Kamis, 20 Agustus 2020

Bona and Boni

 That morning was walking around the, forest dwellers of the forest where he lives, because the forest they live temat been razed to the ground.

They all plan to move across the forestry to start a group leader warned "we have arrived at the oppositr woods before dusk! Remember do not be apart.

But unfortunately, in the group there was a female elephan who pregnant. The elephant Bona child concerned mother "is mom okay?"   "Do not worry baby, the mother will be find." feplied her mother assured Bona.

"Mom, if sister was born later, may i give him Boni name?" Bona asked. "Yes, dear." Replied the mother.

But moments later, there was something of a surprise party. Bona mother gave birth to her baby. "Hooray.. Now i'm being a big brother."

Trips was forced to stalled and entourage else began to anxious because briefly again twilight will be come. Because it was getting dusk chairman of the group was about providing Cula proposal. "Mom elephants, sorry we had to leave."

"Boni, let stand, you certainly can." Bona said encourrasgingily to her sister. "Your sister is still weak Bona."

Boni is still weak keep practicing walking. "Look sis i was able to walk." Boni Terika excited.

Hap..hap..hap.. Boni sounded eager to fullow the step mother and step brother, though occasionally he fell.

Amid the long journey Miss elephant trumpeted. Tell good news for the group in front. All delighted with the birth of Boni.


Rabu, 19 Agustus 2020

The Cowardly Rabbit

 Rabbit had been known as cowardly animal since the first. They often felt afraid for no apparet reason. They would step away as soon as possible if they felt unsafe.

One day, there was a group of rabbits gathering on the banks of a river, they were busy sighing and lamenting over their cowardliness. 

Complaning abaout their lives which constantly overshadowed by danger. The more they talked the sadder and more afraid they thought about their fate.

 

How unlucky it was to be born into a rabbit. Wanting to be more powerful but did not have energy, wanting to fly into the blue sky, but did not have wings, every day merely frightened.

Wanting to sleep soundly but it was sifficult since it was troubled by sharp hearing of their long ears so that the red eyes even more and more red only.

They felt life had no meading. They would rather to die than to live in suffer from fear.

Finally they took the decision about to commit suicide by jumping from a high steep cliff edges. So the rabbits were seen floking towards the cliff.

As they passed the river, there was a frog who was suprised to see the arrival of a large number of rabbits.

The frog was frightened and immediately jumped to escape.

Although the rabbits often found a frog jumping with fear when he saw a rabbit passed, they did not care.

But this time was different. Sunddely there was a rabbit that came out of grief and immediately shouted,"Hey, stop! We do not need to be scared so that we need to commit suicide."

"Bacuse, look! it turns out there are other more cowardly animals than we are, namely the frog who scampered to see us!"

Hearing those words, another rabbits sunddenly open their minds and harts, as if bud of courage grew in their hearts.

So they happily began to encourage themselves earch other, "Yes we don't need to be afraid!"

"See, there are other creatures whitch are more cowardly than us", "Yes, we should be more courageous".

Slowly they turned home happily and forgot about wanting to commit suicide.


Selasa, 18 Agustus 2020

Doogie Café

 

One day, in a very beautiful city. There is a cafe that is very crowded. However, one day only a few visitors came to the cafe, the owner of the cafe thought "Why, my cafe is only a few visitors? Yesterday there were a lot of visitors, but now not! Hm ..." he thought. "Why are you daydreaming alone?" asked Rita.

"I'm sad, because our cafe has few visitors. And I feel disappointed!" replied the cafe owner. Then Rita took a walk alone and left Doogie Kafe. Suddenly he was surprised to see a cafe that was busier than his. The cafe is called Kitty Flou Kafe.

Rita walked as fast as possible so that she could talk to the owner of the Doogie Kafe. "Sir, I saw a cafe called Kitty Flou Café. The cafe is very busy, maybe it's ours best, sir!" said Rita to the cafe owner. After hearing that, the owner rushed to prepare many plans so that they could still be the best cafe.


They prepare everything for their customers. Lots of hangers, decorative lights, cute hairpins and the last is to set up lots of tables and chairs. Because the Doogie Cafe owner has a very wide and open attic. They also prepare everything just for their customers.

 

They renovated themselves to make it look more attractive. To the extent that the owner bought a vacant lot to rebuild the cafe, so that it could be seen more broadly. He also opens job vacancies for those who want to work at the Doogie Cafe. After there were four people who wanted to work at Doogie Cafe.

 

The Owner does not force his workers to work even harder. One month later, the cafe was visited by many visitors. Not only that, Doogie Cafe can also prepare for parties. The cafe has become very popular because many people visit the Doogie Cafe.


After a long time, Doogie Cafe has opened many cafes everywhere. They also opened a restaurant.

 

Jumat, 14 Agustus 2020

Pergi Kemping Bersama Teman

Pada suatu hari, Sita, Stefi, Lala, Diva, Mona, Tomi, Putu, Mario, dan John sedang berkumpul bersama di taman untuk menanyakan mereka akan pergi kemana. "Diva, kita akan pergi kemana nih?'' tanya Mario, "Kita pergi kemping aja gimana setuju tidak?" tanya Diva sambil menanyakan kepada teman- temannya. "Boleh!" sahut teman - temannya.

Setelah itu mereka berdiskusi apa saja yang akan mereka bawa saat kemping nanti. Sita pun mengusulkan apa yang harus dibawa oleh temannya dan membagi tugas. Stefi membawa dua kompor gas yang besar, minyak goreng, wajan, piring,dan sendok. Sita membawa ceret, termos besar, dan semua jenis sayur.

Lala membawa Buah Buahhan, dua kompor besar juga, panci,dan mangkuk. Mona membawa makanan ringan yang banyak. Tomi dan John membawa dua besar dan satu tenda kecil. Mario dan Putu membawa karpet, tikar, bantal, Mario membawa lima kasur kecil dan empat kasur angin. "Sita, aku boleh tidak membawa sepuluh tonggat?" tanya Putu.

"Boleh!" jawab Sita. Lalu keesokan harinya saat pukul 06.00 pagi mereka semua sudah  berangkat. Lala, Stefi, Mario, dan Putu berangkat dan memasukan barang yang mereka bawa. Sedang kan Sita, Diva, Mona, Tomi, dan John juga memasukan Barang yang mereka bawa. Seletah semuanya dimasukan, John mengigatkan "hei, teman-teman kita harus beli enam gas dan delapan galon!!".

"Oo iya aku sangat lupa. Ya sudah kita jalan dulu saja nanti kalau lewat di toko gas dan galon kita berhenti dan beli!" Lala menjawab. Merekapun akhirnya jalan setelah limabelas menit mereka berjalan menggunakan mobil mereka sampai di toko galon dan gas. Tomi membeli gas, sedangkan Mario membeli galon, setelah itu dimasukan.

Saat satu jam perjalanan mereka menemukan tulisan "TEMPAT UNTUK KEMPING"
Mobil Putu dan mobil John masuk lalu memarkirkan ketempat yang kosong dan cukup untuk mereka tempati. Mobil Putu sedikit berjauhan dengan mobil John. Parkir sudah selesai para laki-laki dan perempuan mengeluarkan semua bahan yang mereka.

Tomi, Putu, Mario, dan John menyiapkan tenda besar serta kecil. Sedang kan Stefi, Lala,Diva,Mona juga Sita menyiapkan karpet untuk satu tenda besar yang tidak ada alasnya yang langsung dari tendanya. Dan menyiapkan tikar untuk yang diluar tenda, Diva dan Lala menyiapkan jemuran dari tongkat yang dibawa oleh Mario itu. setelah semuanya selesai tak lupa kasurnya dimasukan kedalam tenda.

Saat siang hari pukul 14.00 Diva dan Lala sedang mengambil pinjaman, yaitu tiga bak, lima lampu emerjensi, dan  sepuluh senter. "Tomi apa kamu bawa selimut, dan bantal?" tanya Putu "Bawa kok!". Lalu Diva dan Lala pun datang, Putu pun juga menanyakan kepada Diva, Lala, Mario, John, Sita, juga Stefi.

"Teman-teman aku mau tanya sama kalian. Apakah kalian membawa selimut dan bantal?" Tanya Putu. "Bawa kok!!" jawab teman-temannya. Tomi mengeluarkan barang yang tidak disuruh bawa oleh Sita. "Tomi, kamu bawa apa?" tanya Mona. "Aku bawa, tali pramuka, meja, kursi, ayunan kayu dan ada yang kain."

Jawab Tomi. "Ooo!!" "Tapi aku, juga bawa yang biasanya untuk santai dipantai nggak papakan ?" Tanya Tomi. "Bentar ya aku tanyain Sita dulu!". Lalu Mona menyanyakan kalau Tomi membawa barang yang tidak disuruh oleh Sita. Mona datang ke Tomi dan menjawab "Boleh kok Tom ."  Saat sore pukul 16.00.

Mario dan Diva menyiapkan api di dekat jemuran, Lala, Stefi, dan Sita memasak untuk makan malam nanti. "Lala kamu masak apa?" tanya Putu. "Aku masak nasi goreng, sayur kangkung,dan tempe" jawab Lala. Malam pun tiba, Mona pun membereskan barang yang berantakan di tenda kecil. Seseorang dari TEMPAT UNTUK KEMPING datang dan memberitahu kan acara malam ini.

"Permisi, maaf mengangu saya dari pihak TEMPAT UNTUK BERKEMPING akan mengadakan acara api unggun dan malam horor!" kata pihak kemping. "Terimakasih, pak nanti saya sampaikan ke teman-teman saya." jawab Putu. Lalu Putu menyanpaikan ke teman-temannya. Mona pun kaget saat mendengar MALAM HOROR.

Mereka menyiapkan satu lampu emerjensi dan dua senter, setelah itu mereka berkumpul dan mereka bertemu dengan teman baru mereka yang datang dari Bandung untuk berkemah. Acara api unggun dimulai. "Selamat malam bapak ibu dan adik-adik maaf saya mendadak dengan acara ini dan saya akan memberi tahu acara Api Unggun terlebih dahulu!" Jelas sang pihak kemping.

" Yang pertama, kalian harus berada di kelompok kemping kalian, kedua menampilkan sesuatu yang menarik untuk para tamu, ketiga tenang dan tidak boleh berisik, dan yang terakhir melakukan tantangan kepada kalompok lain. Acara Malam Horor nanti saya sampaikan di tengah acara Api Unggun Terimakasih dan selamat menikmati." Kata Pihak Kemping.

Lalu mereka membuat lingkaran dipinggir api unggun. Dan acara api unggun dapat berjalan dengan lancar. Kelompok Wortel ( Mona,Stefi,Mario,dan temanyang lain sama seperti yang mereka bersama, mereka menyanyi dengan lagu yang kini sangat hits sekali contoh nya Dance Monkey dan masih banyak lagi.

Acara Api Unggun berjalan dari pukul 06.00 malam hingga pukul 09.00 malam. Lalu Pihak Kempik menyatakaAcara Api Unggun hanya setengah jam lagi jadi saya akan menyampaikan bahwa nanti di Malam Horor akan ada sepuluh pos. Pos pertama kalian akan menemukan rumah dimana kalian harus menemukan orang yang ada di dalam rumah itu dan harus menebak baunya.

Pos kedua akan melewati semak semak yang sedikit tinggi dan harus menemukan kartu dengan nomor 1648,487,093274,3285,dan 279403. Pos ketiga kalia melapor apa saja yang kalian dapat kan kartu itu. Pos keempat dimana kalian akan menemukan tiga jalur yang salah satunya adalah jebakan kumpulan para zombie.

Pos kelima sampai pos kesembilan itu ada yang jebakan dan itu ada istirahatnya. Pos tekhir makan sepotong roti dan setengah air putih. Dan kalian hanya boleh berjalan mengunakan Tiga batang lilin dan satu kerdus kecil korek api dan satu senter saja. TERIMAKASIH." Sebelum Malam Horor dimulai Mona sudah mulai ketekutan.

"Teman-teman, aku takut nih nggak jadi ikut aja ya! Aku ikut yang Api Unggun aja. Nanti kalau aku ikut nanti lari!" kata Mona. "Ah Mona Mona kamu harus berani Percaya aja sama aku nanti di Pos keempat kita akan berpencar agar cepat gimana?" kata Tomi. "Oke deh, kalo gitu siapin lilin sama senternya" Diva menjawab dan menyuruh temannya untuk menyiapakan.

Lalu Putu mengambil dua senter dari tas Mario. Dan sambil menunggu John mengambil undian Malam Horor, Diva Sita, Stefi, Mona, Mario, dan Tomi mengambil kartu untuk nanti di Pos satu, empat, lima, dan tujuh. Kelompok wortel mendapatkan nomer undian lima. Diva menyuruh John dan Putu untuk mengambil lilin dan korek api batangan.

Kelompok pertama yang jalan adalah Kelompok Jambu, kemudian Kelompok Sawi, lalu Kelompok Ceria, Kelompok Jagung, dan Kelompok Wortel. Sebenarnya ada Sebelas kelompok. Malam pukul 11.30 mereka sampai di pos pertama mereka memasuki rumah, lalu menemukan pembinanya. "Pelapor kami dari kelompok wortel siap melaksanakan" tegas Diva.

Mereka akan mencium bau yang ada dikain itu. Mona menjawab kencur, Sita menjawab minyak kayu putih, dan Mario menjawab jahe. "Jadi, yang benar adalah Mona, mereka mendapat kan satu buah batang korek api. Lalu, mereka melanjutkan ke pos kedua. Mereka semua berdempettan agar tidak ketakutan.

 Diva menemukan nomor yang bertuliskan 487 dan 279403, Tomi mendapatkan nomor 1648, 3285, dan 093274, lalu diberikan kepada teman-temanya, dan melanjutkan perjalanan. Putu menemukan kakak yang ada di pos kedua. Melapor dan seterusnya dan sampai pos ketiga hanya melapor. mereka saat nya untuk berpencar John, Sita, dan  Putu berada di jalur pertama.

Mona, Diva, dan Mario berada di jalur kedua. dan sisanya di jalur terakhir. Mereka melewati jalur tersebut tanpa rasa takut. Dan ternyata zombie ada di jalur ketiga Lala dan Tomi untungnya pandai berlari.
Semua pun selamat dari kejaran zombie. Mereka melanjutkan perjalanan menuju pos lima. Disana mereka akan menemukan sebuah jebakan yang akan mereka lakukan. Tomi pun berjalan terlebih dahulu. Mereka terus berjalan sampai Pos terakhir dan sampai di tenda mereka. Esok harinya mereka berberes semua yang ada dan mengembalikan ember yang merka pinjam untuk mencuci baju. Dan berangkat menuju rumah mereka tinggal.


Yui Dan Teman - Teman Berkemping Di Pantai

Di pagi hari yang sangat cerah, Yui dan teman-temannya sangat sibuk merencanakan untuk liburan musim panas yang akan datang. "Yui, kita mau pergi kemana?" tanya Deta. "Hmm. Kita berkemping dipantai aja bagaimana?" jawab Yui. "Baiklah, kalau begitu kita tentukan siapa yang mau membawa peralatan!" sahut Kiko. Lalu mereka mendiskusikan siapa saja yang membawa peralatan.

Lalu, Yui sudah menemukan siapa saja yang harus membawa peralatan kemping, masak, mencuci baju, dan lain sebagainya. Yui mencatatkan untuk mereka semua. Sedangkan yang lain sedang asyik bermain handphone. dibuku catatan Yui tertulis: "Yui: 3 meja, 6 kursi, 1 kompor, 3 baskom, dan 10 kain besar untuk menutup bagian tempat kempingnya.  Deta: 2 kompor, jenis sayur-sayuran dan besarta buah buahan, 4 pisau untuk masak, dan taplak untuk mengiris.

Kiko: 3 tenda besar, 5 tali sepanjang 20 meter, 6 tongkat, dan makanan ringan. John: membawa 12 roti, 4 susu, dan 2 tenda kecil untuk menaruh barang. Putu: 6 tongkat, 9 jas hujan, dan 10 payung. Dan Divi membawa 4 galon, makanan ringan, dan roti - roti." Setelah menuliskan untuk teman-temannya Yui menyobek kertas untuk di bagi ke Deta, Divi, Kiko, John, dan Putu. "Teman-teman ini kertas untuk kalian jangan lupa dibawa, dan jangan sampai ada yang tertinggal. Kalian jangan lupa membawa senter dan lampu emerjensi ya!" kata Yui.

Mereka pun pulang kerumah masing - masing untuk mempersiapkan kempingnya. Tak lupa juga para perempuan menyiapkan alat memasak di daerah pantai. Keesokan harinya mereka dijemput oleh John yang akan menyetir mobil. Dan mereka berkumpul di taman, untuk mengecek kembali barang - barang yang mereka persiapkan dari rumah. Ternyata mereka membawa lebih banyak yang ditulis oleh Yui. Lalu mereka semua berangkat dengan sebuah bus milik keluarga John. 

Mereka sudah tiba di pantai yang mereka pesan untuk tempat kemping. Semua barang yang ada di dalam bus di keluarkan dan membangun tenda yang lebih besar dahulu untuk tempat perempuan dan laki-laki. "Huh... aku lelah sekali membangun tenda besar ini!" kata Kiko. "Kiko..! kamu jangan mengeluh seperti itu dong. Kita juga lelah tetapi masih banyak yang harus di kerjakan!" sahut Divi. Kiko pun berhenti sejenak untuk istirahat. Tak lama Kiko beristirahat, 2 tenda sudah terpasang secara berhadapan dan semua tenda kecil terpasang.

"Kiko, ayo memasang tenda besar yang satu, tonggat, tali, kain untuk menutupi tempat tenda kita dan bus kita" kata Deta. "Oke, aku akan segera kesana!" kata Kiko sambil berjalan menuju tenda yang akan dipasang. Lalu mereka mulai memasang tenda yang besar 3 orang dan 3 orang lainnya tongkat, tali dan kain untuk menutupi. Setelah semuanya selesai mereka pun istirahat selama 2 jam. Yui menyiapkan minum dan makan untuk teman - temannya. "Teman - teman ini minum dan makan nya untuk kalian" kata Yui sambil memberikan makannya.


"Terimakasih Yui" temannya menyahut. Mereka makan dan makan siang. Setelah semua selesai Yui mencuci piring dan gelas, sedangkan yang lain menyiapkan kayu, tempat untuk tidur dan lain sebagainya. Pada pukul 13.00 mereka memulai kemping, tak lupa juga mereka menyiapkan kayu untuk api unggun. Deta ingin mencari kesibukan, akhirnya dia tahu dia ingin apa dia memutuskan untuk memasak. "Malam pun datang!". Putu pun bersiap untuk menyalakan api, api pun sudah menyala. Yui, Deta,Dan Divi pun menyiapakan makan untuk yang lain. 

"Teman-teman ini makannya," kata Deta. Mereka pun makan bersama sama. Pada malam pukul 20.18 Putu mengeluarkan alat musik dan mereka bernyanyi  bersama, setelah itu John memutarkan lagu untuk teman-temannya agar tidak bosan. Yui dan Divi sedang mencuci piring dan gelas, Deta sedang merapikan tempat penyimpan barang yang tadinya berantakan, John dan Kiko sedang membuat vidio, dan sedangkan Putu memainkan musiknya yaitu gitar. Ia, sangat menyukai gitar, kerena dari kecil dia sudah mahir bermain gitar. 

Setelah Yui dan Divi mencuci piring dan gelas, mereka berdua merapikan tempat tidur perempuan dan juga laki-laki. "Teman-teman ayo tidur ini sudah waktunya untuk tidur," Divi memberitahukan kepada teman-temanya yang lain. Mereka pun telah tidur dan bermimpi yang indah. John pun masih belum tidur. Pada pukul 24.18 ia beru mulai tidur. Keesokan harinya Yui dan Divi pun sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuk teman - temannya. " Selamat Pagi semua" Yui menyapa teman-temannya agar terbangun.

Yui dan Divi pun memulai memasak masakan dipagi hari.  Yui dan Divi pun sedang memasak sup jagung, karena Deta, John dan Putu tidak menyukai sayur brokoli. " Ayo kalian masaknya yang cepat bisa nggak sih?" tanya John. "Iya, sabar" Divi. Yui dan Divi pun memasak secepatnya karena John sudah lapar sekali. Makanan pun sudah siap. John pun langsung mengambil makan banyak agar nantinya tidak lapar. "hmmm......... enak sekali sup jagungnya aku suka banget!" puji Deta. 

Setelah semuanya selesai makan John, putu, dan Deta sangat sudah tidak sabar lagi bermain air dan membuat istana pasir. Deta pun duluan menuju pantai, 

Semuanya pun bermain di pantai dan bersenang senang. S'telah semua capek dan lelah mereka pun mandi. Setelah selesai mandi mereka semua beres beres dan mencopot semua tenda, dan akan dimasukan ke dalam bus. Semuanya pun sudah beres, dan mereka pulang menuju rumah mereka masing masing yang akan diantar oleh John.

Melodi dalam Keheningan

Lima tahun berlalu begitu saja, entah apa yang sudah terjadi sebelumnya, semua hanya seperti angin lewat begitu saja tidak ada hari yang cuk...