Namun, suatu ketika ketenangan di dalam hutan terganggu oleh kedatangan para pemburu yang senang memasang jebakan dimana-mana. "Hari yang indah. Burung-burung yang gemuk pasti lezat untuk dipanggang.," ucap si Pemburu. Sambil masuk ke dalam hutan, pemburu melihat-lihat sekeliling. "Hmm, aku rasa ini tempat yang tepat. Dibawah pohon besar banyak sekali kotoran burung.
Pasti mereka bersarang di atas sana," si Pemburu bergumam sambil mendongkkan kepalanya ke atas pohon akasia yang sangat lebat. Kali ini, ia tak memasang perangkap seperti biasanya. Ia lalu bersembunyi dan mengintai dari kejauhan. Para burung rupanya tidak mengetahui trik pemburu kali ini. "Panduka, saya rasa hari ini cukup aman. Saya tidak melihat perangkap dimanapun," salah seorang pengawal Raja Parakeet melapor.
"Baiklah, jika benar adanya seperti itu, ayo kita mengumpulkan makanan sebanyak-banyaknya, mengigat musim hujan akan segera datang," titah Raja Parakeet. Kemudian, terbanglah mereka menuju dasar pohon akasia. Di bawah pohon biasanya banyak biji-bijian dan serangga yang menjadi makanan mereka. Malang, ketika hinggap di ranting-ranting pohon bagian bawah, kaki mereka merekat pada getah yang dioleskan pemburu.
Seluruh anggota kelompok sanagat panik. Raja Parakeet berusaha tetap tenang dan segera menemukan jalan keluarnya. "Kalian tenanglah. Nanti saat pemburu datang, kalian harus berpura-pura mati. Si Pemburu menginginkan kita ditangkap hidup-hidup. Jika si Pemburu melihat kita mati, ia tidak akan senang dan akan melepaskan kita. Nah, pada hitungan kesepuluh setelah burung terakhir dilepaskan, saat itulah kita terbang bersama-sama sekancang-kencangnya," Raja Parakeet memberi perintah.
Tak lama, Si Pemburu datang. Burung-Burung pun segera melemaskan tubuhnya, berpura-pura mati. Si Pemburu sangat kecewa melihat hasil buruannya. Setelah melepaskan dan memeriksa burung satu persatu, ia meletakkan burung yang dikira mati itu begitu saja. Sayang, sebelum giliran Raja Parakeet dilepaskan, Si Pemburu jatuh terpeleset. Suara jatu Si Pemburu membuat para burung Kaget dan segera terbang sekencang-kencang.
Pemuru langsung tahu bahwa burung-burung tadi hanya berpura-pura mati. Ia sangat kesal karena telah tertipu. Ia lalu menghampiri satu burung yang tersisa, yaitu Raja Parakeet. "Teman-temanmu telah menipuku. Sekarang, kau akan kujadikan santapan!" Si Pemburu menghardik. " Wahai Pemburu, tolong jangan santap aku. Dagingku tak banyak dan pasti rasanya alot," Raja Parakeet memohon.
"Jika kau tidak menyantapku, aku akan bernyanyi untukmu setiap pagi agar kau terhibur," Raja Parakeet terus mencari cara agar bisa selamat. Mendengar tewaran Raja Parakeet, Pemburu menyetujuinya. "Baiklah, aku terima tawaranmu. Tetapi, jika suaramu tidak indah aku akan memakanmu," jawab Pemburu. Benar saja, setiap pagi Raja Parakeet bernyanyi untuk Si Pemburu.
Suaranya pun sangat indah dan merdu. Pemburu sangat menyukai suara Raja Parakeet. Keindahan suara Raja Parakeet terdengar sampai Kerajaan. Raja pun tertari ingin memiliki Raja Parakeet. Raja mengutus seseorang untuk pergi ke rumah Si Pemburu untuk membeli Raja Parakeet dengan harga yang mahal. Ketika utusan itu sampai, Si Pemburu langsung tertarik dan menerima tawaran Raja.
Raja Parakeet pun dibawa ke Kerajaan. Ia diberimakan dan minuman yang enak-enak, serta sangkar besar yang terbuat dari emas. Namun, tak satu kebaikan Raja itu yang membuatnya bahagia. Raja Parakeet sangat ingin kembali ke hutan, hidup bersama rakyat dan keluarga yang mencintainya. Ia juga rindu terbang bebas di angkasa tanpa batas. Suatu hari, Raja Parakeet terlihat sangat sedih karena kerinduannya yang tak tertahankan lagi.
"Aku rindu keluarga dan rakyatku. Bagainama kehidupan mereka tanpaku?" Ia pun sibuk mencari akal agar bisa kembali ke hutan tempat asalnya. Keesokan harinya, Raja Parakeet menemukan cara. Setelah makan pagi, ia berpura-pura mati. Sang Raja sangat sedih mengetahui burung kesayangannya mati. Ia lalu mengadakan uparaca pemakaman secara besar-besaran selayaknya anggota kerajaan yang meninggal dunia.
Raja Parakeet pun dikeluarkan dari sangkarnya, diarak di dalam sebuah tandu kebesaran yang dihiasi pita-pita mewah khas kerajaan. Didalam tandu, Raja Parakeet menggintip keadaan di luar. Melihat keadaan aman, Raja Parakeet pun segera menyelinap dan terbang tinggi.
Akhirnya...... Ia bebas...! Ia hidup berbahagia bersama rakyatnya.
FAKTA TENTANG BURUNG PARAKEET:
Burung Parkit adalah burung yang memiliki banyak kelebihan. Ia memang termasuk golongan burung yang cerdas. Selain suaranya dapat dilatih untuk berkicau dan menirukan suara-suara pendek manusia, burung Parkit juga bisa dijadikan burung hias. Keindahan bulu-bulunya yang beraneka warna bisa menyamrakkan rumah. Burung Parkit dengan kecerdasannya juga bisa dilatih untuk melakukan gerakan-gerakan atkraktif mirip akrobat.


