Seekor serigala yang terluka oleh pemburu bertemu dengan Tuan Ha San disebuah persimpangan jalan. Serigala itu berkata dengan memelas kasih: "Sekarang aku hampair mati, tetapi jika kamu bisa menyelamatkan nyawa ku, aku pasti membalas kebaikanmu."
Tuan Ha San pun mengosongkan sebuah kantong untuk memasukan sang Serigala
kedalamnya. Sang Serigala melekungkan tubuhnya, sampai pelanya dibawah
dan ekornya diatas, Tuan Ha San pun mengikat keempat kakinya erat-erat. Tuan Ha San pun
memasukan Sang Serigala ke dalam kantongnya dan mulai jalan ke arah utara.
Tidak lama kemudian, Seorang Pemburu mendatangi Tuan Ha San
dan menanyakan apakah dia melihat seekor seriagala yang terluka.
Tuan Ha San pun menjawab:
"Di bawah gunung ada sebuah persimpangan jalan, sepertinya aku
melihat seekor serigala jalan disekitar situ." Sang Pemburu mendengar
berita ini lalu pergi. Setelah Si Pemburu pergi berjalan, Sang Seriala berbicara di dalam
kantong: "Terimakasih banyak, Tuan kau telah menyelamatkan saya. Bisakah
kau keluarkan aku, biarkan aku bisa membalas budimu!"
Tetapi setelah Sang Serigala dilepaskan dari kantongnya dia langsung berbicara:
"Barusan kau sudah menyelamatkan nyawaku, tetapi sekarang
aku sangat kelaparan, bagaimana jika kau memberikan tubuhmu untuk aku makan
untuk menyelamatkan jiwaku?" setelah berbicara ini Sang
Serigalapun melompat kepada Tuan Ha San.
Tuan Ha San buru-buru menghindari, tetapi keledai berdiri diantaranya Tuannya
dan Sang Serigala. Tuan Ha San terus mundur ketakutan
akan sang serigala, kemudian dia berkata: "Jika ada tiga orang tua
yang bilang kau boleh memakan aku, aku akan membiarkanmu
memakanku."
Sang Serigala mendengar itu pun setuju dan senang. Tetapi di depan tidak ada
pejalan kaki, lalu Sang Serigala menyuruh Tuan Ha San
bertanya kepada pohon apricot. Pohon apricot tua itu berkata: "Orang menanm
aku hanya untuk memakan buahku, menjual buahku, sampai
aku tua pun mereka mau memotong aku untuk dijual.
Lalu mengapa Sang Serigala tidak bole memakan kamu? Sang Serigala
mendengarnya sangat bangga. Tidak jauh dari pohon
ada seekor sapi, lalu sang serigala menyuruh Tuan Ha San bertanya kepada
sapi itu. Sapi itu berkata: " Saat aku diberikan kepada seorang petani.
Dia memakai ku untuk menarik gerobak dan membajak lahan pertanian untuk memberi
makan seluruh keluarganya. Sekarang aku sudah tua, tapi dia tetap ingin membunuhku untuk
menjual daging dan sisa tubuhku demi uang. Lalu mengapa Sang Serigala
tidak boleh memakan kamu?'' Sang Serigala mendengar itu pun langsung sombong.
Tidak lama ada seorang Tua datang. Tuan Ha San pun berbicara dengan
dia untuk memohon untuk keadilan.
''Kedua sisi kalian ada benar nya, dan aku sediri pun tidak bisa mengambil keputusan.
Jika kamu mau, masuk saja kedalam kantong sekali lagi,
aku bisa mendengar penjelasan dan permulaan maslah ini. Dan jika Tuan Ha San terbukti
bersalah kau bisa memakannya sesuka hati mu.'' Sang serigala senang
saat mendengar bujukan orang tua itu, dan masuk kedalam kantong untuk kedua kalinya,
tetapi dia tidak memikirkan atau menduga apa yang akan terjadi. Sang serigala itu hanya
menunggu prdang Tuan Ha San dab orang tua itu.
dan ekornya diatas, Tuan Ha San pun mengikat keempat kakinya erat-erat. Tuan Ha San pun
memasukan Sang Serigala ke dalam kantongnya dan mulai jalan ke arah utara.
Tidak lama kemudian, Seorang Pemburu mendatangi Tuan Ha San
dan menanyakan apakah dia melihat seekor seriagala yang terluka.
Tuan Ha San pun menjawab:
"Di bawah gunung ada sebuah persimpangan jalan, sepertinya aku
melihat seekor serigala jalan disekitar situ." Sang Pemburu mendengar
berita ini lalu pergi. Setelah Si Pemburu pergi berjalan, Sang Seriala berbicara di dalam
kantong: "Terimakasih banyak, Tuan kau telah menyelamatkan saya. Bisakah
kau keluarkan aku, biarkan aku bisa membalas budimu!"
Tetapi setelah Sang Serigala dilepaskan dari kantongnya dia langsung berbicara:
"Barusan kau sudah menyelamatkan nyawaku, tetapi sekarang
aku sangat kelaparan, bagaimana jika kau memberikan tubuhmu untuk aku makan
untuk menyelamatkan jiwaku?" setelah berbicara ini Sang
Serigalapun melompat kepada Tuan Ha San.
Tuan Ha San buru-buru menghindari, tetapi keledai berdiri diantaranya Tuannya
dan Sang Serigala. Tuan Ha San terus mundur ketakutan
akan sang serigala, kemudian dia berkata: "Jika ada tiga orang tua
yang bilang kau boleh memakan aku, aku akan membiarkanmu
memakanku."
Sang Serigala mendengar itu pun setuju dan senang. Tetapi di depan tidak ada
pejalan kaki, lalu Sang Serigala menyuruh Tuan Ha San
bertanya kepada pohon apricot. Pohon apricot tua itu berkata: "Orang menanm
aku hanya untuk memakan buahku, menjual buahku, sampai
aku tua pun mereka mau memotong aku untuk dijual.
Lalu mengapa Sang Serigala tidak bole memakan kamu? Sang Serigala
mendengarnya sangat bangga. Tidak jauh dari pohon
ada seekor sapi, lalu sang serigala menyuruh Tuan Ha San bertanya kepada
sapi itu. Sapi itu berkata: " Saat aku diberikan kepada seorang petani.
Dia memakai ku untuk menarik gerobak dan membajak lahan pertanian untuk memberi
makan seluruh keluarganya. Sekarang aku sudah tua, tapi dia tetap ingin membunuhku untuk
menjual daging dan sisa tubuhku demi uang. Lalu mengapa Sang Serigala
tidak boleh memakan kamu?'' Sang Serigala mendengar itu pun langsung sombong.
Tidak lama ada seorang Tua datang. Tuan Ha San pun berbicara dengan
dia untuk memohon untuk keadilan.
''Kedua sisi kalian ada benar nya, dan aku sediri pun tidak bisa mengambil keputusan.
Jika kamu mau, masuk saja kedalam kantong sekali lagi,
aku bisa mendengar penjelasan dan permulaan maslah ini. Dan jika Tuan Ha San terbukti
bersalah kau bisa memakannya sesuka hati mu.'' Sang serigala senang
saat mendengar bujukan orang tua itu, dan masuk kedalam kantong untuk kedua kalinya,
tetapi dia tidak memikirkan atau menduga apa yang akan terjadi. Sang serigala itu hanya
menunggu prdang Tuan Ha San dab orang tua itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar