Kamis, 16 Juli 2020

RAJA PARAKEET ( NANGGROE ACEH DARUSSALAM )

Di sebuah hutan lebat di kawasan Aceh, hiduplah seekor burung parkit yang merupakan raja bagi burung-burung laian penghuni hutan itu. Raja burung itu bergelar Raja Parakeet. Raja Parakeet merupakan raja yag bijaksana dan sangat dicintai oleh rakyatnya. Mereka hidup berdampingan dengan hewan-hewan lain di hutan tanpa ada satu  masalah pun. Jikalau ada masalah, Raja Parakeet bisa menyelesaikan masalah dengan cepat dan adil.

Namun, suatu ketika ketenangan di dalam hutan terganggu oleh kedatangan para pemburu yang senang memasang jebakan dimana-mana. "Hari yang indah. Burung-burung yang gemuk pasti lezat untuk dipanggang.," ucap si Pemburu. Sambil masuk ke dalam hutan, pemburu melihat-lihat sekeliling. "Hmm, aku rasa ini tempat yang tepat. Dibawah pohon besar banyak sekali kotoran burung.

Pasti mereka bersarang di atas sana," si Pemburu bergumam sambil mendongkkan kepalanya ke atas pohon akasia yang sangat lebat. Kali ini, ia tak memasang perangkap seperti biasanya. Ia lalu bersembunyi dan mengintai dari kejauhan. Para burung rupanya tidak mengetahui trik pemburu kali ini. "Panduka, saya rasa hari ini cukup aman. Saya tidak melihat perangkap dimanapun," salah seorang pengawal Raja Parakeet melapor.

"Baiklah, jika benar adanya seperti itu, ayo kita mengumpulkan makanan sebanyak-banyaknya, mengigat musim hujan akan segera datang," titah Raja Parakeet. Kemudian, terbanglah mereka menuju dasar pohon akasia. Di bawah pohon biasanya banyak biji-bijian dan serangga yang menjadi makanan mereka. Malang, ketika hinggap di ranting-ranting pohon bagian bawah, kaki mereka merekat pada getah yang dioleskan pemburu.

Seluruh anggota kelompok sanagat panik. Raja Parakeet berusaha tetap tenang dan segera menemukan jalan keluarnya. "Kalian tenanglah. Nanti saat pemburu datang, kalian harus berpura-pura mati. Si Pemburu menginginkan kita ditangkap hidup-hidup. Jika si Pemburu melihat kita mati, ia tidak akan senang dan akan melepaskan kita. Nah, pada hitungan kesepuluh setelah burung terakhir dilepaskan, saat itulah kita terbang bersama-sama sekancang-kencangnya," Raja Parakeet memberi perintah.

Tak lama, Si Pemburu datang. Burung-Burung pun segera melemaskan tubuhnya, berpura-pura mati. Si Pemburu sangat kecewa melihat hasil buruannya. Setelah melepaskan dan memeriksa burung satu persatu, ia meletakkan burung yang dikira mati itu begitu saja. Sayang, sebelum giliran Raja Parakeet dilepaskan, Si Pemburu jatuh terpeleset. Suara jatu Si Pemburu membuat para burung Kaget dan segera terbang sekencang-kencang.

Pemuru  langsung tahu bahwa burung-burung tadi hanya berpura-pura mati. Ia sangat kesal karena telah tertipu. Ia lalu menghampiri satu burung yang tersisa, yaitu Raja Parakeet. "Teman-temanmu telah menipuku. Sekarang, kau akan kujadikan santapan!" Si Pemburu menghardik. " Wahai Pemburu, tolong jangan santap aku. Dagingku tak banyak dan pasti rasanya alot," Raja Parakeet memohon.

"Jika kau tidak menyantapku, aku akan bernyanyi untukmu setiap pagi agar kau terhibur," Raja Parakeet terus mencari cara agar bisa selamat. Mendengar tewaran Raja Parakeet, Pemburu menyetujuinya. "Baiklah, aku terima tawaranmu. Tetapi, jika suaramu tidak indah aku akan memakanmu," jawab Pemburu. Benar saja, setiap pagi Raja Parakeet bernyanyi untuk Si Pemburu.

Suaranya pun sangat indah dan merdu. Pemburu sangat menyukai suara Raja Parakeet. Keindahan suara Raja Parakeet terdengar sampai Kerajaan. Raja pun tertari ingin memiliki Raja Parakeet. Raja mengutus seseorang untuk pergi ke rumah Si Pemburu untuk membeli Raja Parakeet dengan harga yang mahal. Ketika utusan itu sampai, Si Pemburu langsung tertarik dan menerima tawaran Raja. 

Raja Parakeet pun dibawa ke Kerajaan. Ia diberimakan dan minuman yang enak-enak, serta sangkar besar yang terbuat dari emas. Namun, tak satu kebaikan Raja itu yang membuatnya bahagia. Raja Parakeet sangat ingin kembali ke hutan, hidup bersama rakyat dan keluarga yang mencintainya. Ia juga rindu terbang bebas di angkasa tanpa batas. Suatu hari, Raja Parakeet terlihat sangat sedih karena kerinduannya yang tak tertahankan lagi. 

"Aku rindu keluarga dan rakyatku. Bagainama kehidupan mereka tanpaku?" Ia pun sibuk mencari akal agar bisa kembali ke hutan tempat asalnya.  Keesokan harinya, Raja Parakeet menemukan cara. Setelah makan pagi, ia berpura-pura mati. Sang Raja sangat sedih mengetahui burung kesayangannya mati. Ia lalu mengadakan uparaca pemakaman secara besar-besaran selayaknya anggota kerajaan yang meninggal dunia.

Raja Parakeet pun dikeluarkan dari sangkarnya, diarak di dalam sebuah tandu kebesaran yang dihiasi pita-pita mewah khas kerajaan. Didalam tandu, Raja Parakeet menggintip keadaan di luar. Melihat keadaan aman, Raja Parakeet pun segera menyelinap dan terbang tinggi.
 


Akhirnya...... Ia bebas...! Ia hidup berbahagia bersama rakyatnya.




 FAKTA TENTANG BURUNG PARAKEET:

Burung Parkit adalah burung yang memiliki banyak kelebihan. Ia memang termasuk golongan burung yang cerdas. Selain suaranya dapat dilatih untuk berkicau dan menirukan suara-suara pendek manusia, burung Parkit juga bisa dijadikan burung hias. Keindahan bulu-bulunya yang beraneka warna bisa menyamrakkan rumah. Burung Parkit dengan kecerdasannya juga bisa dilatih untuk melakukan gerakan-gerakan atkraktif mirip akrobat.



Selasa, 14 Juli 2020

PETUALANGAN DI NEGERI DONGENG

Pada suatu hari, ada seorang yang bernama anak Nina dan Rico. Mereka sedang membaca buku di dekat pintu ajaib. Tiba-tiba ada suara minta tolong dari negeri yaitu Kerajaan Pelangi."Tolong bantu putri kami dia kehilangan sihirnya!". "Nina apakah kamu mendengar suara itu? Suara itu seperti teman kita dari Kerajaan Pelangi! Kita harus membantunya!" Tanya Rico dan sambil menegaskan kepada Nina. "Ya! aku mendengarnya kita harus segera kesana atau tidak mereka akan kehilangan sihirnya."

Jawab Nina. Mereka pun memasukan buku mereka kedalam tas mereka masing-masing. Lalu Nina membuka gerbang Kerajaan Pelangi dan berjalan di sepanjang karpet. Saat selama perjalan mereka menemukan Kerajaan Pelangi dan masuk kedalamnya. Rico pun berbicara kepada Sang Raja untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi. "Nina, Rico apakah kalian bisa membantu Kerajaan Pelangi yang telah kehilangan sihirnya ini?" tanya Sang Raja "Tentu saja kami bisa" jawabnya.

"Lalu apa yang bisa kami lakukan?" tanya Nina "Kalian harus melewati rinatangan yang sangat sulit , sangat berbahaya dan ada teka teki yang sangt sulit untuk ditemukan jawabanya! Lalu apakah kalian mampu untuk membantu Kerajaan Pelang yang kehilangan sihirnya?" Tegas Sang Ratu dan menanyakan kembali. " Baik! kami bisa melakukan itu " jawab Nina dan Rico . Lalu mereka meninggal kan Kerajaan Pelangi.

Tak lupa mereka diberikan sihir oleh Ratu untuk sebagai pelindung mereka. Rico dan Nina mengikuti peta yang ada dikertas tersebut 




Rico pun berjalan lebih depan dan ada hutan yang sangat lebat. Tetapi hutan itu tidak bisa dimasuki dan tidak bisa keluar. Di dalam hutan tersebut ada orang yang tidak bisa keluar kerna waktu itu mereka mencoba menerobos masuk kedalam hutan itu. Nina mencoba untuk masuk dengan kekuatan yang diberikan oleh Raja Ratu. "Ayo kita coba masuk dan memperbaiki keadaan dengan sihir yang diberikan oleh Sang Raja dan Sang Ratu" tegas Nina.

Nina mencoba masuk dan ia mengunakan sihir yang diberikan. Mereka pun berhasil masuk dan mereka menemukan sebuah teka-teki yang sangat rumit, namun tak masalah bagi Rico karena ia sangat pintar dalam menyelesaikan segala teka-teki. Rico pun meyelesaikan teka-teki yang sangat rumit itu. "Rico ayo cepat kalau tidak kita akan diusir dari hutan ini!" Nina pun menyemangati Rico agar dapat menyelesaikan dengan cepat. 

"Aku selesai!" Jawab Rico. Namun hal yang tidak ingin terjadi. "Hei! siapa kalian berdua ini?" tanya penjahat  "Kita adalah penolong Kerajaan Pelangi. Kita yang akan membantu mereka untuk mengembalikan sihir mereka. Karena kalian sudah mengambil sihir mereka dengan jumlah yang begitu banyak!!" tegas Rico dan Nina "Memangnya kalian bisa mengerjakan teka-teki dari yang kami buat? Kalo bisa silahkan tunjukan kepadaku!" Penyihirpun menyuruh mereka untuk menunjukan jawaban dari yang telah Rico kerjakan.

"ini kalau tidak percaya silahkan cek saja! dan kalau semua jawaban aku benar bebaskan semuanya kalau aku salah kamu boleh melakukan apa saja yang kamu mau" jawab Rico dan tegasnya. Penyihir pun membuka dan membaca apakah semuanya benar atau tidak. "Semua jawaban aku adalah benar semua. Jadi aku akan membebaskan semua yang ada di hutan ini" jawab penyihir  Lalu merekapun berjalan menuju tempat yang selanjutnya untuk menyelamatkan.

"Kemana selanjutnya kita akan pergi?" tanya Nina "Kita kan menuju sungai yang berbahaya" jawab Rico. Mereka menuju sungai berbahaya yang penuh dengan buaya yang sangat ganas milik para penyihir jahat. Lalu Nina memikirkan sejenak untuk bagaimana cara melewati sungai itu."Aku akan memulai dengan cara terbang kalau kita terbang menggunkan sihir yang di berikan oleh Raja dan Ratu itu akan mungin bisa mengunkannya .

Lalu yang kedua adalah dengan cara berenang dengan mengguanakan sihir. untuk yang ketiga adalah memanjat pohon dengan kekuatan kita sendiri" pikirnya. Lalu Rico pun bertanya " Bagai mana Nina kita harus melakukan apa?" " Kita harus terbang dengan cara yang lebih aman. kita bisa mengunakan sihir yang diberikan oleh Raja dan Ratu. Dan aku mempunyai Sihir terbang jadi tak masalah . Aku juga akan memberimu sihir itu padamu." Jawab Nina 

Jadi mereka lebih memutuskan untuk tebang dengan sihir terbang yang dimiliki oleh Nina. Nina dan Rico pun akhirnya terbang dengan sihir, tiba-tiba Nina berhenti dan melihat sesuatu yang berkilau.
"Rico, ayo ambil itu dan kita pergi ketempat selanjutnya" Nina menyuruh untuk segera mengambil sesuatu yang berkilau itu. Dan mereka pun berhasil mendapatkan sesuatu yang berkilau itu dan akan dibawanya ke Kerajaan Pelangi.

"Nina lihat itu ada sebuah hutan yang sangt lebat dari yang sebelumnya kita kungungi." Rico memberi tahukan kepada Nina "Ya benar aku melihatnya" Nina pun menjawab. Lalu mereka memasuki hutan yang amat lebat itu. 


Setelah mereka masuki adalah hutan yang penuh dengan hewan buas yang dipelihara oleh para penyihir dan penjahat. Mereka berjalan dengan mengunakan sihr yang mereka punya. Mereka berjalan terus yang sudah diberi petunjuk. Namun Rico berbikir bahwa itu adalah jebakan . "Sepertinya ini adalah jebakan agar kita dijebak untuk mendapatkan sihir" kata Rico kepada Nina. "Mungkin sebaiknya kita terbang dan sambil merunduk" sahut Nina.

Lalu mereka pun memutuskan untuk terbang dan mereka pun ketahuan menempati tempat penyihir.
"Hei! mau apa kalian kesini? Kalian masih kecil jangan  untuk coba-coba untuk menyelinap masuk!" kata penjaga gedung penyihir. Rico pun menyelinap masuk dan berkata dengan nada marah. "Kalian! untuk yang kali ini aku dan temanku untuk meminta sihir itu kembali!" Rico berkata kepada semua penyihir yang jahat itu.

"Merebut kembali sihir mereka?" tanya salah satu penyihir. "Ya kami yang akan merebut kembali sihir itu!" jawab Rico. "Tidak! kami tidak akan memberi sihir untuk orang sepertimu itu!" Sahut salah satu penyihir. Tak lama kemudian Rico pun mulai marah dengan serius. Rico pun berhasil merebut kembali sihir yang dimiliki oleh Kerajaan Pelangi. Mereka bergegas untuk terbang secepat mungkin. Setelah sesampainya di Kerajaan Pelangi Rico pun berkata.

"Raja ku ini silahkan ambil sihir kalian" kata Rico kepada Raja. "Baik aku akan mengembaliakan sihir ini lagi dan sekali lagi aku ingin berterimakasih kepada kalian yang sudah mau mengembalikan sihir kami lagi " Kata Raja kepada Rico dan Nina. Raja pun mengembalikan sihirnya dan Kerajaan Pelangi pun kembali seperti semula. Dan semua orang pun senang.

Nina dan Rico pun kembali ketempat asalnya.

Melodi dalam Keheningan

Lima tahun berlalu begitu saja, entah apa yang sudah terjadi sebelumnya, semua hanya seperti angin lewat begitu saja tidak ada hari yang cuk...