Selasa, 27 Agustus 2024

Tupai Yang Tidak Bisa Terbang

Suatu hari di hutan rimba yang sangat lebat, hiduplah seekor tupai. Dia selalu mondar-mandir dari barang pohon ke batang pohon yang lainnya. Dia selalu memandangi seekor burung nuri yang selalu terbang bebas melayang di angkasa. Tupai itu selalu memandang ke arah burung itu karena ia terpesona dengan keindahan bulunya yang sangat indah.

"Hei Nuri, cantik sekali bulumu," ucap Tupai. "Oh... Terimakasih kausudah memujiku. Kaujuga sangat cantik dengan bulu cokelatmu itu," sahut burung nuri itu. "Omong-omong Nuri, bisakah kamu mengajariku cara terbang?" Tanya tupai itu dengan wajah penasaran. Mendengar hal itu Nuripun terkejut. "Apa? Kau mau belajar terbang?" Tanya Nuri. "I-iya, memang kenapa kalau aku belajar terbang?" "Lohh.. bukannya kamu tidak punya sayap ya?"

Ditengah keributan seekor katak yang tengah duduk santai menikmati sejuknya udara, ia tidak sengaja mendengar percakapan antara Tupai dengan Nuri. "Heii Tupai, bodoh sekali kau. Kamu kan tidak punya sayap, mengapa kau ingin belajar terbang? Cukup dengan lompat saja kawan," ledek di Katak itu. "IHH APASIH? Aku kan hanya ingin belajar terbang, lihat saja nanti iih..." "Dasar Tupai," kata Katak sambil mengelengkan kepala. 

Tupai itu selalu giat berlatih dari pagi hari hingga malam hari. Katak yang selalu melihat tingkah konyol Tupai hanya bisa menggelengkan kepalanya. Segala cara ia pakai agar dia bisa terbang seperti Nuri. "Aduh... Kenapa susah sekali sihh?" Gumam Tupai. "Hei Tupai, kamu jangan terlalu memaksakan diri untuk terbang. Lagi pula kamu memang tidak memiliki sayap." Kata Nuri kepada Tupai. "Tidak, aku bisa bisa terbang." "Terserahlah." Kata Nuri dengan pasrah. 

Dan pada akhirnya Tupai itu menyerah dan tidak ingin melanjutkan latihan terbangnya, karena dia baru menyadarinya kalau dia memang tidak bisa terbang. " Kan sudah ku bilang apa, kau memang tidak bisa terbang." "Hikss.. kamu benar." Ucapnya sambil merengut. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Melodi dalam Keheningan

Lima tahun berlalu begitu saja, entah apa yang sudah terjadi sebelumnya, semua hanya seperti angin lewat begitu saja tidak ada hari yang cuk...