Di suatu hari, ada seorang anak yang bernama Acil. Ia sangat pintar dalam pelajaran apapun.
Ketika ibu guru memberikan soal matematika kepada semua murid, Acil paling cepat mengerjakan soal matematika karena, dari kecil ia di ajarkan pelajaran matematika. "Bu, saya sudah selesai 10 soal itu!" Acil teriak dan, ia pun mau untuk di nilai, apalagi soal ujian maupun ulangan dia seringkali mendapat nilai A.
Sesampainya dirumah ia pun mempelajari kembali halaman selanjutnya, "Acil, mama minta tolong belikan sayuran sama adik ya!" mama Acil meminta tolong dengan ia dan adiknya yang bernama Ali. "Iya, bu aku akan segera dengan Ali!" jawab Acil. Di tengah perjalanan Acil bertemu dengan teman-temannya, "Acil kamu mau kemana?" tanya teman Acil ''aku mau pergi kepasar dulu!" bilang Acil. Setelah sampai di pasar Acil membeli beberapa buah dan sayuran.
Karena dirinya menyukai buah-buahan. Lalu adik Acil minta dibelikan mainan yang dia sukai, "Kak, aku mau beli mainan lagi, boleh nggak?" tanya Ali "boleh saja dik" jawab Acil. Sepulang dari pasar, teman Acil masih saja menunggu di depan pintu pasar. "Kalian ngapain disini?'' tanya Acil "eeee..... kita menunggu kamu disini untuk belajar denganmu cil" jawab teman-teman Acil "Oke, baiklah, ayo ikut aku" Acil membolehkan teman-temannya untuk ikut.
Lalu mereka semakin belajar dengan giat dirumah Acil. "Acil, ini buku apa?" tanya salahsatu temannya yang bernama Tara "oh.., itu buku fisika dan biologi" jawab Acil. ''Apa kamu bisa mengerjakan soal fisika dan biologi?" tanya lagi "tentu bisa!" jawab Acil. Setelah empat jam belajar mereka pun beristirahat selama dua jam. Acil hanya beristihat satu jam, Acil membuatkan soal matematika kepada teman-temannya. Selain itu Acil juga pandai berbahasa Inggris, ia bahasa Inggrisnya sangat lancar.
lalu setelah sekian lama belajar, akhirnya Acil membolehkan teman-temannya untuk pulang kerumah.
Saatnya Acil untuk membereskan mejabelajar yang sangat lebar dan panjang. Akhirnya Acil tertidur di lantai beserta dengan karpetnya. "Ya ampun Acil, sudah tertidur di lantai aja, anakku memang gitu ya." ibu pun sedikit protes. Esok harinya, "kring...kring...kring..." alarm Acil berbunyi, Acil pun terbangun dengan kaget. setelah itu ia turun untuk sarapan pagi dan berolahraga.
Ali dengan buru-burunya sampai memanggil kakaknya yang sedang berganti baju. "kakakk........ ayo cepat kak aku nggak sabar nih!" teriak Ali "Iya... sabar kakak mau keluar". Lalu teman teman Acil juga ikut berolahraga bermanya serta dengan keluarganya.
"Seruya olahraga bersama satu sekolah gini" seru Acil "iya nih, seru makin banyak makin seru" Tara juga ikut berseru.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Melodi dalam Keheningan
Lima tahun berlalu begitu saja, entah apa yang sudah terjadi sebelumnya, semua hanya seperti angin lewat begitu saja tidak ada hari yang cuk...
-
Lima tahun berlalu begitu saja, entah apa yang sudah terjadi sebelumnya, semua hanya seperti angin lewat begitu saja tidak ada hari yang cuk...
-
Dahulu kala di Kepulauan Riau, kaum ikan tongkol dan ayam bersahabat erat. Mereka saling membantu satu sama lain. Sampai suatu hari, Raja ...
-
P ada pagi hari, Acil masih tidur. Lalu Ibunya membangunkan Acil untuk bersiap makan, mandi, dan juga berangkat kesekolah. "Acil, ayo...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar