Rabu, 25 Januari 2023

Terjebak Di Pulau Misterius

 TERJEBAK DI PULAU MISTERIUS

DAFTAR CERITA

1.  KUNCI MISTERIUS.....

2.  TERSESAT DI PULAU ARCANUM........

3.  MENEMUKAN  LUBANG RAKSASA........

4.  KEMBALI KE ZAMAN PURBA..........


KUNCI MISTERIUS

Di pagi yang cerah, di suatu kampus murid-murid di kampus berdatangan. "Hai David," sapa Jean. "Oh, hai Jean,'' sapa David. Meraka saling menyapa dan berjalan sambil masuk kedalam kelas. Sesampainya didalam kelas mereka pun mengobrol. "Jean katanya hari ini ada kuis ya? Aku belum siap sama sekali nih," kata David. "Kenapa?" Tanya Jean "Semalam aku bermain game sampai larut malam. Jadi aku tidak sempat baca-baca buku pelajaran." Jawab David. Saat mereka sedang asyik mengobrol bersama, mereka tidak sengaja bertemu dengan Felice. "Hai Felice, gimana kabarmu?" Sapa Jean. "Hai juga Jean, baik kok." Jawab Felice. "Katanya kamu baru saja pindah rumah ya?" Tanya Jean. "Iya, menurutku rumah baruku seperti ada yang  aneh" Jawab Felice. 

Kemudian mereka berjalan menuju ruang kelas dan masuk kedalam kelas, mereka duduk sambil mengobrol untuk menungu Pak Guru datang. "Selamat pagi kelas" Sapa pak Guru. "Pagi pak" Sapa balik para murid-muridnya. "Hari ini kita akan kuis ya!" Kata Pak guru. David pun yang kebinggungan sambil bertanya kepada Joni, saat soal kuis dibagikan. "Dalam hitungan tiga...dua...satu mulai. Waktu mengerjakan 35 menit! Dengan jumlah soal 38." Mereka pun mengerjakan soal kuis dengan cepat. "Shhtt,, Jon..shhtt Jon nomer 3 apa jawabannya?" Tanya David. "D" Jawab Joni. "Oh oke. makasih." ucap David sambil mengucapkan terimakasih. David pun hanya mampu mengerjakan setengahnnya. Dan akhirnya David pun mendapatkan nilai 75 sedangkan yang lain diatas nilai David. 

Saat pulang sekolah David, Jean, Felice, Joni, Yovi,dan Vero berkumpul di perpustakaan untuk membahas tentang sebuah kunci, dan kertas yang ada dirumah baru Felice. "Teman-teman aku menemukan kertas dan kunci misterius yang ada di dalam gudang bawah tanah dirumah ku. Kalian tahu nggak apa ini?" Tanya Felice dan sambil menjelaskan apa yang ada diranselnya. "Kemungkinan kunci itu adalah kunci untuk membuka sebuah kotak atau buku ajaib yang mempunyai lubang, kalau kertas itu kemungkinan sebuah peta." Jawab Yovi. "Sepertinya begitu kalau begitu besok kita akan kerumah Felice untuk mencari tahu, gimana?" Sahut Joni. "Baiklah kami setuju," jawab yang lain.

Saat mereka pulang sekolah Yovi dan Jean tetap berada di dalam perpustakaan untuk mencari buku yang dikatakan Yovi tadi. Mereka berkeliling perpustakaan, "Yovi ayo kita cari buku yang kamu sebutkan tadi siapa tahu ada di dalam perpustakaan ini" Ajak Jean , "Hmm.. baiklah kalau begitu" jawab Yovi. Setelah sekian lama mereka mencari buku ajaib, mereka tidak menemukan buku ajaib itu. "Huh.. capeknya mencari buku ajaib itu," keluh Jean, "Mungkin buku itu ada di dalam gudang bawah tanah milik Felice" Ucap Yovi."Hmm.. benar juga. Kalau begitu besok saja kalu kita kerumah Felice." Kata Jean. "Baiklah" sahut Yovi 

Kemudian hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Mereka semua telah bersiap berangkat ke rumah Felice. Saat tiba dirumah Felice mereka disambut oleh keluarga Felice. "Hallo, ini teman-teman Felice ya?" sambut ibu Felice dengan sangat gembira, dan sambil bertanya kepada teman Felice. "Iya tante, kami semua teman Felice," jawab Jean. "Oh, kalau begitu silahkan masuk saja," ajak Ibu Felice untuk menuyuruh mereka untuk masuk kedalam rumah,"Baik tante terimakasih." Jawab Jean. "Ayo masuk saja,: ajak Felice. Saat mereka masuk dan duduk, Ibu dan Felice membuatkan mereka minuman dan menyiapkan makanan untuk teman-teman. "Ini teman-teman makanan dan minumannya," kata Felice. "Ah, tidak udah repot-repot Fel, kami minum air putih saja tidak apa-apa kok" Kata Joni. Felice tetap menyuguhi teman-temanya.  

Setelah hampir setengah jam mereka berbincang-bincang, Ayah Felice mengatakan " Ada sesuatu hal yang aneh di rumah ini. Lebih tepatnya di gudang bawah tanah."  Lalu Yovi pun mengeluarkan laptopnya, dan mengatakan: "Kemungkinan itu adalah sebuah kunci kecil yang akan membawa kita ke Pulau terpencil yang bernama Pulau Yopi. Tidak sembarang orang bisa masuk ke Pulau Yopi, dan hanya ada satu jalan keluar, tempat itu adalah tebing yang sangat tinggi, curam, dan jalannya bisa dibilang sangat sempit."  "Sesempit apa jalannya?" Tanya Vero. "Ya.. mungkin sekitar 40,8-90,3 cm" Jawab Yovi. "Sesempit itukah. Jadi kami harus berhati-hati dong?" sahut Vero.  "Iya" Jawab Yovi. "Kalau tidak?" Tanya Vero balik. "Kalau tidak ya... kamu harus mengulanggi dari awal permainan ini lagi," Jawab Yovi. "Jadi ini semua adalah permainan?" Tanya Joni. "Iya," jawab Jean sambil melihat kearah laptop Yovi. "Kenapa tidak bilang dari awal?" Kata Joni dengan nada yang sedikit agak merasa kesal.

Saat mereka mengobrol tiba-tiba saja mereka mendengar ada suara misterius, dengan suara yang mengelega. Setelah mendengar itu mereka langsung terdiam, "Grrrr......grrr....grrrr......" Suara itu terdengar sangat kencang. "Su..su..suara apa itu?" Joni bertanya sambil ketakutan. "Halah paling itu cuma dibuat-buat aja. Tenang biar aku yang mencari suara itu berasal," jawab Jean. "Tidak usah kita cari bersama saja agar mudah mencarinya. Gimana?"Tanya Joni. Kemudian mereka setuju dengan pendapat Joni. 

Kemudian mereka mencari asal suara itu. Sebelum itu,"Teman-teman tunggu akan aku bicarakan pada Ayah dan Ibuku terlebih dahulu." Kata Felice kepada teman-temannya."Emm..Baiklah, kami akan menunggu."Jawab Vero. Kemudian Felice berjalan dan berkata kepada ayah dan ibunya:"Ayah, Ibu kita akan mencari suara misterius itu. Dan ayo kita cari bersama-sama dengan teman-temanku!" Felice mengajak orang tuanya untuk mencari sumber suara itu berasal.

Dan kemudian mereka berjalan bersama menuju gudang bawah tanah. Ayah Felice menunjukkan tempat itu berada. "Anak-anak ini tempatnya," kata Ayah Felice. Kemudian merekapun menuju gudang bawah tanah. Ayah Felice menyalakan lampu. "Eeee.. kenapa tempat ini kotor sekali? Dan bau." Kata David. "Entahlah, mungkin belum dibersihkan atau tidak pernah dibersihkan," kata Felice. 

Kemudian mereka pun mejelajahi tempat itu, lalu Yovi menemukan kotak ajaib yang besar. "Teman-teman, aku menemukan sebuah kotak." kata Yovi. "Kotak apa itu?" Tanya Jean. Lalu David dan Vero mengangkat kotak itu dan membukanya. "Ah... kotak ini sangat berat kami tidak tahan lagi, bantu kami." Kata Vero. Kemudian Ayah Felice dan Felice datang untuk membantu. "Baiklah kami akan membatumu." Kata Felice. Mereka mengangkat dan membukanya. Yovi pun membuka dan, "Kotak ini tidak bisa dibuka sama sekali," kata Yovi. " Mana biar aku coba!" Kata Joni. Joni pun membuka dengan sekuat tenaga, dan akhirnya terbuka. "Hah? Hanya ini saja isinya? Kotaknya besar berat lagi tapi isinya kecil!" Kata Joni. Yovi datang kepada Felice untuk menanyakan apakah dia membawa buku dan kertas. "Felice, kamu bawa kertas dan bukunya?" Tanya Yovi. "Emm.. Tidak, akan aku ambilkan segera," Felice menjawab dan berjalan menuju ruang tamu untuk mengambil buku dan kertas itu. Lalu Felice kembali ke gudang bawah tanah dan menunjukan buku dan kertas yang dibawanya. "Ini buku dan kertas yang kamu minta." Kata Felice. "Terimakasih, Felice" Sahut Yovi. "Sana-sama" Jawab Felice. 

Yovi pun berjalan menuju kotak itu dan menemukan persamaan kotak pada gambar di buku dan kotak yang ia temui. "Aku menemukan persamaan kotak ini pada gambar di buku ini, yang tertulis, dimana kotak ini mempunyai beberapa jenis kunci untuk kita masuki kedalam lubang yang terletak didalam goa." Jelas Yovi kepada mereka semua. 

Kemudian mahkluk misterius datang dan muncul secara tiba-tiba, dan berkata "Hei kalian, bisakah kalian menolong anakku yang terjebak di Pulau Arcanum?". "Hah Pulau Arcanum?" Tanya Joni. "Pulau Arcanum adalah pulau misterius yang dimana para manusia tidak bisa melihatnya. Mereka hanya bisa melihat jika mereka mempunyai satu buah kunci misterius." Jelas Si makhluk aneh itu. "Hmm.. Baiklah kami mengerti," kata Yovi. 

Lalu mereka mengambil buku yang diberikan oleh makhluk itu. Kemudian Yovi membuka buku itu lalu mereke dihisap oleh buku itu. "Tunggu! Apa ini?" Tanya David. "Aku juga tidak tahu!" jawab Jean. Mereka dihisap habis oleh buku itu dan buku itupun menutup seketika.

Mereka pun tiba ditempat yang sanggat asing. "Dimana kita?" tanya Jean. "Di pantai lah, kan kita dipantai" jawab Vero. "Stttt..." Yovi menyuruh semua untuk diam. Yovi menemukan sebuah kertas yang tersimpan didalam botol kaca. Yovi mengambil botol kaca itu lalu membuka dan mengambil kertas tersebut. Kertas tersebut saat dilihat kosong dan tidak ada tulisan sama sekali. "Kenapa kertas ini kosong. Dan hanya tertulis 'Pasang kunci itu'." Jelas Yovi. "Tunggu Yovi aku punya kuncinya." Kata Jean. Jean pun menempelkan kunci itu pada kertas, dan sesuatu muncul dari kertas itu. Ternyata itu adalah gambar peta.

Kemudian Yovi mengajak semua teman-temannya untuk mengikuti petunjuk dari peta itu. "Teman-teman, peta ini mengarah ke timur." Kata Yovi kepada teman-temannya. Saat mereka mengarah ke timur mereka tiba di hutan, dan peta itu menyuruh mereka untuk menemukan goa. Tiba di tujuan mereka menemukan sebuah kotak kayu yang berisikan sebuah kunci. Ayah Felice membuka kotak itu dan menyimpannya didalam kantong saku celananya. Mereka melanjutkan perjalananya menuju Bukit Nobi. Saat hampir mendekati puncak mereka bertemu dengan peri, lalu peri itu berkata "Hati-hati, disini banyak sekali rintangannya!". "Kenapa?" Tanya Felice. "Disini banyak sekali jebakan yang dipasang oleh penjahat. Jadi kalian harus berhati-hati, dan perhatikan satu sama lain." Jawab Sang Peri, lalu peri itu pergi dan menghilang.

Tak disangka David tidak sengaja menyenggol batu dan lubang yang dibuat penjahat itu pun terbuka. David melakukannya dengan tidak sengaja, dan ia meminta maaf. Kemudian Ayah Felice memberi tahu semua untuk mencari tempat bersembunyi agar para penjahat tidak bisa menangkapnya. Untungnya Yovi memiliki kain transparan yang tidak bisa dilihat maupun disentuh. Mereka menemukan lubang lalu bersembunyi dengan menggunakan kain transparan milik Yovi. Kemudian para penjahat datang dengan suara mobil yang amat bising. "Apa mungkin kita menangkap sesuatu?" tanya penjahat yang duduk disamping sopir, "Entahlah," jawab sopir penjahat itu. Saat setelah sampai di pegunungan dan menemukan ada yang berlubang dan penjahat itu berkata, "Eh.. lihat ada yang jatuh!" "Ayo kita lihat," ajak temannya. Setelah berlari dan melihat apa yang mereka temukan,"Yah.. kosong. Hanya batu". Mereka sangat kecewa dan sambil menghela napas. Mereka tidak menemukan apa-apa, yang mereka temukan hanyalah batu besar. Lalu mereka pergi dan meninggalkan tempat itu. Setelah pera penjahat pergi Yovi, Felice, David dan kawan-kawannya mereka melanjutkan perjalanan yang panjang.

Tiba saatnya malam hari, ayah Felice, Joni, Yovi, Jean, dan Felice mencari batang kayu untuk menyiapkan api untuk penerangan dimalam hari yang gelap. Melihat David hanya tiduran santai di tanah Jean berkata "Hey.. Mengapa kau hanya tiduran santai di bawah sana? Cepatlah bantu kami mencari batang kayu untuk malam nanti!" "Hahh... Malas, perjalanan ini membuatku kelelahan. Aku hanya ingin tidur dan beristirahat." Jawab David. "Kita disini juga lelah, tapi kami harus mencari batang kayu untuk penerangan malam nanti. Jika tidak ada penerangan kau tidak bisa melihat apa-apa, yang kau lihat hanyalah hitam gelap menyeramkan. Cepatlah bantulah kami David!" Balas Jean dengan bijak. "Hmm.. Baiklah kalau kau yang menyuruh," jawab David. Mereka berjalan menusuri bukit dan hanya menemukan dua puluh empat batang kayu. Lalu mereka mengunpulkan dan menaruhnya di atas batu yang sudah disusun oleh Ayah Felice. Kemudian Ayah Felice mengambil dua buah batu untuk menyalakan percikan api. "Sttt,sttth" Suara percikan api yang mulai menyala. Api pun mulai menyala. "Eih.. aku merasa lapar," "Aku juga" Kata Felice dan Jean. "Tunggu, Felice ayahmu pergi kemana? Ayah..! Ayah! Ayah!" Ibu Felice mencari Sang Ayah. Ayah Felice muncul dengan membawa sekantung ikan yang penuh dan seekor kambing kecil. "Aku datang." Teriak Sang Ayah. "Dari mana saja Ayah? Kenapa kau tidak memberi tahuku?" Tanya Sang Ibu dengan nada marah. "Em.. Maafkan aku. Aku tadi tidak memberi tahumu dari awal. Jadi Maafkan aku." Jawab Sang Ayah. Mereka mulai mengambil ikan dan dipangang di atas api panas. Ayah Felice sedang memotong kambing kecil, yang jaraknya agak dekat dengan mereka. "Iyuh.. Itu sangat sangat menjijikan, dan juga baunya membuatku ingin muntah. Sebaiknya kau minggir dari sini sekarang juga!" Suruh Sang Ibu untuk meminya Sang Ayah untuk segera menyingkir dari mereka. Setelah selesai memotong kambing kecil, mereka memasaknya bersama, dan memakannya. Setelah mereka selesai makan mereka semua tidur. Keesokan harinya mereka bangun dan segera pergi dari tempat itu dan mematikan api unggunnya dengan menyiramnya dengan air. Felice tiba-tiba saja menemukan sebuah pintu yang entah menuju kemana. "Teman-teman, aku menemukan pintu," kata Felice. "Pintu ini menuju kemana?" Tanya Joni kepada Felice. "Emm.. Entahlah. Kalau begitu kita masuk saja." Jawab Felice. Kemudian mereka memasuki pintu misterius itu. Seketika mereka sampai di dalam gua yang gelap dan tanpa penerangan sedikitpun. "Kenapa disini gelap sekali?" Kata Jean. Kemudian Yovi mengambil tas dan mengambil senter, lalu mengambil dua buah batu dan sebatang kayu besar dan mengambilnya untuk menjadikannya penerangan. "Grrr...Grrr...Grrr...Grrr" Suara beruang terdegar. "Su suara apa itu?" Tanya David si penakut. "Shuut... diam nanti kita ketahuan lho!" Jawab Yovi. "Tttapi itu suara apa?" Tanya David lagi. "Itu suara beruang, shuut jangan teriak nanti ketahuan" Jawab Yovi kembali. "Beruang? Aaaaa...." teriak David. "Dasar cowok penakut, heh" Ujar Jean. "Shhuuut.. Jangan teriak." Kata Yovi. Tuan beruang pun mendengar teriakkan itu mengaum dan mengejar mereka dari belakang. Yovi yang mendengar suara beruang itu langsung berteriak "Semuanya lari...!". Seketikapun beruang itu hampir menerkam mereka. Mereka menemukan gua kecil dan cepat-cepat masuk kedalamnnya. Mereka masih ketakutan dan mencoba untuk menenangkan diri. Kemudian Yovi berjalan kearah David dan memarahinya karena sudah diperingatkan untuk tidak berteriak, namun dia tetap berteriak. David pun meminta maaf kapada Yovi karena dia benar-benar merasa ketakutan. "Duh..Aku lapar nih. Kita mau makan apa?" Keluh Felice. "Tenang saja Felice, Ayah bawakan buah-buahhan untuk kalian semua. Setelah kita makan kita akan keluar dari sini dan pergi. Oke?" Kata ayah Felice. "Baiklah, ayah," jawab Felice. Ayah Felice segera mengambil tasnya dan mengeluarkan. "Ini buahnya, ada apel, jeruk, dan pir."Kata ayah Felice. Kemudian mereka mengambil buah satu per satu dan memakannya. 

Seorang peri datang menemui mereka semua, dan sambil berkata "Hai semuanya, apa kabar? Kita bertemu lagi nih". "Kamu peri yang mendatangi rumahku ya?" Tanya Felice. "Iya, Omong-omong aku kesini untuk membawa kalian untuk pergi dari tempat ini."Jawab peri kecil itu. "Keluar dari sini? Kami tidak bisa, diluar ada tuan beruang jadi kami tidak bisa keluar." Jawab Felice sambil mengelengkan kepala. "Aku bisa membawamu keluar tanpa sepengetahuan tuan beruang itu, dan aku punya benda kecil ajaib yang akan membawamu keluar dari gua ini" Ujar peri kecil itu sambil mengeluarkan benda bola kecil ini. "Ini dia," peri kecil itu mengeluarkan bola kecil dan melemparnya hingga bola itu menjadi raksasa. "Wow! Benda itu sangat keren. Bagaimana kau membuatnya?" Kagum Joni. "Ini dibuat dengan ramuan rahasia. Jadi kamu tidak bisa membuatnya asal-asalan." Jawab peri kecil. "Baiklah kalian masuk kedalamnya aku akan mengemudikan bola ini. Ayo naiklah!" Ajak peri kecil itu. Mereka semua naik kedalam bola raksasa itu. Peri kecil itu segera mengemudikan bola itu. Peri itu menyalakan tombol lingkaran yang menunjukkan bahwa bola itu akan berubah menjadi transparan dan tidak terlihat oleh beruang itu. "Awas! ada beruang!" Jean memperingatkan peri itu, dan peri itu berkata "Tenang saja kita tidak akan terlihat. Kita akan melewati para beruang dan kalian harus tetap tenang, diam, dan jangan berteriak." Peri itu melewati para beruang, dan benar saja beruang itu tidak menyadari kalau bola besar itu melewati beruang itu. "Huh.. Hampir saja" Kata Jean. Merekapun sampai di luar goa dan mereka diberi pegangan untuk dibawa oleh Yovi dan teman-temanya agar selamat dari bahaya. Mereka melanjutkan perjalanannya. 

Setelah sekian lama mereka berjalan, akhirnya mereka menemukan pintu gerbang yang tertulis pada kertas peta mereka. Dan mereka membuka pintu gerbang itu dan masuk kedalamnya. Tiba-tiba saja mereka tidak tahu, mereka ada dimana. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Melodi dalam Keheningan

Lima tahun berlalu begitu saja, entah apa yang sudah terjadi sebelumnya, semua hanya seperti angin lewat begitu saja tidak ada hari yang cuk...