" Namaku Stefanny Chloe Cornelia, aku biasa dipanggil Chloe. Aku adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Aku sedang menempuh pendidikan Universitas Kedokteran Indonesia. Aku ingin sedikit bercerita tentang diriku yang dulu.
Aku berasal dari keluarga berkecukupan. Dahulu aku adalah anak yang murah senyum, periang, dan murah hati, memiliki senyum yang manis, wajahku imut, dan halus layaknya kulit bayi. Sewaktu masih bersekolah di taman kanak-kanak aku memiliki beberapa penghargaan yaitu meraih penghargaan juara tiga dan juara dua lomba fashion show. Waktu itu aku sangat senang memiliki penghargaan itu, dan aku berhasil membuat kedua orang tuaku tersenyum, walaupun itu belum sepenuhnya.
Kemudian aku naik ke jenjang berikutnya yaitu Sekolah Dasar. Saat pertama kali aku duduk di bangku kelas 1 SD aku adalah anak yang pemalu. Aku mencoba untuk membuka diri kepada teman-temanku dulu. Semakin lama aku menjadi sangat dekat dengan teman-temanku. Hingga aku memiliki tiga orang sahabat yang masih dekat hingga saat ini, mereka adalah Lia, Eve, dan Chika. Mereka satu kelas denganku selama 5 tahun di SD.
Saat aku lulus SD Eve teman satu SMP denganku. Aku satu kelas dengannya selama dua tahun. Saat SMP kita selalu bersama walau beda sekolah. Tapi aku senang masih bersama dengan mereka waktu itu. Banyak hal yang kita lakukan saat masih SMP. Yaa.. walaupun aku sendiri adalah anak yang nakal saat itu, dan Eve selalu menegurku saat aku berbuat salah. Saat itu aku sudah menentukan jalanku, yaitu masuk ke Universitas Kedokteran Indonesia terbesar. Selain itu targetku yang lain yaitu menempuh pendidikan di universitas dokter di Jerman.
Lulus SMP, aku dan Eve sudah tidak satu sekolah lagi. Dia sudah memilih ke SMK bukan SMA. Aku melanjutkan sekolah SMAku, saat waktu ini aku benar-benar fokus untuk belajar agar aku mendapat pendidikan yang lebih tinggi nantinya. Tiga tahun berlalu di SMA, aku lulus dan melanjutkan kuliah jurusan Kedokteran S1. Yaa... aku tahu ini berat untuk aku. Tetapi aku harus melewati ini dengan baik.
Selama kuliah, aku merasa sangat lelah untuk menyelesaikan segala macam tugas. Menganalisis hewan-hewan yang sudah mati untuk di teliti dan banyak yang harus dilakukan. Aku pernah untuk berhenti kuliah karena aku sudah lelah, serta bosan. Singkat cerita, aku berhasil melalui banyak rintangan hingga membuat aku senang dan bangga. Setelah 7 tahun aku berusaha untuk melewatinya aku sangat senang bisa melaluinya
Sebelumnya aku sudah mendaftar universitas di London, Inggris. Targetku yang selanjutnya ingin S2 di London agar aku bisa kerja di bidang kedokteran di London. Tetapi aku mengkhawatirkan kedua orang tuaku serta adik-adikku, aku berjanji kepada kedua orang tuaku untuk membiayainya sendiri. Ini adalah tantangan bagiku, aku sudah mempersiapkan semuanya untuk uang makan, apartemen serta uang kerja untuk membayar uang kuliah. Suatu hari aku mendapatkan email dari Universitas di London bahwa aku mendapatkan beasiswa untuk kuliah disana. Aku merasa senang saat melihat kabar itu.
Tanggal 14 Juni aku berangkat ke London, aku berani untuk mengambil resiko itu. Entah apa yang akan terjadi disana diriku sendiri yang akan bertanggung jawab. Aku tidak akan melibatkan orang tuaku untuk masalahku, namun aku sendiri yang akan menyelesaikannya. Aku pamit dengan kedua orang tua serta adik-adikku yang baru SMP kelas dua. Aku juga tidak lupa untuk terus menyemangati adik-adikku untuk terus belajar agar mencapai cita-cita mereka.
Setibanya aku di London aku mulai merasa deg-degan, karena aku adalah orang asing yang pergi sendiri untuk kuliah. Ternyata ada satu orang yang ternyata juga satu universitas. Kemudian aku mulai dekat dengan dia. Apartemenku ternyata sudah dipesankan oleh universitas aku merasa sangat beruntung mendapatkan tempat yang baik. Ya.. bukan berarti semua akan baik-baik saja, tetapi aku akan berusaha untuk yang terbaik.
Satu bulan di London aku belum mendapatkan pekerjaan, walaupun hanya kerja paruh waktu setidaknya ada sedikit penghasilan yang aku dapatkan di sini. Untuk uang makan dan uang keseharian di London. Aku juga menyisihkan uang untuk berjaga-jaga, takutnya ada masalah tiba-tiba dan aku tidak ada uang.
Setelah enam bulan disini aku mulai merasa nyaman dan terbiasa dengan kebiasaan disini dengan di tempat tinggalku yang sebenarnya, yaitu di Semarang. Aku menemukan banyak perbedaan yang ada, mulai dari kebiasaan makan, tidur, keseharian dan masih banyak lagi. Aku senang bisa menjalankan kehidupanku di sini walau tanpa keluarga. Aku punya keluarga lain yang ada disini , tinggal tanpa keluarga membuatku sadar bahwa hidup sendiri itu tidaklah mudah membutuhkan perjuangan untuk mencapai hasil.
Di London aku menemukan banyak perbedaan pada diriku sendiri. Aku mulai mandiri dari yang sebelumnya masih tergantung pada orang tua. Kuliah disini memanglah menantang untuk diriku. Ya.. walaupun sedikit susah untuk aku karena harus melakukan semuanya sendirian tanpa bantuan orang lain. Tetapi aku mau memperbaiki cara hidupku yang dulu kurang mandiri alias setengah-setengah, dan sekarang aku berubah menjadi anak yang berani bertanggung jawab, serta mandiri.
Hari ini adalah bulan Desember tanggal 24. Ini merupakan malam natal pertamaku di London tanpa keluargaku. Aku pergi keluar apartemen dan melihat suasana malam natal di sini. Ternyata!! Woww.. sangat indah dan penuh warna. Aku keluar bukan sekedar untuk melihat keadaan disini tapi aku keluar untuk pergi ke supermarket untuk membeli bahan makanan. Saat pulang aku bertemu dengan teman-teman kampusku. Aku sangat senang malam natal ini aku ditemani oleh teman-teman kampusku.
Kemudian aku BBQ bersama dengan teman-teman kampusku di apartemen tempatku. Disitu ada taman yang besar dan ditengah terdapat pohon natal, seperti biasanya dibawah pohon natal itu terdapat banyak sekali kado. Mulai dari kado yang berukuran kecil hingga yang berukuran besar.
"Wah.. ada namaku. Dari siapa ini?"
"Dari orang tuaku dan adik-adikku. Wah kado ini sangat mengingatkan ku pada kampung halamanku, aku sangat rindu dengan kampung halamanku. Tunggu ini bukannya buku kenangan?'' Aku membukanya sambil terheran dan aku tiba-tiba menangis karena aku sangat rindu dengan kedua orang tuaku dan ketiga adikku disana.
Teman-temanku datang dan menanyakan apa yang terjadi padaku.
"Chloe kamu nggak papakan?" Temanku bertanya.
"Aku nggak papa, aku cuma rindu dengan kampung halamanku di Indonesia"
"Yaudah, nggak papa kan ada kita disini. Kita kan juga keluargamu, kita juga menemani kita disini." Jawab salah satu temanku dengan tersenyum.
Aku merasa sangat lega dengan adanya mereka. Yah... aku sebenernya juga punya rencana untuk pulang kampung tahun depan, hanya saja waktu yang aku punya sangat mepet dengan waktu di kampusku. Aku hanya bisa menunggu libur dan pulang kampung. Pada akhirnya aku pulang kampung, walaupun hanya 2 minggu aku rasa waktu itu cukup untuk waktuku bersama dengan keluargaku. Aku juga senang dapat bertemu dengan mereka, dan mereka juga senang dengan kedatanganku dari London. Oh ya, aku juga bawa oleh-oleh dari London untuk mereka, dan hadiah ini sangat special untuk mereka. "
My little diary