Selasa, 14 Juli 2020

PETUALANGAN DI NEGERI DONGENG

Pada suatu hari, ada seorang yang bernama anak Nina dan Rico. Mereka sedang membaca buku di dekat pintu ajaib. Tiba-tiba ada suara minta tolong dari negeri yaitu Kerajaan Pelangi."Tolong bantu putri kami dia kehilangan sihirnya!". "Nina apakah kamu mendengar suara itu? Suara itu seperti teman kita dari Kerajaan Pelangi! Kita harus membantunya!" Tanya Rico dan sambil menegaskan kepada Nina. "Ya! aku mendengarnya kita harus segera kesana atau tidak mereka akan kehilangan sihirnya."

Jawab Nina. Mereka pun memasukan buku mereka kedalam tas mereka masing-masing. Lalu Nina membuka gerbang Kerajaan Pelangi dan berjalan di sepanjang karpet. Saat selama perjalan mereka menemukan Kerajaan Pelangi dan masuk kedalamnya. Rico pun berbicara kepada Sang Raja untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi. "Nina, Rico apakah kalian bisa membantu Kerajaan Pelangi yang telah kehilangan sihirnya ini?" tanya Sang Raja "Tentu saja kami bisa" jawabnya.

"Lalu apa yang bisa kami lakukan?" tanya Nina "Kalian harus melewati rinatangan yang sangat sulit , sangat berbahaya dan ada teka teki yang sangt sulit untuk ditemukan jawabanya! Lalu apakah kalian mampu untuk membantu Kerajaan Pelang yang kehilangan sihirnya?" Tegas Sang Ratu dan menanyakan kembali. " Baik! kami bisa melakukan itu " jawab Nina dan Rico . Lalu mereka meninggal kan Kerajaan Pelangi.

Tak lupa mereka diberikan sihir oleh Ratu untuk sebagai pelindung mereka. Rico dan Nina mengikuti peta yang ada dikertas tersebut 




Rico pun berjalan lebih depan dan ada hutan yang sangat lebat. Tetapi hutan itu tidak bisa dimasuki dan tidak bisa keluar. Di dalam hutan tersebut ada orang yang tidak bisa keluar kerna waktu itu mereka mencoba menerobos masuk kedalam hutan itu. Nina mencoba untuk masuk dengan kekuatan yang diberikan oleh Raja Ratu. "Ayo kita coba masuk dan memperbaiki keadaan dengan sihir yang diberikan oleh Sang Raja dan Sang Ratu" tegas Nina.

Nina mencoba masuk dan ia mengunakan sihir yang diberikan. Mereka pun berhasil masuk dan mereka menemukan sebuah teka-teki yang sangat rumit, namun tak masalah bagi Rico karena ia sangat pintar dalam menyelesaikan segala teka-teki. Rico pun meyelesaikan teka-teki yang sangat rumit itu. "Rico ayo cepat kalau tidak kita akan diusir dari hutan ini!" Nina pun menyemangati Rico agar dapat menyelesaikan dengan cepat. 

"Aku selesai!" Jawab Rico. Namun hal yang tidak ingin terjadi. "Hei! siapa kalian berdua ini?" tanya penjahat  "Kita adalah penolong Kerajaan Pelangi. Kita yang akan membantu mereka untuk mengembalikan sihir mereka. Karena kalian sudah mengambil sihir mereka dengan jumlah yang begitu banyak!!" tegas Rico dan Nina "Memangnya kalian bisa mengerjakan teka-teki dari yang kami buat? Kalo bisa silahkan tunjukan kepadaku!" Penyihirpun menyuruh mereka untuk menunjukan jawaban dari yang telah Rico kerjakan.

"ini kalau tidak percaya silahkan cek saja! dan kalau semua jawaban aku benar bebaskan semuanya kalau aku salah kamu boleh melakukan apa saja yang kamu mau" jawab Rico dan tegasnya. Penyihir pun membuka dan membaca apakah semuanya benar atau tidak. "Semua jawaban aku adalah benar semua. Jadi aku akan membebaskan semua yang ada di hutan ini" jawab penyihir  Lalu merekapun berjalan menuju tempat yang selanjutnya untuk menyelamatkan.

"Kemana selanjutnya kita akan pergi?" tanya Nina "Kita kan menuju sungai yang berbahaya" jawab Rico. Mereka menuju sungai berbahaya yang penuh dengan buaya yang sangat ganas milik para penyihir jahat. Lalu Nina memikirkan sejenak untuk bagaimana cara melewati sungai itu."Aku akan memulai dengan cara terbang kalau kita terbang menggunkan sihir yang di berikan oleh Raja dan Ratu itu akan mungin bisa mengunkannya .

Lalu yang kedua adalah dengan cara berenang dengan mengguanakan sihir. untuk yang ketiga adalah memanjat pohon dengan kekuatan kita sendiri" pikirnya. Lalu Rico pun bertanya " Bagai mana Nina kita harus melakukan apa?" " Kita harus terbang dengan cara yang lebih aman. kita bisa mengunakan sihir yang diberikan oleh Raja dan Ratu. Dan aku mempunyai Sihir terbang jadi tak masalah . Aku juga akan memberimu sihir itu padamu." Jawab Nina 

Jadi mereka lebih memutuskan untuk tebang dengan sihir terbang yang dimiliki oleh Nina. Nina dan Rico pun akhirnya terbang dengan sihir, tiba-tiba Nina berhenti dan melihat sesuatu yang berkilau.
"Rico, ayo ambil itu dan kita pergi ketempat selanjutnya" Nina menyuruh untuk segera mengambil sesuatu yang berkilau itu. Dan mereka pun berhasil mendapatkan sesuatu yang berkilau itu dan akan dibawanya ke Kerajaan Pelangi.

"Nina lihat itu ada sebuah hutan yang sangt lebat dari yang sebelumnya kita kungungi." Rico memberi tahukan kepada Nina "Ya benar aku melihatnya" Nina pun menjawab. Lalu mereka memasuki hutan yang amat lebat itu. 


Setelah mereka masuki adalah hutan yang penuh dengan hewan buas yang dipelihara oleh para penyihir dan penjahat. Mereka berjalan dengan mengunakan sihr yang mereka punya. Mereka berjalan terus yang sudah diberi petunjuk. Namun Rico berbikir bahwa itu adalah jebakan . "Sepertinya ini adalah jebakan agar kita dijebak untuk mendapatkan sihir" kata Rico kepada Nina. "Mungkin sebaiknya kita terbang dan sambil merunduk" sahut Nina.

Lalu mereka pun memutuskan untuk terbang dan mereka pun ketahuan menempati tempat penyihir.
"Hei! mau apa kalian kesini? Kalian masih kecil jangan  untuk coba-coba untuk menyelinap masuk!" kata penjaga gedung penyihir. Rico pun menyelinap masuk dan berkata dengan nada marah. "Kalian! untuk yang kali ini aku dan temanku untuk meminta sihir itu kembali!" Rico berkata kepada semua penyihir yang jahat itu.

"Merebut kembali sihir mereka?" tanya salah satu penyihir. "Ya kami yang akan merebut kembali sihir itu!" jawab Rico. "Tidak! kami tidak akan memberi sihir untuk orang sepertimu itu!" Sahut salah satu penyihir. Tak lama kemudian Rico pun mulai marah dengan serius. Rico pun berhasil merebut kembali sihir yang dimiliki oleh Kerajaan Pelangi. Mereka bergegas untuk terbang secepat mungkin. Setelah sesampainya di Kerajaan Pelangi Rico pun berkata.

"Raja ku ini silahkan ambil sihir kalian" kata Rico kepada Raja. "Baik aku akan mengembaliakan sihir ini lagi dan sekali lagi aku ingin berterimakasih kepada kalian yang sudah mau mengembalikan sihir kami lagi " Kata Raja kepada Rico dan Nina. Raja pun mengembalikan sihirnya dan Kerajaan Pelangi pun kembali seperti semula. Dan semua orang pun senang.

Nina dan Rico pun kembali ketempat asalnya.

Sabtu, 03 Agustus 2019

Rumah Yang Angker

Di suatu hari, ada seorang anak yang bernama Sari. Ia memberitahukan ke teman - temannya kalau ada rumah yang sangat angker karena banyak penghuninya. "Heyy... teman-teman aku punya cerita, kalau ada rumah yang angker lho!" kata Sari ke taman-temannya, "heh, aku nggak percaya tu kamu paling bohong" kata Jojo. "Yaudah kalu nggak percaya dateng aja malem-malem. 

Saat malam tiba, Sari dan teman-teman satu kelas semuanya, pergi ke rumah angker.
Lalu mereka semua menyalakan senter dari Hp mereka. Saat itu juga disana baru 1 jam, Jojo mendengar suara yang sangat mengerikan, hanya Jojo saja yang mendengar suara itu.
"Suara apa itu? suaranya mirip dengan suara Vampir," tanya Jojo. "Itu suara asli dari hantu Vampir".

Jojo masih saja mendengar suara itu dalam ditunggan 2 menit. Lalu mereka semua keluar dari rumah yang sangat angker itu. Semuanya mendengarkan suara Gamelan yang berbunyi keras dan nyaring.
Caca dan Cici si anak yang kembar itu merasakan seperti ada yang mendekatinya. "Aaa..... kakak Cici aku takut sangat takut dan suara apakah itu??" tanya adiknya Caca, "Tenang saja dik."

Lalu, mereka pulang bersama untuk sementara semua anak tidur di rumah Sari, mereka mengawasi satu sama lain. Mereka saling berdempetan agar tidak takut. Sesampainya dirumah Sari mereka sudah tenang karena sudah diawasi dengan orang tua mereka yang sudah ada di rumah Sari.

Keesokan harinya mereka akan berlibur bersama dan mereka meninggalkan rumah yang begitu angkernya hingga Si Jojo pada malam hari tidak bisa tertidur, kerena ada ganggauan suara yang mengganngunya.  Saat semuanya pindah ketempat yang sangat-sangat aman dari gangguan hantu yang menakutkan itu.

Sampai, dan mereka semua tinggal bersama-sama.

Rabu, 03 Juli 2019

Acil Anak Yang Pintar

Di suatu hari, ada seorang anak yang bernama Acil. Ia sangat pintar dalam pelajaran apapun.
Ketika ibu guru memberikan soal matematika kepada semua murid, Acil paling cepat mengerjakan soal matematika karena, dari kecil ia di ajarkan pelajaran matematika. "Bu, saya sudah selesai 10 soal itu!" Acil teriak dan, ia pun mau untuk di nilai, apalagi soal ujian maupun ulangan dia seringkali mendapat nilai A.

Sesampainya dirumah ia pun mempelajari kembali halaman selanjutnya, "Acil, mama minta tolong belikan sayuran sama adik ya!" mama Acil meminta tolong dengan ia dan adiknya yang bernama Ali. "Iya, bu aku akan segera dengan Ali!" jawab Acil. Di tengah perjalanan Acil bertemu dengan teman-temannya, "Acil kamu mau kemana?" tanya teman Acil  ''aku mau pergi kepasar dulu!" bilang Acil. Setelah sampai di pasar Acil membeli beberapa buah dan sayuran.

Karena dirinya menyukai buah-buahan. Lalu adik Acil minta dibelikan mainan yang dia sukai, "Kak, aku mau beli mainan lagi, boleh nggak?" tanya Ali  "boleh saja dik" jawab Acil. Sepulang dari pasar, teman Acil masih saja menunggu di depan pintu pasar. "Kalian ngapain disini?'' tanya Acil "eeee.....  kita menunggu kamu disini untuk belajar denganmu cil" jawab teman-teman Acil "Oke, baiklah, ayo ikut aku" Acil membolehkan teman-temannya untuk ikut.

Lalu mereka semakin belajar dengan giat dirumah Acil. "Acil, ini buku apa?" tanya salahsatu temannya yang bernama Tara "oh.., itu buku fisika dan biologi" jawab Acil. ''Apa kamu bisa mengerjakan soal fisika dan biologi?" tanya lagi "tentu bisa!" jawab Acil. Setelah empat jam belajar mereka pun beristirahat selama dua jam. Acil hanya beristihat satu jam, Acil membuatkan soal matematika kepada teman-temannya. Selain itu Acil juga pandai berbahasa Inggris, ia bahasa Inggrisnya sangat lancar.

lalu setelah sekian lama belajar, akhirnya Acil membolehkan teman-temannya untuk pulang kerumah.
Saatnya Acil untuk membereskan mejabelajar yang sangat lebar dan panjang. Akhirnya Acil tertidur di lantai beserta dengan karpetnya. "Ya ampun Acil, sudah tertidur di lantai aja, anakku memang gitu ya." ibu pun sedikit protes. Esok harinya, "kring...kring...kring..." alarm Acil berbunyi, Acil pun terbangun dengan kaget. setelah itu ia turun untuk sarapan pagi dan berolahraga.

Ali dengan buru-burunya sampai memanggil kakaknya yang sedang berganti baju. "kakakk........ ayo cepat kak aku nggak sabar nih!" teriak Ali "Iya... sabar kakak mau keluar". Lalu teman teman Acil juga ikut berolahraga bermanya serta dengan keluarganya.



"Seruya olahraga bersama satu sekolah gini" seru Acil "iya nih, seru makin banyak makin seru" Tara juga ikut berseru.










Selasa, 02 Juli 2019

Asal Usul Kota Surabaya ( INDONESIA JAWA TIMUR)

Alkisah pada zaman dulu kala, ditempat yang sekarang menjadi Kota Surabaya, hiduplah dua hewan yang saling bermusuhan. Kedua hewan itu adalah Sura si ikan hiu, dan Baya di buaya. Mereka bisa berkelahi sampai berhari-hari hanya untuk memperebutkan mangsa. Hingga suatu hari Sura si ikan hiu merasa sangat jenuh dengan perkelahiannya dengan si Baya. Ia pun merasa tak enak hati kepada hewan lain yang pasti selalu ternggangu oleh perkelahiannya itu.

Maka terbitlah idenya untuk hidup berdampingan dengan damai bersama Baya. " Baya, kamu bosan nggak dengan perkelahian kita ini? Kalau aku , aku sudah sangat lelah dan bosan," Sura menggutarakan perasaannya kepada Baya. "Sebenarnya aku pun merasa begitu, Sura. Aku juga tak suka terus berkelahi." Si Baya ternyata memiliki perasan sama seperti Sura. "Nah, bagaimana jika kita berdamai saja, Baya? Aku punya ide yang bagus agar kita bisa berdamai." kata si Sura.

" Oh, ya? ide apa itu, Sura?" Baya bertanya dengan penuh minat. " Aku mengusulkan kita menentukan batas wilayah kita masing-masing untuk mencari mangsa. Aku menguasai daerah laut, sedangkan kamu wilayak daratan. Kita tidak boleh mencari mangsa yang bukan wilayah kita."  "Hmm, ide yang bagus. Kamu berjanji kalau kamu benar-benar akan menaati peraturan ini, kan? Aku pasti akan menaati." Baya menaggapi usulan Sura.

"Tentu saja, Baya. Bukankah aku yang menguratakan ide ini, sudah pasti aku juga akan menaatinya," tegas Sura. Mulai saat itu, Sura dan Baya benar - benar menaati peraturan yang sudah mereka sepakati bersama. Selama beberapa waktu, mereka hidup damai. Tidak pernah terjadi perkelahian lagi. Baya asyik mencari mangsa di daerah daratan, sedangkan Sura di laut. Hewan - hewan lain dim-diam juga merasa bahagia dengan pekelahian ini.

Daratan dan lautan sungguh terasa nyaman dan tenang. Sampai sutau hari, Sura mulai tergoda untuk berburu mangsa di sungai yang sebenarnya barada di wilayah daratan. Sura bosan dengan mangsa di lautan. Ia ingin mencicipi ikan air tawar. Ia pun menyelinap ke sungai dan mencari mangsa di sana. Awalnya, aksinya itu tidak diketahiu oleh Si Baya. Karena merasa aman, ia makin sering pergi kesungai hingga akhirnya tertangkap basah oleh si Baya.

"Hai Sura, apa yang kau lakuakan disini? ini kan wilayah kekuasaanku. Mengapa kamu mencari mangsamu disini ? Kamu sudah melnggar peraturan yang kamu buat sendiri!" Baya menggeram marah melihat keberadaan Sura. "Baya, kamu salah, aku kan berburu di dalam sungai, yang berarti air. Aku tidak berburu di daratan tempat tinggalmu itu," Sura mengelak. "Tapi, ini wilayahku, sungaikan ada di daratan! Kamu tidak berhak disini.

Bukankah kamu kamu sendiri yang mengatakan kalau wilayahmu hanya di lautan?" Baya makin geram mendengar pembelaan Sura. "Tapi, sungai dan lautankan berhubungan," Sura tetap bertahan dengan pendapatnya. "Jadi, kamu menantang aku, ya?" Baya makin naik pitam.
"Ayo, aku ladeni kamu! Aku tidak takut. kali ini pemenang nya dapat berburu dimana pun ia mau. Tak ada batasan !" Sura mulai terpancing emosinya.

Merekapun kembali berdue dengan sengit. Pertarungan kali ini sangat penting karena pemenangnya akan mendapatkan wilayah yang berburu paling luas. Tanpa kenal lelah, masing-masing terus mendesak lawannya,mengeluarkan jurus duel paling hebat. Sampai akhirnya, Sura berhasil menggigit putus ekor Baya. Air sungaipun menjadi merah darah. Dengan luka parah, Baya tetap berusaha menyerang. Ia pun berhasil menggigit ekor Sura sampai hampir putus.

Sura berteriak kesakitan dan melarikan diri kelautan lepas. Baya merasa sangat puas, sekarang ia bebas berburu ke lautan. Untuk menang beduel Sura dan Baya, penduduk sekitar menamakan lokasi pertempuran itu 'Surabaya.' Bahkan, ikan hiu dan buaya dijadikan lambang Kota Surabaya sampai saat ini.

Fakta Kota Surabaya:
(. Surabaya merupakan ibukota Provinsi Jawa Timur. Juga menjadi salah satu kota besar di Indonesia.

. Kota Surabaya juga mendapat julukan Kota Pahlawan kerena banyak peristiwa bersejarah di Kota ini.

. Pendapat lain mengatakan nama Kota Surabaya berasal dari kata "selamat dari bahaya" yang disingkat menjasi Surabaya. Sementara itu, simbol ikan hiu dan buaya menggambarkan sikap heroik pasukan Majapahit yang dipimpin oleh Raja Raden Wijaya saat melawan pasukan Mongol.)

Sabtu, 30 Maret 2019

Merak Yang Tidak Bisa Terbang

Sang Merak sedang belajar kemampuan terbang bersama dengan Sang Elang. Sang Elang akan terang dahulu untuk memperagakan cara untuk mengembang mengunakan sayap. Merakpun igin terbang di ketinggian dan dia telag mencobanya beberapa kali, akan tetapi Sang merak slalu terbang tanpa arah dan sangat rendah.
Sang merak sangat cemas. Sang Elang melihat cara Sang Merak terbang lalu berkata:"Kamu lihat saat aku terbang, hanya sayapku yang dikeluarkan, lainnya semua terkuncierat ditubuhku. Jika kamu belum mencapai ketinggian yang cukup dan di tengah penerbangan langsung mengeluarkan ekormu. Bagaimana bisa kamu terbang dengan tinggi?
Sang Merak berkata:"Aku belajar terbang karena aku ingin mengeluarkan ekorku yang cantik saat di ketinggian. kalo tidak begini buat apa aku belajar terbag kalo tidak ada gunanya?" Sang Elang pun berkata:"Kalau kamu selalu berpikiran seperti itu, kamu tidak akan pernah bisa terbang dengan tinggi."
Setelah berbicara, Sang Elang pun terbang tinggi ke langit. Orang-orang yang dibawah pun kagum memuji Sang Elang: " Lihat, betapa kuat dan hebatnya!''
Sang Merak mendengar itu dan menjadi iri hati dan tidak yakin kata-kata Sang Elang, lalu dia pun terbang dan dian ingin memamerkan ekornya. Saat dia membuka ekornya Sang Merak pun jatuh kebawah. Dan ia ditertawakan oleh seluruh hewan disekitar situ.

Selasa, 26 Maret 2019

Pak Ha San dan Seekor serigala

Seekor serigala yang terluka oleh pemburu bertemu dengan Tuan Ha San disebuah persimpangan jalan. Serigala itu berkata dengan memelas kasih: "Sekarang aku hampair mati, tetapi jika kamu bisa menyelamatkan nyawa ku, aku pasti membalas kebaikanmu."
              Tuan Ha San pun mengosongkan sebuah kantong untuk memasukan sang Serigala
kedalamnya. Sang Serigala melekungkan tubuhnya, sampai pelanya dibawah

dan ekornya diatas, Tuan Ha San pun mengikat keempat kakinya erat-erat. Tuan Ha San pun
memasukan Sang Serigala ke dalam kantongnya dan mulai jalan ke arah utara.
Tidak lama kemudian, Seorang Pemburu mendatangi Tuan Ha San
dan menanyakan apakah  dia melihat seekor seriagala yang terluka.
Tuan Ha San pun menjawab:

"Di bawah gunung ada sebuah persimpangan jalan, sepertinya aku
melihat seekor serigala jalan disekitar situ." Sang Pemburu mendengar
berita ini lalu pergi. Setelah Si Pemburu pergi berjalan, Sang Seriala berbicara di dalam
kantong: "Terimakasih banyak, Tuan kau telah menyelamatkan saya. Bisakah
kau keluarkan aku, biarkan aku bisa membalas budimu!"
         
Tetapi setelah Sang Serigala dilepaskan dari kantongnya dia langsung berbicara:
"Barusan kau sudah menyelamatkan nyawaku, tetapi sekarang
aku sangat kelaparan, bagaimana jika kau memberikan tubuhmu untuk aku makan
untuk menyelamatkan jiwaku?" setelah berbicara ini Sang
Serigalapun melompat kepada Tuan Ha San.

Tuan Ha San buru-buru menghindari, tetapi keledai berdiri diantaranya Tuannya
dan Sang Serigala. Tuan Ha San terus mundur ketakutan
akan sang serigala, kemudian dia berkata: "Jika ada tiga orang tua
yang bilang kau boleh memakan aku, aku akan membiarkanmu
memakanku."

Sang Serigala mendengar itu pun setuju dan senang. Tetapi di depan tidak ada
pejalan kaki, lalu Sang Serigala menyuruh Tuan Ha San
bertanya kepada pohon apricot. Pohon apricot tua itu berkata: "Orang menanm
aku hanya untuk memakan buahku, menjual buahku, sampai
aku tua pun mereka mau memotong aku untuk dijual.

Lalu mengapa Sang Serigala tidak bole memakan kamu? Sang Serigala
mendengarnya sangat bangga. Tidak jauh dari pohon
ada seekor sapi, lalu sang serigala menyuruh Tuan Ha San bertanya kepada
sapi itu. Sapi itu berkata: " Saat aku diberikan kepada seorang petani.
Dia memakai ku untuk menarik gerobak dan membajak lahan pertanian untuk memberi

makan seluruh keluarganya. Sekarang aku sudah tua, tapi dia tetap ingin membunuhku untuk
menjual daging dan sisa tubuhku demi uang. Lalu mengapa Sang Serigala
tidak boleh memakan kamu?'' Sang Serigala mendengar itu pun langsung sombong.
Tidak lama ada seorang Tua datang. Tuan Ha San pun berbicara dengan
dia untuk memohon untuk keadilan.

''Kedua sisi kalian ada benar nya, dan aku sediri pun tidak bisa mengambil keputusan.
Jika kamu mau, masuk saja kedalam kantong sekali lagi,
aku bisa mendengar penjelasan dan permulaan maslah ini. Dan jika Tuan Ha San terbukti
bersalah kau bisa memakannya sesuka hati mu.''  Sang serigala senang
saat mendengar bujukan orang tua itu, dan masuk kedalam kantong untuk kedua kalinya,

tetapi dia tidak memikirkan atau menduga apa yang akan terjadi. Sang serigala itu hanya
menunggu prdang Tuan Ha San dab orang tua itu.

Senin, 10 Desember 2018

UNICRON

Pada suatu hari, ada seekor dua ekor unicron yang lucu. Keesokan harinya ia ayah Pinkle berencana pulang kedesanya. Lima hari kemudian ibu Staret melahirkan anak perempuan Pinkle memberi nama Pony Twinkle Barty nama nya adalah Barty. Lalu nenek dan kakek Barty melihat dan terkejut dengan cucunya yang sudah lahir. Staret dan Pinkle pun juga merasa sangat senang. Lalu setelah di bersihkan semuanya kembali kekamar mereka yang sudah dipakai, dan bayi Barty ditaruh didalam kerenjang yang sudah disiapkan dan ada nama:Pony Twinkle Barty, dan semuanya masih ada lagi. Setelah keesokan harinya nenek ingin mengendongnya.




Tiga tahun kemudian Barty sudah besar dan sudah bisa berjalan makan minum yang dia inginkan. Saat siang harinya mereka semua pergi dan mencari makan di luar desa dengan menggunakan mobil. Sesampai nya di tempat makan dan Barty di pesankan makanan yang khusus untuk dia. Semuanya juga memesan makanan yang mereka inginkan dan minuman yang juga mereka inginkan. Setelah makan .dan minumnya datang dan mereka mulai makan, dan Barty ingin bermain tetapi sayangnya tempat bermainnya harys menaiki tangga yang disediakan untuk berjalan. Tetapi ada meja dan kursi untuk makan.

"Ibu aku ingin bermain disana bu" Barty memberi tahu ibunya. Sesampainya di taman bermain Barty berlari dan menempati ayunan, sementara ibu mengayunkan Barty. "Ibu jangan mendorong ayunan terlalu kencang, nanti aku bisa jatuh bu" Barty mengasih tahu ibunya agar mengayunkannya tidak terlalu kencang, "tenang saja nak ibu tidak akan mengayunkanmu terlalu kencang dan ini hanya pelan." jawab ibu. Setelah selesai bermain Barty beristirahat dan menghabiskan makanan yang belum habis. Selesai menghabiskan makanan Barty dan sekeluarga menuju lokasi tempat khusus untuk bermain anak dengan keluarga.

Setelah sampai ditempat lokasi Barty turun dari mobil dan berlari kemana-mana. "Barty Barty tunggu nak nenek dan kakek harus menjagamu agar tidak hilang." kata nenek "iya nek aku akan menunggu" jawab Barty. Setelah selesai ayahnya memarkirkan mobilnya, mereka menuju tempat pembelian tiket. " Selamat siang pak ada yang bisa saya bantu?" tanya petugas "ini kalau mau masuk tiketnya berapaya!" tanya ayah Barty "kalau mau masuk tiket perorang adalah Rp 12.000 pak kalau boleh tahu ini ada berapaya ?" " ini ada 7 orang" jawab Pinkle "kalau 7 orang, total semuanya Rp 84.000 pak " petugas memberi tahu " ini mbak" "terimakasih dan silahkan masuk".

Lalu mereka masuk dan melihat keindahan di dalamnya. dan Barty pun ingin membeli makanan yang ia suka adalah popcron dan jagung manis. Barty ingin di belikan dan ayahpun membelikan. Ayahupn membelikan popcron 2 dan jagung manis 3 lalu mereka duduk dan makan, mereka mencari tempat yang teduh dan mereka makan dengan lahap dan juga nenek Barty ingin meminta jagung itu lalu Barty membolehkanya kakek Barty juga meminta makanan dari Barty yang baik hati dan sayang. Setelah selesai makan mereka bermain bersama Barty meminta untuk naik bianglala yang agak kecil. "Aku ingin naik bersama nenek, aku tidak mau sama ibu!" teriak Barty.

"Iya nak nenek akan naik bersama kamu cucuku" jawab nenek. Lalu mereka menaiki bianglala dan mendapatkan nomer urut 3, dan setelah itu mereka masuk dan duduk dan setelah agak menaik Barty tiriak dan bianglala itu pun semakin menaik. Setelah selesai menaiki bianglala mereka bermain dan menaiki apa yang Barty mau.

Melodi dalam Keheningan

Lima tahun berlalu begitu saja, entah apa yang sudah terjadi sebelumnya, semua hanya seperti angin lewat begitu saja tidak ada hari yang cuk...