "Jika ada tiga orang tua
yang bilang kau boleh memakan aku, aku akan membiarkanmu
memakanku."
Sang Serigala mendengar itu pun setuju dan senang. Tetapi di depan tidak ada
pejalan kaki, lalu Sang Serigala menyuruh Tuan Ha San
bertanya kepada pohon apricot. Pohon apricot tua itu berkata: "Orang menanm
aku hanya untuk memakan buahku, menjual buahku, sampai
aku tua pun mereka mau memotong aku untuk dijual.
Lalu mengapa Sang Serigala tidak bole memakan kamu? Sang Serigala
mendengarnya sangat bangga. Tidak jauh dari pohon
ada seekor sapi, lalu sang serigala menyuruh Tuan Ha San bertanya kepada
sapi itu. Sapi itu berkata: " Saat aku diberikan kepada seorang petani.
Dia memakai ku untuk menarik gerobak dan membajak lahan pertanian untuk memberi
makan seluruh keluarganya. Sekarang aku sudah tua, tapi dia tetap ingin membunuhku untuk
menjual daging dan sisa tubuhku demi uang. Lalu mengapa Sang Serigala
tidak boleh memakan kamu?'' Sang Serigala mendengar itu pun langsung sombong.
Tidak lama ada seorang Tua datang. Tuan Ha San pun berbicara dengan
dia untuk memohon untuk keadilan.
''Kedua sisi kalian ada benar nya, dan aku sediri pun tidak bisa mengambil keputusan.
Jika kamu mau, masuk saja kedalam kantong sekali lagi,
aku bisa mendengar penjelasan dan permulaan maslah ini. Dan jika Tuan Ha San terbukti
bersalah kau bisa memakannya sesuka hati mu.'' Sang serigala senang
saat mendengar bujukan orang tua itu, dan masuk kedalam kantong untuk kedua kalinya,
tetapi dia tidak memikirkan atau menduga apa yang akan terjadi. Sang serigala itu hanya
menunggu prdang Tuan Ha San dab orang tua itu.
dan ekornya diatas, Tuan Ha San pun mengikat keempat kakinya erat-erat. Tuan Ha San pun
memasukan Sang Serigala ke dalam kantongnya dan mulai jalan ke arah utara.
Tidak lama kemudian, Seorang Pemburu mendatangi Tuan Ha San
dan menanyakan apakah dia melihat seekor seriagala yang terluka.
Tuan Ha San pun menjawab:
"Di bawah gunung ada sebuah persimpangan jalan, sepertinya aku
melihat seekor serigala jalan disekitar situ." Sang Pemburu mendengar
berita ini lalu pergi. Setelah Si Pemburu pergi berjalan, Sang Seriala berbicara di dalam
kantong: "Terimakasih banyak, Tuan kau telah menyelamatkan saya. Bisakah
kau keluarkan aku, biarkan aku bisa membalas budimu!"
Tetapi setelah Sang Serigala dilepaskan dari kantongnya dia langsung berbicara:
"Barusan kau sudah menyelamatkan nyawaku, tetapi sekarang
aku sangat kelaparan, bagaimana jika kau memberikan tubuhmu untuk aku makan
untuk menyelamatkan jiwaku?" setelah berbicara ini Sang
Serigalapun melompat kepada Tuan Ha San.
Tuan Ha San buru-buru menghindari, tetapi keledai berdiri diantaranya Tuannya
dan Sang Serigala. Tuan Ha San terus mundur ketakutan
akan sang serigala, kemudian dia berkata: "Jika ada tiga orang tua
yang bilang kau boleh memakan aku, aku akan membiarkanmu
memakanku."
Sang Serigala mendengar itu pun setuju dan senang. Tetapi di depan tidak ada
pejalan kaki, lalu Sang Serigala menyuruh Tuan Ha San
bertanya kepada pohon apricot. Pohon apricot tua itu berkata: "Orang menanm
aku hanya untuk memakan buahku, menjual buahku, sampai
aku tua pun mereka mau memotong aku untuk dijual.
Lalu mengapa Sang Serigala tidak bole memakan kamu? Sang Serigala
mendengarnya sangat bangga. Tidak jauh dari pohon
ada seekor sapi, lalu sang serigala menyuruh Tuan Ha San bertanya kepada
sapi itu. Sapi itu berkata: " Saat aku diberikan kepada seorang petani.
Dia memakai ku untuk menarik gerobak dan membajak lahan pertanian untuk memberi
makan seluruh keluarganya. Sekarang aku sudah tua, tapi dia tetap ingin membunuhku untuk
menjual daging dan sisa tubuhku demi uang. Lalu mengapa Sang Serigala
tidak boleh memakan kamu?'' Sang Serigala mendengar itu pun langsung sombong.
Tidak lama ada seorang Tua datang. Tuan Ha San pun berbicara dengan
dia untuk memohon untuk keadilan.
''Kedua sisi kalian ada benar nya, dan aku sediri pun tidak bisa mengambil keputusan.
Jika kamu mau, masuk saja kedalam kantong sekali lagi,
aku bisa mendengar penjelasan dan permulaan maslah ini. Dan jika Tuan Ha San terbukti
bersalah kau bisa memakannya sesuka hati mu.'' Sang serigala senang
saat mendengar bujukan orang tua itu, dan masuk kedalam kantong untuk kedua kalinya,
tetapi dia tidak memikirkan atau menduga apa yang akan terjadi. Sang serigala itu hanya
menunggu prdang Tuan Ha San dab orang tua itu.
Senin, 10 Desember 2018
UNICRON
Pada suatu hari, ada seekor dua ekor unicron yang lucu. Keesokan harinya ia ayah Pinkle berencana pulang kedesanya. Lima hari kemudian ibu Staret melahirkan anak perempuan Pinkle memberi nama Pony Twinkle Barty nama nya adalah Barty. Lalu nenek dan kakek Barty melihat dan terkejut dengan cucunya yang sudah lahir. Staret dan Pinkle pun juga merasa sangat senang. Lalu setelah di bersihkan semuanya kembali kekamar mereka yang sudah dipakai, dan bayi Barty ditaruh didalam kerenjang yang sudah disiapkan dan ada nama:Pony Twinkle Barty, dan semuanya masih ada lagi. Setelah keesokan harinya nenek ingin mengendongnya.
Tiga tahun kemudian Barty sudah besar dan sudah bisa berjalan makan minum yang dia inginkan. Saat siang harinya mereka semua pergi dan mencari makan di luar desa dengan menggunakan mobil. Sesampai nya di tempat makan dan Barty di pesankan makanan yang khusus untuk dia. Semuanya juga memesan makanan yang mereka inginkan dan minuman yang juga mereka inginkan. Setelah makan .dan minumnya datang dan mereka mulai makan, dan Barty ingin bermain tetapi sayangnya tempat bermainnya harys menaiki tangga yang disediakan untuk berjalan. Tetapi ada meja dan kursi untuk makan.
"Ibu aku ingin bermain disana bu" Barty memberi tahu ibunya. Sesampainya di taman bermain Barty berlari dan menempati ayunan, sementara ibu mengayunkan Barty. "Ibu jangan mendorong ayunan terlalu kencang, nanti aku bisa jatuh bu" Barty mengasih tahu ibunya agar mengayunkannya tidak terlalu kencang, "tenang saja nak ibu tidak akan mengayunkanmu terlalu kencang dan ini hanya pelan." jawab ibu. Setelah selesai bermain Barty beristirahat dan menghabiskan makanan yang belum habis. Selesai menghabiskan makanan Barty dan sekeluarga menuju lokasi tempat khusus untuk bermain anak dengan keluarga.
Setelah sampai ditempat lokasi Barty turun dari mobil dan berlari kemana-mana. "Barty Barty tunggu nak nenek dan kakek harus menjagamu agar tidak hilang." kata nenek "iya nek aku akan menunggu" jawab Barty. Setelah selesai ayahnya memarkirkan mobilnya, mereka menuju tempat pembelian tiket. " Selamat siang pak ada yang bisa saya bantu?" tanya petugas "ini kalau mau masuk tiketnya berapaya!" tanya ayah Barty "kalau mau masuk tiket perorang adalah Rp 12.000 pak kalau boleh tahu ini ada berapaya ?" " ini ada 7 orang" jawab Pinkle "kalau 7 orang, total semuanya Rp 84.000 pak " petugas memberi tahu " ini mbak" "terimakasih dan silahkan masuk".
Lalu mereka masuk dan melihat keindahan di dalamnya. dan Barty pun ingin membeli makanan yang ia suka adalah popcron dan jagung manis. Barty ingin di belikan dan ayahpun membelikan. Ayahupn membelikan popcron 2 dan jagung manis 3 lalu mereka duduk dan makan, mereka mencari tempat yang teduh dan mereka makan dengan lahap dan juga nenek Barty ingin meminta jagung itu lalu Barty membolehkanya kakek Barty juga meminta makanan dari Barty yang baik hati dan sayang. Setelah selesai makan mereka bermain bersama Barty meminta untuk naik bianglala yang agak kecil. "Aku ingin naik bersama nenek, aku tidak mau sama ibu!" teriak Barty.
"Iya nak nenek akan naik bersama kamu cucuku" jawab nenek. Lalu mereka menaiki bianglala dan mendapatkan nomer urut 3, dan setelah itu mereka masuk dan duduk dan setelah agak menaik Barty tiriak dan bianglala itu pun semakin menaik. Setelah selesai menaiki bianglala mereka bermain dan menaiki apa yang Barty mau.
Jumat, 16 November 2018
PANTAI
Tempatmu penuh dengan pasir
Wisatawanmu sangat banyak
Aku sangat suka denganmu
Pantai yang indah
Tempatmu sejuk
Banyak orang membuang sampah sembarangan
Aku tidak seperti mereka
Lautmu menjadi bersih
Aku bangga pada mu
Kamu senang karena aku
Wisatawanmu sangat banyak
Aku sangat suka denganmu
Pantai yang indah
Tempatmu sejuk
Banyak orang membuang sampah sembarangan
Aku tidak seperti mereka
Lautmu menjadi bersih
Aku bangga pada mu
Kamu senang karena aku
DORA the EXPLORER PETUALANGAN DI NEGERI DONGENG
Suatu pagi yang indah, Dora dan Boots sedang membaca buku dongeng di dekat pintu gerbang Negeri Dongeng. Tiba-tiba mereka mendengar suara "Tolong!Tolong bantu kami!" Dora melompat. "Ooh! Suara itu seperti teman kita dari Negeri Dongeng!" "Kita harus menolong mereka!" kata Boots. Dora menyimpan buku diranselnya, lalu mereka berlari melewati gerbang ajaib Negeri Dongeng. Di Negeri Dongeng, Dora dan Boots berjalan di sepanjang jalan berbintang hingga mereka tiba di puncak bukit. Di puncak bukit sudah ada teman-teman dari Negeri Dongeng. Dora dan Boots melihat tujuh kurcaci, Gadis kecil Bekerudung Merah, dan Jack, dan pohon kacang.
Mereka berkumpul di sekeliling dinding berbatu, tempat tanaman pelangi ajaib tumbuh. Ketika mereka melihat Dora, mereka bersorak.
Mereka berkumpul di sekeliling dinding berbatu, tempat tanaman pelangi ajaib tumbuh. Ketika mereka melihat Dora, mereka bersorak.
"Dora! Kama bisa menolong kami!" kata salah satu kurcaci
"Menolong kalian?" tanya Dora
Gadis kecil berkerudung merah menunjukan tanaman pelangi ajaib. "Tanaman pelangi ajaib mengering. Tanpa ini, Negeri Dongeng akan kehilangan semua sihirnya!'' "Pasti ada cara untuk menolong tanaman pelangi ajaib!" kata Dora. Tidak lama kemudian, Raja dan Ratu Negeri Dongeng tiba. '' Tanaman pelangi ajaib membutuhkan air ajaib dari danau ajaib,'' kata Raja. ''Harus seseorang yang berani dan cerdik sepertimu untuk bisa sampai ke danau sebelum seluruh tanaman pelangi ajaib mengering. Maukah kamu membantu kami?''
Dora mengganguk, dan semua teman Negeri Dongeng bergambira! Ratu menggunakan sebagian sihir dari tanaman pelangi ajaib untuk mengubah baju Dora Boots. Kemudian Raja memberikan Dora sebuah kotak berisi perlengkapan sihir: sihir ajaib, kotak musik, cincin merah, dan kantong sinar matahar! Dora dan Boots berterimakasih kepada Raja dan Ratu, kemudian mereka meniggalkan Negeri Dongeng. Dora bertanya kepada Map jalan menuju Danau Berkilau. ''Berjalanlah melalui Pohon Berangin, lalu lewati Gua Raksasa, dan sebrangi kebun Bunga Naga, sampailah di Danau Bekilau,'' kata Map.
Dora dan Boots terus berjalan sampai mereka tiba dihutan. ''Kita berhasil mencapai Pohon Berangin'' seru Dora. Tiba-tiba, angin kencang bertiup melalui pepohonan. Teryata Serigala Jahat yang meniupkan angin! Serigala Jahat meniupkan angin kencang hingga menerbangkan mereka keatas pohon! Dora mencoba meraih Boots, tetapi ia terlalu jauh. ''Jika aku bisa memanjangkan rambutku, aku pasti bisa meraihmu!'' kata Dora. Ia mengeluarkan sisir rambut ajaib. Saat ia sisir, rambutnya memanjang sampai Boots dapat meraihnya. Kemudian Dora Menggunakan rambutnya untuk mengayunkan mereka ketempat aman.
Selanjutnya,Dora dan Boots berjalan menuju Gua Raksasa. Mereka melihat 5 pintu gua dan teman-teman Negeri Dongeng terperangkap di dalamnya! Akan tetapi, gua ini tidak terlalu besar. ''kenapa mereka menyebutnya Gua Raksasa?'' tanya Boots. Suara alangkah besar datang dari belakang mereka."Ini adalah gua milikku! Dan aku adalah Raksasa!" Raksasa itu punya angsa emas, dan ia pikir Dora dan Boots hendak mencurinya! Ia menagkap dan memasukkan mereka ke gua pertama. ''Menjauhlah dari angsaku!'' serunya sambil bernyanyi dan melakukan Tarian Raksasa. Setelah menari, Raksasa meninggalkan mereka.
Akan tetapi, ia tidak mengira tariannya mengguncang tanah dengan keras, sehingga pintu gua pertama terbuka. Dora dan Boots bebas! Dora punya ide. Ia mengeluarkan kotak musik ajaibnya dan melakukan Tarian Raksasa bersama Boots. Teman-taman Negeri Dongeng lainya ikut menari sehingga tanah menguncang dengan keras. Semua pintu gua terbuka dan akhirnya semua bebas!
Dora dan Boots melanjutkan perjalanan mereka dengan cepat. Mereka tiba di kebun penuh dengan Bunga Naga. "Indah sekali!" kata Boots. Akan tetapi, penyihir licik El Mago ingin menggangu Dora dan Boots.
Ia mengeluarkan mantra sehingga semua bunga berubah menjagi Bunga Naga yang marah. " Kita harus menghapus sihir El Mago!" kata Dora. "Mungkin Backpack bisa membantu!" "Cepat!" kata Backpack. "Maukah membantu Dora menemukan perhiasan ajaib mana bisa mengubah semua mantra?" "Cincin berwarna merah!" kata Boots. Dora memakai cincin merah di jarinya dan mengarahkanya ke Bunga Naga. Sinar terang muncul dari cincin dan mengubag Bunga Naga kembali seperti semula. Dora berhasil mengubah mantra El Mago! Dora dan Boots meneruskan perjalanannya sampai mereka tiba di Danau Berkilau.
Boots melihat sesuatu di pinggir danau! "Lihatlah perahu!" didalam perahu itu, Dora dan Boots menemukan kendi. "Kita bisa menggunakan kendi untuk mengambil air di pusat danau!" kata Dora. Meraka naik ke perahu dan mulai menyebrang. Ketika mereka mendayung, penyihir jahat tiba-tiba muncul. Ia tidak mau Dora dan Boots mendapatkan air ajaib, sehingga ia mengeluarkan mantra. Awan gelap menutupi langit dan hujan pun turun. Hujan deras membuat danau berombak dan mengguncang perahu dengan keras, sehingga Dora tidak bisa mengambil air ajaib. "Apa yang kita lakukan?" tanya Boots.
"Kantong sinar matahari!" jawab Dora. Ia membuka kantong sinar matahari, dan keluarlah matahari. Matahari mengusir awan gelap dan penyihir jahatpun pergi! Ketika Dora sedang mengisi kendi dengan air ajaib, tiba-tiba pelangi muncul di langit. Seekor unicron cantik turun dari pelangi. " Raja mengutus aku untuk membawamu kembali ke Negeri Dongeng sebalum semua sihirnya hilang" katanya. Dora dan Boots menaiki unicron sampai mereka tiba di dinding berbatu, di mana semua teman Negeri Dongeng menunggu. Ketika Dora dan Boots menyirami tanaman dengan air ajaib, daun cokelat berubah menjadi warna pelangi, dan tumbuh daun - daun yang baru.
"Tanaman pelangi ajaib tumbuh kembali!" semua bersorak gembira. "Negeri Dongeng selamat!" Ketika mereka bersiap-siap untuk pulang, Raja mengucapakan terimakasih atas keberanian mereka. "Kalian telah membawa kembali kejaiban sihir Negeri Dongeng. Sekarang kita memiliki sihir selamanya!" "Kita berhasil!" sorak Dora dan Boots.
Langganan:
Postingan (Atom)
Melodi dalam Keheningan
Lima tahun berlalu begitu saja, entah apa yang sudah terjadi sebelumnya, semua hanya seperti angin lewat begitu saja tidak ada hari yang cuk...
-
Lima tahun berlalu begitu saja, entah apa yang sudah terjadi sebelumnya, semua hanya seperti angin lewat begitu saja tidak ada hari yang cuk...
-
P ada pagi hari, Acil masih tidur. Lalu Ibunya membangunkan Acil untuk bersiap makan, mandi, dan juga berangkat kesekolah. "Acil, ayo...
-
Dahulu kala di Kepulauan Riau, kaum ikan tongkol dan ayam bersahabat erat. Mereka saling membantu satu sama lain. Sampai suatu hari, Raja ...





