Selasa, 02 Juli 2019

Asal Usul Kota Surabaya ( INDONESIA JAWA TIMUR)

Alkisah pada zaman dulu kala, ditempat yang sekarang menjadi Kota Surabaya, hiduplah dua hewan yang saling bermusuhan. Kedua hewan itu adalah Sura si ikan hiu, dan Baya di buaya. Mereka bisa berkelahi sampai berhari-hari hanya untuk memperebutkan mangsa. Hingga suatu hari Sura si ikan hiu merasa sangat jenuh dengan perkelahiannya dengan si Baya. Ia pun merasa tak enak hati kepada hewan lain yang pasti selalu ternggangu oleh perkelahiannya itu.

Maka terbitlah idenya untuk hidup berdampingan dengan damai bersama Baya. " Baya, kamu bosan nggak dengan perkelahian kita ini? Kalau aku , aku sudah sangat lelah dan bosan," Sura menggutarakan perasaannya kepada Baya. "Sebenarnya aku pun merasa begitu, Sura. Aku juga tak suka terus berkelahi." Si Baya ternyata memiliki perasan sama seperti Sura. "Nah, bagaimana jika kita berdamai saja, Baya? Aku punya ide yang bagus agar kita bisa berdamai." kata si Sura.

" Oh, ya? ide apa itu, Sura?" Baya bertanya dengan penuh minat. " Aku mengusulkan kita menentukan batas wilayah kita masing-masing untuk mencari mangsa. Aku menguasai daerah laut, sedangkan kamu wilayak daratan. Kita tidak boleh mencari mangsa yang bukan wilayah kita."  "Hmm, ide yang bagus. Kamu berjanji kalau kamu benar-benar akan menaati peraturan ini, kan? Aku pasti akan menaati." Baya menaggapi usulan Sura.

"Tentu saja, Baya. Bukankah aku yang menguratakan ide ini, sudah pasti aku juga akan menaatinya," tegas Sura. Mulai saat itu, Sura dan Baya benar - benar menaati peraturan yang sudah mereka sepakati bersama. Selama beberapa waktu, mereka hidup damai. Tidak pernah terjadi perkelahian lagi. Baya asyik mencari mangsa di daerah daratan, sedangkan Sura di laut. Hewan - hewan lain dim-diam juga merasa bahagia dengan pekelahian ini.

Daratan dan lautan sungguh terasa nyaman dan tenang. Sampai sutau hari, Sura mulai tergoda untuk berburu mangsa di sungai yang sebenarnya barada di wilayah daratan. Sura bosan dengan mangsa di lautan. Ia ingin mencicipi ikan air tawar. Ia pun menyelinap ke sungai dan mencari mangsa di sana. Awalnya, aksinya itu tidak diketahiu oleh Si Baya. Karena merasa aman, ia makin sering pergi kesungai hingga akhirnya tertangkap basah oleh si Baya.

"Hai Sura, apa yang kau lakuakan disini? ini kan wilayah kekuasaanku. Mengapa kamu mencari mangsamu disini ? Kamu sudah melnggar peraturan yang kamu buat sendiri!" Baya menggeram marah melihat keberadaan Sura. "Baya, kamu salah, aku kan berburu di dalam sungai, yang berarti air. Aku tidak berburu di daratan tempat tinggalmu itu," Sura mengelak. "Tapi, ini wilayahku, sungaikan ada di daratan! Kamu tidak berhak disini.

Bukankah kamu kamu sendiri yang mengatakan kalau wilayahmu hanya di lautan?" Baya makin geram mendengar pembelaan Sura. "Tapi, sungai dan lautankan berhubungan," Sura tetap bertahan dengan pendapatnya. "Jadi, kamu menantang aku, ya?" Baya makin naik pitam.
"Ayo, aku ladeni kamu! Aku tidak takut. kali ini pemenang nya dapat berburu dimana pun ia mau. Tak ada batasan !" Sura mulai terpancing emosinya.

Merekapun kembali berdue dengan sengit. Pertarungan kali ini sangat penting karena pemenangnya akan mendapatkan wilayah yang berburu paling luas. Tanpa kenal lelah, masing-masing terus mendesak lawannya,mengeluarkan jurus duel paling hebat. Sampai akhirnya, Sura berhasil menggigit putus ekor Baya. Air sungaipun menjadi merah darah. Dengan luka parah, Baya tetap berusaha menyerang. Ia pun berhasil menggigit ekor Sura sampai hampir putus.

Sura berteriak kesakitan dan melarikan diri kelautan lepas. Baya merasa sangat puas, sekarang ia bebas berburu ke lautan. Untuk menang beduel Sura dan Baya, penduduk sekitar menamakan lokasi pertempuran itu 'Surabaya.' Bahkan, ikan hiu dan buaya dijadikan lambang Kota Surabaya sampai saat ini.

Fakta Kota Surabaya:
(. Surabaya merupakan ibukota Provinsi Jawa Timur. Juga menjadi salah satu kota besar di Indonesia.

. Kota Surabaya juga mendapat julukan Kota Pahlawan kerena banyak peristiwa bersejarah di Kota ini.

. Pendapat lain mengatakan nama Kota Surabaya berasal dari kata "selamat dari bahaya" yang disingkat menjasi Surabaya. Sementara itu, simbol ikan hiu dan buaya menggambarkan sikap heroik pasukan Majapahit yang dipimpin oleh Raja Raden Wijaya saat melawan pasukan Mongol.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Melodi dalam Keheningan

Lima tahun berlalu begitu saja, entah apa yang sudah terjadi sebelumnya, semua hanya seperti angin lewat begitu saja tidak ada hari yang cuk...