Rabu, 03 Juli 2019

Acil Anak Yang Pintar

Di suatu hari, ada seorang anak yang bernama Acil. Ia sangat pintar dalam pelajaran apapun.
Ketika ibu guru memberikan soal matematika kepada semua murid, Acil paling cepat mengerjakan soal matematika karena, dari kecil ia di ajarkan pelajaran matematika. "Bu, saya sudah selesai 10 soal itu!" Acil teriak dan, ia pun mau untuk di nilai, apalagi soal ujian maupun ulangan dia seringkali mendapat nilai A.

Sesampainya dirumah ia pun mempelajari kembali halaman selanjutnya, "Acil, mama minta tolong belikan sayuran sama adik ya!" mama Acil meminta tolong dengan ia dan adiknya yang bernama Ali. "Iya, bu aku akan segera dengan Ali!" jawab Acil. Di tengah perjalanan Acil bertemu dengan teman-temannya, "Acil kamu mau kemana?" tanya teman Acil  ''aku mau pergi kepasar dulu!" bilang Acil. Setelah sampai di pasar Acil membeli beberapa buah dan sayuran.

Karena dirinya menyukai buah-buahan. Lalu adik Acil minta dibelikan mainan yang dia sukai, "Kak, aku mau beli mainan lagi, boleh nggak?" tanya Ali  "boleh saja dik" jawab Acil. Sepulang dari pasar, teman Acil masih saja menunggu di depan pintu pasar. "Kalian ngapain disini?'' tanya Acil "eeee.....  kita menunggu kamu disini untuk belajar denganmu cil" jawab teman-teman Acil "Oke, baiklah, ayo ikut aku" Acil membolehkan teman-temannya untuk ikut.

Lalu mereka semakin belajar dengan giat dirumah Acil. "Acil, ini buku apa?" tanya salahsatu temannya yang bernama Tara "oh.., itu buku fisika dan biologi" jawab Acil. ''Apa kamu bisa mengerjakan soal fisika dan biologi?" tanya lagi "tentu bisa!" jawab Acil. Setelah empat jam belajar mereka pun beristirahat selama dua jam. Acil hanya beristihat satu jam, Acil membuatkan soal matematika kepada teman-temannya. Selain itu Acil juga pandai berbahasa Inggris, ia bahasa Inggrisnya sangat lancar.

lalu setelah sekian lama belajar, akhirnya Acil membolehkan teman-temannya untuk pulang kerumah.
Saatnya Acil untuk membereskan mejabelajar yang sangat lebar dan panjang. Akhirnya Acil tertidur di lantai beserta dengan karpetnya. "Ya ampun Acil, sudah tertidur di lantai aja, anakku memang gitu ya." ibu pun sedikit protes. Esok harinya, "kring...kring...kring..." alarm Acil berbunyi, Acil pun terbangun dengan kaget. setelah itu ia turun untuk sarapan pagi dan berolahraga.

Ali dengan buru-burunya sampai memanggil kakaknya yang sedang berganti baju. "kakakk........ ayo cepat kak aku nggak sabar nih!" teriak Ali "Iya... sabar kakak mau keluar". Lalu teman teman Acil juga ikut berolahraga bermanya serta dengan keluarganya.



"Seruya olahraga bersama satu sekolah gini" seru Acil "iya nih, seru makin banyak makin seru" Tara juga ikut berseru.










Selasa, 02 Juli 2019

Asal Usul Kota Surabaya ( INDONESIA JAWA TIMUR)

Alkisah pada zaman dulu kala, ditempat yang sekarang menjadi Kota Surabaya, hiduplah dua hewan yang saling bermusuhan. Kedua hewan itu adalah Sura si ikan hiu, dan Baya di buaya. Mereka bisa berkelahi sampai berhari-hari hanya untuk memperebutkan mangsa. Hingga suatu hari Sura si ikan hiu merasa sangat jenuh dengan perkelahiannya dengan si Baya. Ia pun merasa tak enak hati kepada hewan lain yang pasti selalu ternggangu oleh perkelahiannya itu.

Maka terbitlah idenya untuk hidup berdampingan dengan damai bersama Baya. " Baya, kamu bosan nggak dengan perkelahian kita ini? Kalau aku , aku sudah sangat lelah dan bosan," Sura menggutarakan perasaannya kepada Baya. "Sebenarnya aku pun merasa begitu, Sura. Aku juga tak suka terus berkelahi." Si Baya ternyata memiliki perasan sama seperti Sura. "Nah, bagaimana jika kita berdamai saja, Baya? Aku punya ide yang bagus agar kita bisa berdamai." kata si Sura.

" Oh, ya? ide apa itu, Sura?" Baya bertanya dengan penuh minat. " Aku mengusulkan kita menentukan batas wilayah kita masing-masing untuk mencari mangsa. Aku menguasai daerah laut, sedangkan kamu wilayak daratan. Kita tidak boleh mencari mangsa yang bukan wilayah kita."  "Hmm, ide yang bagus. Kamu berjanji kalau kamu benar-benar akan menaati peraturan ini, kan? Aku pasti akan menaati." Baya menaggapi usulan Sura.

"Tentu saja, Baya. Bukankah aku yang menguratakan ide ini, sudah pasti aku juga akan menaatinya," tegas Sura. Mulai saat itu, Sura dan Baya benar - benar menaati peraturan yang sudah mereka sepakati bersama. Selama beberapa waktu, mereka hidup damai. Tidak pernah terjadi perkelahian lagi. Baya asyik mencari mangsa di daerah daratan, sedangkan Sura di laut. Hewan - hewan lain dim-diam juga merasa bahagia dengan pekelahian ini.

Daratan dan lautan sungguh terasa nyaman dan tenang. Sampai sutau hari, Sura mulai tergoda untuk berburu mangsa di sungai yang sebenarnya barada di wilayah daratan. Sura bosan dengan mangsa di lautan. Ia ingin mencicipi ikan air tawar. Ia pun menyelinap ke sungai dan mencari mangsa di sana. Awalnya, aksinya itu tidak diketahiu oleh Si Baya. Karena merasa aman, ia makin sering pergi kesungai hingga akhirnya tertangkap basah oleh si Baya.

"Hai Sura, apa yang kau lakuakan disini? ini kan wilayah kekuasaanku. Mengapa kamu mencari mangsamu disini ? Kamu sudah melnggar peraturan yang kamu buat sendiri!" Baya menggeram marah melihat keberadaan Sura. "Baya, kamu salah, aku kan berburu di dalam sungai, yang berarti air. Aku tidak berburu di daratan tempat tinggalmu itu," Sura mengelak. "Tapi, ini wilayahku, sungaikan ada di daratan! Kamu tidak berhak disini.

Bukankah kamu kamu sendiri yang mengatakan kalau wilayahmu hanya di lautan?" Baya makin geram mendengar pembelaan Sura. "Tapi, sungai dan lautankan berhubungan," Sura tetap bertahan dengan pendapatnya. "Jadi, kamu menantang aku, ya?" Baya makin naik pitam.
"Ayo, aku ladeni kamu! Aku tidak takut. kali ini pemenang nya dapat berburu dimana pun ia mau. Tak ada batasan !" Sura mulai terpancing emosinya.

Merekapun kembali berdue dengan sengit. Pertarungan kali ini sangat penting karena pemenangnya akan mendapatkan wilayah yang berburu paling luas. Tanpa kenal lelah, masing-masing terus mendesak lawannya,mengeluarkan jurus duel paling hebat. Sampai akhirnya, Sura berhasil menggigit putus ekor Baya. Air sungaipun menjadi merah darah. Dengan luka parah, Baya tetap berusaha menyerang. Ia pun berhasil menggigit ekor Sura sampai hampir putus.

Sura berteriak kesakitan dan melarikan diri kelautan lepas. Baya merasa sangat puas, sekarang ia bebas berburu ke lautan. Untuk menang beduel Sura dan Baya, penduduk sekitar menamakan lokasi pertempuran itu 'Surabaya.' Bahkan, ikan hiu dan buaya dijadikan lambang Kota Surabaya sampai saat ini.

Fakta Kota Surabaya:
(. Surabaya merupakan ibukota Provinsi Jawa Timur. Juga menjadi salah satu kota besar di Indonesia.

. Kota Surabaya juga mendapat julukan Kota Pahlawan kerena banyak peristiwa bersejarah di Kota ini.

. Pendapat lain mengatakan nama Kota Surabaya berasal dari kata "selamat dari bahaya" yang disingkat menjasi Surabaya. Sementara itu, simbol ikan hiu dan buaya menggambarkan sikap heroik pasukan Majapahit yang dipimpin oleh Raja Raden Wijaya saat melawan pasukan Mongol.)

Melodi dalam Keheningan

Lima tahun berlalu begitu saja, entah apa yang sudah terjadi sebelumnya, semua hanya seperti angin lewat begitu saja tidak ada hari yang cuk...