Sabtu, 24 April 2021

Acil Anak Yang Pintar (Cerita ke-2)

 Pada pagi hari, Acil masih tidur. Lalu Ibunya membangunkan Acil untuk bersiap makan, mandi, dan juga berangkat kesekolah. "Acil, ayo bagun. Ini sudah pukul 05.30." Ibunya membangunkan Acil. Acil pun segera bangun dan mencuci muka.  Adiknya Ali berkata: "Kak ayo sarapan bersama!". "Oke," sahut Acil.

Lalu setelah selesai makan bersama Acil mandi dan memakai seragam untuk berangkat kesekolah. Acil pun berpamitan kepada orang tuanya dan beserta adiknya Ali. "Ayah, Ibu, Ali aku berangkat ya!" sapa Acil untuk menunggalkan rumah. "Iya kak hati-hati di jalan!" Sahut Ali.

Setelah Acil berjalan, ia bertemu dengan teman-temannya yang lain. "Hallo Acil" sapa salah satu temannya yang bernama Doki. "Hallo juga Doki" sahut Acil. Mereka adalah teman sekelas Acil. Mereka pun berjalan bersama untuk sampai di sekolah. Sesampainya di sekolah.

Acil bertemu dengan teman-teman lainnya. Acil pun masuk kedalam kelas. "Selamat pagi Acil" sapa Bu Guru, "Selamat pagi juga Bu," Acil menyapa gurunya. Pada pukul 08.00 kelaspun dimulai. Tak lupa mereka berbaris terlebih dahulu, dan berdoa. 

Bu Guru pun memulai pelajaran. Ibu Guru berkata: "Selamat pagi semua,"  "Pagi Bu" sahut murid-muridnya. " Hari ini kita akan belajar Ilmu Pengetahuan Alam, apakah ada yang tahu Ilmu Pengetahuan Alam itu apa sih?" Kata Bu Guru sambil menanyakan pertanyaan. 

Acil pun ingin menjawab, dan berkata "Aku tahu Bu". "Ya Acil. Apakah itu Ilmu Pengetahuan Alam?" tanya Bu Guru sambil menanyakan. Acil pun berkata: " Ilmu Pengetahuan Alam adalah istilah yang digunakan yang merujuk pada rumpun ilmu di mana obyeknya adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum, berlaku kapan pun dan di mana pun."

"Benar Acil" Kata Bu Guru. Kemudian Bu Guru pun memberikan 20 soal kepada murid-muridnya dan tugas itu untuk dikerjakan dirumah. Acil berkelompok dengan "Tara, Doki, Fifi, dan Sulu."  Bu Guru juga memberikan tugas untuk dikerjakan di sekolah. 

Salah satu teman Acil yang bernama Monmon adalah anak yang pandai dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Monmon pun mengerjakan lebih cepat dari Acil. Monmon mendapatkan nilai A, sedangkan Acil juga sama dengan nilai Monmon yaitu A.

Setelah pukul 12.00 mereka akhirnya pulang. Tara, Doki, Fifi, dan Sulu pulang untuk berganti pakaian dan menyiapkan tugas yang diberi oleh Bu Guru tadi. "Acil, kami pulang dahulu ya" kata Fifi. "Iya silahkan" Sahut Acil. Acil pun berjalan kerumah, dan akhirnya sampai.

Acil pun bergegas kemar dan menyiapkan buku, dan meja. "Ibu nanti Tara, Doki, Fifi, dan Sulu akan kerumah Bu, ada tugas kelompok yang di berikan Bu Guru." Kata Acil kepada Ibunya. "Baiklah kalau begitu. Ibu akan menyiapkan makanan dan minumman untuk kalian" Jawab Ibu.

Lalu teman kelompok Acil pun datang, mereka mengetok pintu dan masuk kedalam rumah Acil. Mereka pun makan terlebih dahulu dan mengerjakan tugas. "Teman teman ayo masuk kemarku" ajak Acil. "Oke, aku permisi ya" kata teman temannya. Mereka pun mengerjakan tugas kelompok bersama.


Mereka pun mengerjakan soal bersama. Dua jam telah berlalu, akhirnya selesai. "Teman-teman ini tugasnya sudah selesai," kata Acil.  Teman - teman Acil pun merasa sangat lega saat tugas sudah selesai.  Kemudian teman-teman Acil pulang kerumah masing-masing.

"Acil, kami pulang ya?" Kata Fifi, Acil pun menjawab: "Oke, silahkan".  Acil segera membereskan meja dan kursi yang dipakai untuk berlajar bersama teman-temannya. Hari menjelang malam, Acil pun segera mandi. Setelah selesai mandi, Acil dipanggil Ibunya untuk makan malam bersama.

"Acil, ayo turun kebawah untuk makan malam bersama!" Kata Ibunya. "Baik Bu," jawab Acil. Ali si adik Acil sudah ada dimeja makan. Ibunya menyiapkan makan, serta Ali yang membantu Ibu menyiapkan makanan. 



 Setelah selesai makan bersama, Ayah menannyakan tentang kegiatan di Sekolah tadi. "Acil, tadi di sekolah belajar apa?" tanya Ayah. "Tadi belajar IPA, dan sejarah Yah." jawab Acil. "Baiklah kalau begitu," jawab Ayah sambil tersenyum. Lalu Acil berkata,"Ayah, besok libur sekolah. Kita akan pergi kemana?" Tanya Acil. 

"Kak kita berlibur ke Gunung saja," Jawab Ali. 

"Kalau Ayah kemana?" Tanya Acil kepada Ayah nya.

"Ayah akan mengusulkan sama seperti Ali," Jawab Ayah.

"Oke," Jawab Acil kembali.

Keesokan harinya. Acil dan Ali sudah bangun duluan, padahal masih pukul 04.55 pagi. Kemudian Acil melihat jam dan turun kebawah untuk mencuci muka. Ali pun bangun pukul 05.23 pagi. Seluruh keluarganya sudah bangun. Mereka mulai menyiapkan barang yang akan dibawa untuk ke Gunung nanti. 

Ibu mulai memasak dengan Ali untuk menyiapkan bekal dan sarapan, Acil menyiapkan tas, sedangkan Ayah menyiapkan mobil. 

"Acil tolong bawakan tas-tasnya!" kata Ayah kepada Acil.

"Baik Ayah," Jawab Acil. 

Kemudian pada pukul 06.00 mereka sudah mulai berangkat menuju Gunung. Sesampainya di Gunung mereka bersiap dan mengeluarkan barang bawaan mereka.  "Ibu, aku lapar," kata Ali. "Baiklah kalau begitu kita akan mencari makan dulu sebelum mendaki," kata Ibu.

Mereka pun akhirnya menemukan restoran dan makan di situ. Setelah mereka selesai makan bersama, mereka melanjut kan perjalanan mendaki. 


Mereka mendaki gunung dengan sepeda. 
"Ayah, aku lelah," kata Ali 
"Baiklah kalau begitu, kita istirahat dulu!" Kata Ayah kepada semua kelarganya.


Saat istirahat Acil tidak sengaja bertemu dengan teman-temannya, yaitu Doki, Tara, Monmon, Sulu, dan Lia.
"Hai teman-teman," sapa Acil.
"Hallo juga Acil," sapa teman-teman kepada Acil.


Setelah selesai  beristirahat merekapun mendaki gunung bersama dan sambil bernyanyi, agar tidak bosan. 
"Teman-teman kita bernyanyi yuk!" Ajak Lia kepada teman-teman yang lainnya.

"Ayo kita bernyanyi," sahut Acil.

Mereka pun bernyanyi, 

"Naik naik kepuncak gunung tinggi tinggi sekali

Kiri kanan kulihat saja banyak pohon cemara..

Kiri kanan kulihat saja banyak pohon cemara.."

Setelah sekian lama bernyanyi merekapun sampai ke puncak Gunung. Saat mereka bernyanyi mereka tidak terasa kalau sudah sampai. Mereka pun mengeluarkan alat kemping dan bermalam di gunung. Hari sudah mulai gelap, Ayah Acil dan Ayah Sulu segera menyalakan api unggun. 

Bintang-bintang di langit sudah mulai terlihat. Mereka semua segera melihat bintang yang ada dilangit itu.  Ayah Monmon juga tak lupa untuk memotret bintang itu. Hari sudah semakin gelap, mereka pun masuk kedalam tenda masing-masing dan tidur.

Kesokan harinya keluarga Acil sudah bangun dan juga keluarga Doki. Mereka menyiapkan makan untuk sarapan pagi. Matahari sudah terlihat. Mereka semua bangun dan sarapan pagi. 

"Teman-teman ayo makan bersama!" Ajak Acil.

"Oke," sahut teman yang lain.

Mereka pun makan bersama. Saat pukul 10.05 mereka segera membereskan tenda dan alat alat kemping lainnya. Semua keluarga pun turun dan berpamitan. Sesampainya di tempat parkir merekapun berpamitan dan pulang kerumah masing-masing.

Keluarga Acil sudah sampai di rumah. Sang adik yang lelah tertidur. Acil pun membangunkan Ali untuk membantu membereskan semua. Semua peralatan sudah beres dan merekapun beristirahat.




Melodi dalam Keheningan

Lima tahun berlalu begitu saja, entah apa yang sudah terjadi sebelumnya, semua hanya seperti angin lewat begitu saja tidak ada hari yang cuk...