Tampilkan postingan dengan label Dongeng/Fairy tales. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dongeng/Fairy tales. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Maret 2021

INDONESIA-ENGLISH Lidah Sang Musang-The Weasel's Tongue

INDONESIA

                                 Lidah Sang Musang

Pada suatu hari, seekor Musang menemukan seekor tikus, dan buru-buru lari untuk mengejar tikus itu. Tikus itu melihat lubang di dinding batu dan masuk ke dalam lubang itu. Musang itu mengigit ke dalam batu itu sampai gigi di copot dan dia melompat kesakitan.

Musang itu bersembunyi di sekitar lubang untuk menunggu saatnya tikus akan keluar. Setelah langit sudah mulai gelap, Si Tikus mulai keluar dari lubang tersebut. Si Musang melihat kesempatan itu, dia langsung melompat dan menangkap Si Tikus. Si Musang pun berpikir: " Aku akan memakan Tikus ini sedikit demi sedikit dan perlahan-lahan sebagai pembalasan dendam alan gigi ku yang copot."

Tetapi Si Musang tidak mempunyai gigi, bagaimana dia mau memakan Tikus itu? Memikirkan Tikus ini telah membuat dia rugi besar, Musang langsung berkata: "Lupakan saja, aku tidak mempunyai gigi, dan aku akan menggunakan lidah ku dan menjilatmu sampai mati."

Lalu sedikit demi sedikit Musang itu menjilat rambut Si Tikus terlebih dahulu, lalu nampaklah daging merahnya dan kultnya yang manis, setelah itu tulangnya pun dimakan hingga tak ada sisa.

Binatang-binatang di hutan sangat terintimidasi oleh kekejaman Si Musang. Setelah itu, tidak ada siapapun yang berani melawan Si Musang. Jika mereka melihat Si Musang mereka semua akan membungkuk kepada dia dengan rasa hormat. Si Musang pun di dalam hati sangat bangga akan dirinya sendri.

Suatu hari, Si Musang pergi ke bawah gunung dan pergi ke perdesaan. Dia pergi ke Penempa besi dan melihat Penempa besi itu tidak peduli atas kehadiranya Si Musang. Si Musang dengan marah dan berkata: " Hey! Kau melihat aku, mengapa kau tidak menyapaku? Apa kau sudah bosan hidup?" Penempa besi itu melihat Si Musang dan tidak menghiraukannya.

Si Musang berkata kembali: "Kekuatan menjilat lidahku nomor satu di dunia, jika kamu membuatku marah maka aku akan menjilatmu sampat mati." Penempa besi itu tertawa, dan menunjuk ke pojok dan sambil berbicara: " Di situ aku punya kikir baru yang besar, jika kau bisa menjilat iru aku akan menghormatimu sebagai Raja.

Kemudian Si Musang kembali berkata: "Bisa apa satu kikir kecil?"  Si Musang pun mengambil kikirnya dan menjilatnya beberapa kali lalu melihat lidahnya terluka dan mencucurkan banyak sekali darah. Si Musang itu merasa kesakitan dan tidak sanggup lagi menjilat kikir itu lagi. 

Kemudian Si Musang itu pun menyerah.



English

                              The Weasel's Tongue

One day, a Weasel found a mouse, and rushed to run to chase the mouse. The mouse saw a hole in the stone wall and entered the hole. The weasel bit into the rock until his teeth fell out and he jumped in pain.

The weasel hid around the hole to wait for the mice to come out. After the sky was getting dark, the mouse started to come out of the hole. The Weasel saw the opportunity, he immediately jumped and caught the Rat. The Weasel also thought: "I will eat this rat little by little and slowly as revenge for my lost teeth."

But The Weasel has no teeth, how will he eat the Rat? Thinking that this Rat has made him a big loss, Weasel immediately said: "Forget it, I have no teeth, and I will use my tongue and lick you to death."

Then little by little the Weasel licked the mouse's hair first, then the red meat and sweet cult appeared, after which the bones were eaten until there was no trace.

The beasts of the forest were deeply intimidated by the ferocious Weasel. After that, no one dared to fight The Weasel. If they saw the Weasel they would all bow to him with respect. The Weasel was very proud of himself in his heart.

One day, the Weasel went under the mountain and went to the countryside. He went to the Ironsmith and saw that the smith did not care about the Weasel's presence. The Weasel angrily said: "Hey! You saw me, why didn't you greet me? Are you tired of living?" The iron smith saw the Weasel and paid him no heed.

The Weasel said again: "The power of licking my tongue is number one in the world, if you make me angry then I will lick you to death." The iron smith laughed, and pointed to a corner and while speaking: "There I have a big new miser, if you can lick it I will respect you as King.

Then the Weasel again said: "What can one little miser?" The Weasel also took his file and licked it several times then saw his tongue was injured and shed a lot of blood. The Weasel was in pain and could no longer lick the miser anymore.

Then the Weasel gave up.




INDONESIA-ENGLISH Serigala Ekor Besar yang Sombong - The Arrogant Big Tailed Wolf

Indonesia 
                          Serigala Ekor Besar yang Sombong 

Disebuah hutan cantik yang dihuni oleh penduduk manis. Kambing Kecil menarik rumput, Rusa Kecil mengumpulkan daun pohon, dan Burung Kecil mencari cacing. Hidup mereka memang berbeda, tetapi mereka sangat akrab satu sama lain.

Tetapi suatu hari, dari hutan datanglah seekor Serigala Ekor Besar yang sombong. Melihat Kambing Kecil sedang menarik rumput, dia berteriak kepada Kambing Kecil: "Kamu tidak boleh memakan rumput itu. Rumput itu milikku!" Sang Serigala juga tidak memberikan izin kepada Rusa Kecil untuk memetik daun-daun pohon, dan Burung Kecil pun tidak boleh mencari cacing.

Itu adalah Serigala Ekor Besar, dia sangat sombong! Kambing Kecil, Rusa Kecil, dan Burung Kecil pun meninggalkan hutan. Hutan sekarang terasa sangat sepi. Serigala Ekor Besar yang sangat sombong pun juga merasa kesepian.

Suatu hari, Burung Kecil sedang mencari cacing untuk dimakan di serikitar rerumputan. Serigala Ekor Besar pun melihat Burung Kecl langsung melompat dan mengejar untuk menangkap Burung Kecil. Saat Sang Serigala memegang Burung Kecil dia mendengar suara "Sekarang
! waktunya angkat seluruh badan dia dari tanah".

Ternyata, Burung Kecil meminta bantuan Tuan Gajah Besar yang seorang pemberani untuk memberikan pelajaran. Tuan Gajah Besar mengangkat dengan belalainya yang kuat, mengayun Serigala Ekor Besar ke kiri dan Ke kanan. Burung Kecil dengan senangnya berseru: "Bagus! Bagus!".

Serigala Ekor Besar merasakan kepahitan lalu berjanji untuk tidak sombong lagi. Tuan Gajah Besar serta Kambing Kecil, Rusa Kecil, dan Burung Kecil kembali ke kehidupan mereka seperti sebelumnya dan hidup bersama dengan bahagia.

Moral dari cerita tersebut adalah, "Janganlah kita berbuat sombong atau berpikir itu semua adalah milikku. Kita boleh berbuat baik kepada orang lain, tetapi jangan sombongkan diri kita sendiri kepada orang lain, sama saja kita mempermalukan diri sendiri."

English
                             The Arrogant Big Tailed Wolf

In a beautiful forest inhabited by sweet people. The Little Goat pulls the grass, the Little Deer collects tree leaves, and the Little Bird looks for worms. Their lives were different, but they were very close to each other.

But one day, from the forest came an arrogant Big Tailed Wolf. Seeing the Little Goat pulling the grass, he shouted to the Little Goat: "You must not eat the grass. The grass is mine!" The Wolf also did not give the Little Deer permission to pluck the tree leaves, and the Little Bird was not allowed to look for worms.

It was a large tailed wolf, he was so arrogant! Little Goats, Little Deer, and Little Birds left the forest. The forest now feels very lonely. The very proud Big Tailed Wolf also felt lonely.

One day, Little Bird was looking for worms to eat around the grass. The Big Tailed Wolf saw the Little Bird immediately jumped and chased to catch the Little Bird. As the wolf held the Little Bird he heard a sound "Now! time to lift her whole body off the ground ".

As it turned out, Little Bird asked Tuan Besar Gajah, a brave man, to teach a lesson. Lord Great Elephant raised with his strong trunk, swinging the Big Tailed Wolf left and right. Little Bird happily exclaimed: "Good! Good!".

The Big Tailed Wolf felt bitterness and promised not to be arrogant anymore. Master Big Elephant and Little Goat, Little Deer, and Little Bird returned to their previous life and lived happily together.

The moral of the story is, "Let's not be arrogant or think it's all mine. We can do good to others, but don't boast about ourselves to others, it's just as if we embarrass ourselves."

Selasa, 26 Maret 2019

Pak Ha San dan Seekor serigala

Seekor serigala yang terluka oleh pemburu bertemu dengan Tuan Ha San disebuah persimpangan jalan. Serigala itu berkata dengan memelas kasih: "Sekarang aku hampair mati, tetapi jika kamu bisa menyelamatkan nyawa ku, aku pasti membalas kebaikanmu."
              Tuan Ha San pun mengosongkan sebuah kantong untuk memasukan sang Serigala
kedalamnya. Sang Serigala melekungkan tubuhnya, sampai pelanya dibawah

dan ekornya diatas, Tuan Ha San pun mengikat keempat kakinya erat-erat. Tuan Ha San pun
memasukan Sang Serigala ke dalam kantongnya dan mulai jalan ke arah utara.
Tidak lama kemudian, Seorang Pemburu mendatangi Tuan Ha San
dan menanyakan apakah  dia melihat seekor seriagala yang terluka.
Tuan Ha San pun menjawab:

"Di bawah gunung ada sebuah persimpangan jalan, sepertinya aku
melihat seekor serigala jalan disekitar situ." Sang Pemburu mendengar
berita ini lalu pergi. Setelah Si Pemburu pergi berjalan, Sang Seriala berbicara di dalam
kantong: "Terimakasih banyak, Tuan kau telah menyelamatkan saya. Bisakah
kau keluarkan aku, biarkan aku bisa membalas budimu!"
         
Tetapi setelah Sang Serigala dilepaskan dari kantongnya dia langsung berbicara:
"Barusan kau sudah menyelamatkan nyawaku, tetapi sekarang
aku sangat kelaparan, bagaimana jika kau memberikan tubuhmu untuk aku makan
untuk menyelamatkan jiwaku?" setelah berbicara ini Sang
Serigalapun melompat kepada Tuan Ha San.

Tuan Ha San buru-buru menghindari, tetapi keledai berdiri diantaranya Tuannya
dan Sang Serigala. Tuan Ha San terus mundur ketakutan
akan sang serigala, kemudian dia berkata: "Jika ada tiga orang tua
yang bilang kau boleh memakan aku, aku akan membiarkanmu
memakanku."

Sang Serigala mendengar itu pun setuju dan senang. Tetapi di depan tidak ada
pejalan kaki, lalu Sang Serigala menyuruh Tuan Ha San
bertanya kepada pohon apricot. Pohon apricot tua itu berkata: "Orang menanm
aku hanya untuk memakan buahku, menjual buahku, sampai
aku tua pun mereka mau memotong aku untuk dijual.

Lalu mengapa Sang Serigala tidak bole memakan kamu? Sang Serigala
mendengarnya sangat bangga. Tidak jauh dari pohon
ada seekor sapi, lalu sang serigala menyuruh Tuan Ha San bertanya kepada
sapi itu. Sapi itu berkata: " Saat aku diberikan kepada seorang petani.
Dia memakai ku untuk menarik gerobak dan membajak lahan pertanian untuk memberi

makan seluruh keluarganya. Sekarang aku sudah tua, tapi dia tetap ingin membunuhku untuk
menjual daging dan sisa tubuhku demi uang. Lalu mengapa Sang Serigala
tidak boleh memakan kamu?'' Sang Serigala mendengar itu pun langsung sombong.
Tidak lama ada seorang Tua datang. Tuan Ha San pun berbicara dengan
dia untuk memohon untuk keadilan.

''Kedua sisi kalian ada benar nya, dan aku sediri pun tidak bisa mengambil keputusan.
Jika kamu mau, masuk saja kedalam kantong sekali lagi,
aku bisa mendengar penjelasan dan permulaan maslah ini. Dan jika Tuan Ha San terbukti
bersalah kau bisa memakannya sesuka hati mu.''  Sang serigala senang
saat mendengar bujukan orang tua itu, dan masuk kedalam kantong untuk kedua kalinya,

tetapi dia tidak memikirkan atau menduga apa yang akan terjadi. Sang serigala itu hanya
menunggu prdang Tuan Ha San dab orang tua itu.

Selasa, 19 Juni 2018

Aldi dan keluarganya memiliki peternakan dan pertanian

Disebuah rumah yang sangat luas dan indah, ada sebuah keluarga yang memiliki pertanian dan peternakan hewan. Dan keesokan harinya mereka sudah bekerja, "Dik kamu tugasnya memeras susu kambingnya!" kata kakaknya kepada adiknya. Lalu Aldi langsung mengambil satu persatu kambing dan Aldi juga perlu mengambil makanan kambing.

Kakaknya Siti juga memeras susu sapi, ia juga perlu mengambil makanan untuk si sapi. Ibunya dan ayahnya menanam wortel dan jagung,  sebagian untuk dijual kepasar. Mereka semua harus bekerja keras untuk kepentingan semua. Setelah semua selesai Aldi dan Siti langsung mencuci tangan dan mereka langsung bermain dengan kambing kecil dan sapi kecil. Setelah sudah selesai bermain Aldi dan Siti langsung mencuci tangan dan makan siang.

Setelah ayah, ibu, Aldi, dan Siti makan siang,  Aldi dan Sitipun langsung mandi selesai mandi mereka pun belajar untuk mengumpulkan PR yang di berikan kepada pak guru.Selesai belajar mereka pun tidur siang. Setelah mereka bangun hari sudah sore saatnya mereka mandi sore, Siti pun terlupa ia belum menata buku untuk besok "Aduh aku kelupaan menata buku buat besok pagi aduh gawat nih" kata Siti sambil mengigatnya kembali.

Setelah selesai menata buku Siti langsung menuju kepertanian ayah dan ibu. Ibu, ayah, dan Aldi sudah memulai bekerja kembali. Lalu ayah memeberiya tugas untuk menyirami semua jagung dan wortel yang belum tumbuh, lalu Siti langsung mengambil air dan setelah itu menyirami wortel dan jagung. Dan semua sudah selesai bekerja Siti dan keluarga mencuci tangan. Setelah selesai mencuci tangan dan mereka pun makan. Setelah itu Siti dan Aldi pun kembali balajar kembali .

Setelah selesai belajar Aldi dan Siti tebak - tebakan bersama dan mereka pun mulai menjadi ingat kembali dengan apa yang di pelajarinya. Dan selesai belajar mereka pun turun dan memasak susu untuk di minum bersama, dan selesai minum susu mereka minum air putih dan minum vitamin yang sama banyaknaya. Dan selesai mereka semua langsung kembali tidur.


Senin, 18 Juni 2018

Kota yang ditempati lebah besar

Disebuah kota yang sangat buruk ada seekor lebah yang sangat besar. Semua warga sangat ketakutan, dan beberapa warga menelpon Jimy untuk membantu. Jimy langsung bergagas untuk keluar rumah, melihat keadaan kotanya yang sangat berantakan karena ulah si lebah besar.

Jimy langsung melawan lebah itu dan teryata lebah itu memiliki kekuatan yang sangat besar. Jimy mempunyai ide yang sangat sempurna bagi para lebah yang menempati kota. Jimy langsung memesan bunga sebanyak 800 bunga dan 1 mobil untuk dibawanya ke luar angkasa. Sebuah mobil sudah datang dengan pesanan bunga si Jimy, lalu Jimy langsung membawanya keluar angkasa lebah itu mengikutinya, setelah sampai di luar angkasa ia langsung melempar semuanya. Lalu Jimy kembali lagi ke bumi, seluruh warga berterimakasih kepada Jimy Jambul karena sudah menolong. Jimy Jambul sudah selesai pekerjaan nya saatnya Jimy beristiraat.

Melodi dalam Keheningan

Lima tahun berlalu begitu saja, entah apa yang sudah terjadi sebelumnya, semua hanya seperti angin lewat begitu saja tidak ada hari yang cuk...