Tempatmu penuh dengan pasir
Wisatawanmu sangat banyak
Aku sangat suka denganmu
Pantai yang indah
Tempatmu sejuk
Banyak orang membuang sampah sembarangan
Aku tidak seperti mereka
Lautmu menjadi bersih
Aku bangga pada mu
Kamu senang karena aku
Jumat, 16 November 2018
DORA the EXPLORER PETUALANGAN DI NEGERI DONGENG
Suatu pagi yang indah, Dora dan Boots sedang membaca buku dongeng di dekat pintu gerbang Negeri Dongeng. Tiba-tiba mereka mendengar suara "Tolong!Tolong bantu kami!" Dora melompat. "Ooh! Suara itu seperti teman kita dari Negeri Dongeng!" "Kita harus menolong mereka!" kata Boots. Dora menyimpan buku diranselnya, lalu mereka berlari melewati gerbang ajaib Negeri Dongeng. Di Negeri Dongeng, Dora dan Boots berjalan di sepanjang jalan berbintang hingga mereka tiba di puncak bukit. Di puncak bukit sudah ada teman-teman dari Negeri Dongeng. Dora dan Boots melihat tujuh kurcaci, Gadis kecil Bekerudung Merah, dan Jack, dan pohon kacang.
Mereka berkumpul di sekeliling dinding berbatu, tempat tanaman pelangi ajaib tumbuh. Ketika mereka melihat Dora, mereka bersorak.
Mereka berkumpul di sekeliling dinding berbatu, tempat tanaman pelangi ajaib tumbuh. Ketika mereka melihat Dora, mereka bersorak.
"Dora! Kama bisa menolong kami!" kata salah satu kurcaci
"Menolong kalian?" tanya Dora
Gadis kecil berkerudung merah menunjukan tanaman pelangi ajaib. "Tanaman pelangi ajaib mengering. Tanpa ini, Negeri Dongeng akan kehilangan semua sihirnya!'' "Pasti ada cara untuk menolong tanaman pelangi ajaib!" kata Dora. Tidak lama kemudian, Raja dan Ratu Negeri Dongeng tiba. '' Tanaman pelangi ajaib membutuhkan air ajaib dari danau ajaib,'' kata Raja. ''Harus seseorang yang berani dan cerdik sepertimu untuk bisa sampai ke danau sebelum seluruh tanaman pelangi ajaib mengering. Maukah kamu membantu kami?''
Dora mengganguk, dan semua teman Negeri Dongeng bergambira! Ratu menggunakan sebagian sihir dari tanaman pelangi ajaib untuk mengubah baju Dora Boots. Kemudian Raja memberikan Dora sebuah kotak berisi perlengkapan sihir: sihir ajaib, kotak musik, cincin merah, dan kantong sinar matahar! Dora dan Boots berterimakasih kepada Raja dan Ratu, kemudian mereka meniggalkan Negeri Dongeng. Dora bertanya kepada Map jalan menuju Danau Berkilau. ''Berjalanlah melalui Pohon Berangin, lalu lewati Gua Raksasa, dan sebrangi kebun Bunga Naga, sampailah di Danau Bekilau,'' kata Map.
Dora dan Boots terus berjalan sampai mereka tiba dihutan. ''Kita berhasil mencapai Pohon Berangin'' seru Dora. Tiba-tiba, angin kencang bertiup melalui pepohonan. Teryata Serigala Jahat yang meniupkan angin! Serigala Jahat meniupkan angin kencang hingga menerbangkan mereka keatas pohon! Dora mencoba meraih Boots, tetapi ia terlalu jauh. ''Jika aku bisa memanjangkan rambutku, aku pasti bisa meraihmu!'' kata Dora. Ia mengeluarkan sisir rambut ajaib. Saat ia sisir, rambutnya memanjang sampai Boots dapat meraihnya. Kemudian Dora Menggunakan rambutnya untuk mengayunkan mereka ketempat aman.
Selanjutnya,Dora dan Boots berjalan menuju Gua Raksasa. Mereka melihat 5 pintu gua dan teman-teman Negeri Dongeng terperangkap di dalamnya! Akan tetapi, gua ini tidak terlalu besar. ''kenapa mereka menyebutnya Gua Raksasa?'' tanya Boots. Suara alangkah besar datang dari belakang mereka."Ini adalah gua milikku! Dan aku adalah Raksasa!" Raksasa itu punya angsa emas, dan ia pikir Dora dan Boots hendak mencurinya! Ia menagkap dan memasukkan mereka ke gua pertama. ''Menjauhlah dari angsaku!'' serunya sambil bernyanyi dan melakukan Tarian Raksasa. Setelah menari, Raksasa meninggalkan mereka.
Akan tetapi, ia tidak mengira tariannya mengguncang tanah dengan keras, sehingga pintu gua pertama terbuka. Dora dan Boots bebas! Dora punya ide. Ia mengeluarkan kotak musik ajaibnya dan melakukan Tarian Raksasa bersama Boots. Teman-taman Negeri Dongeng lainya ikut menari sehingga tanah menguncang dengan keras. Semua pintu gua terbuka dan akhirnya semua bebas!
Dora dan Boots melanjutkan perjalanan mereka dengan cepat. Mereka tiba di kebun penuh dengan Bunga Naga. "Indah sekali!" kata Boots. Akan tetapi, penyihir licik El Mago ingin menggangu Dora dan Boots.
Ia mengeluarkan mantra sehingga semua bunga berubah menjagi Bunga Naga yang marah. " Kita harus menghapus sihir El Mago!" kata Dora. "Mungkin Backpack bisa membantu!" "Cepat!" kata Backpack. "Maukah membantu Dora menemukan perhiasan ajaib mana bisa mengubah semua mantra?" "Cincin berwarna merah!" kata Boots. Dora memakai cincin merah di jarinya dan mengarahkanya ke Bunga Naga. Sinar terang muncul dari cincin dan mengubag Bunga Naga kembali seperti semula. Dora berhasil mengubah mantra El Mago! Dora dan Boots meneruskan perjalanannya sampai mereka tiba di Danau Berkilau.
Boots melihat sesuatu di pinggir danau! "Lihatlah perahu!" didalam perahu itu, Dora dan Boots menemukan kendi. "Kita bisa menggunakan kendi untuk mengambil air di pusat danau!" kata Dora. Meraka naik ke perahu dan mulai menyebrang. Ketika mereka mendayung, penyihir jahat tiba-tiba muncul. Ia tidak mau Dora dan Boots mendapatkan air ajaib, sehingga ia mengeluarkan mantra. Awan gelap menutupi langit dan hujan pun turun. Hujan deras membuat danau berombak dan mengguncang perahu dengan keras, sehingga Dora tidak bisa mengambil air ajaib. "Apa yang kita lakukan?" tanya Boots.
"Kantong sinar matahari!" jawab Dora. Ia membuka kantong sinar matahari, dan keluarlah matahari. Matahari mengusir awan gelap dan penyihir jahatpun pergi! Ketika Dora sedang mengisi kendi dengan air ajaib, tiba-tiba pelangi muncul di langit. Seekor unicron cantik turun dari pelangi. " Raja mengutus aku untuk membawamu kembali ke Negeri Dongeng sebalum semua sihirnya hilang" katanya. Dora dan Boots menaiki unicron sampai mereka tiba di dinding berbatu, di mana semua teman Negeri Dongeng menunggu. Ketika Dora dan Boots menyirami tanaman dengan air ajaib, daun cokelat berubah menjadi warna pelangi, dan tumbuh daun - daun yang baru.
"Tanaman pelangi ajaib tumbuh kembali!" semua bersorak gembira. "Negeri Dongeng selamat!" Ketika mereka bersiap-siap untuk pulang, Raja mengucapakan terimakasih atas keberanian mereka. "Kalian telah membawa kembali kejaiban sihir Negeri Dongeng. Sekarang kita memiliki sihir selamanya!" "Kita berhasil!" sorak Dora dan Boots.
Kamis, 27 September 2018
Puisi Halamanku, dan lain lain
Oh halamanku kau tempat tinggal ku
Halamanku kau adanya tanaman
Tanaman yang subur
Tanaman yang indah
Menghiasi rumahku menjadi indah
Halamanku luas seperti langit
Halamanku yang bersih
Halamanku yang rapi
SAUDARAKU
Saudaraku kau menemaniku
Yang baik hati bersama
Saudaraku kau menungguku
Kita bertemu setiap hari
Seperti teman baikku
Kau selalu menemaniku
Berbagi bersama
Sabtu, 14 Juli 2018
Dita Belajar Bahasa.
Di sebuah rumah dengan banyaknya tumpukan buku bahasa yang ia sukai. Lalu ia memulai membaca dari buku bahasa Jepang, ia menghapalkan dari awal sampai akhir. Setelah selesai belajar bahasa ia langsung hapal dengan apa yang di pelajari. Sesudah di pelajari ia mengigat kembali. Selesai mempelajari bahasa Jepang.
Ia mempelajari yang lain yaitu dengan bahasa Zulu. Dan mempelajarinya ada kalimat, kosa kata, dan lain - lain. Setelah melihat ada penambahan bahasa yang hampir seperti kaliamat ia membukanya sangat terkejut. ''Woooow ada yang baru aku juga harus mempelajarinya.'' pikir Dita sambil mau membaca itu.
Keesokan harinya ia mendapatkan buku yang baru yaitu buku berbahasa korea dan german, buku itu memiliki ukuran yang sangat besar dan sanagt tebal. Ia membuka bukunya isinya sangat berbada dengan buku yang lainya ia baca. Setelah membaca ia tak tahu apa yang di maksut kaliamat mutter mag wassermelonenfrucht ia terasa kebingugan apa bahasa indonesianya ia tanya ke ayahnya.
''Yah ini apa maksudnya aku tidak tahu?'' tanya Dita kepada ayahnya. ''Ini artinya ibu suka buah mangga'' kata ayah sambil memberitahu jawaban kepada Dita.
Keesokan harinya lagi hari sudah pagi saatnya Dita bersekolah bersama adiknya Liro. Mereka ke sekolah mengunakan mobil. Sesampainya di sekolah ia sudah membuat PR yang di rumah meski masih banyak pekerjaan yang di pelajari. Dan sampainya di kelas masih ada beberapa teman, dan makin banyak dan belpun terbunyi.
Teng teng teng bel masuk berbunyi. Semua murid berbaris dengan rapi, dan masuk ke dalam kelas, pak gurupun mulai masuk ke dalam kelas dan mulai berdoa. Setelah selesai berdoa pekguru mulai mengajar dan mengumpulkan PR yang ia berikan kepada murid - muridnya. ''Anak anak siapa yang sudah membuat PR?'' tanya pak guru kepada murid - muirtnya.
''Sudah pak'' jawab muridnya. Lalu Dita dipilih urutan yang pertama. "Waktu kemarin liburan Natal aku tidak pergi ke mana - mana dan aku dirumah dengan keluarga ku. Aku dan adikku Liro sedang belajar bahasa bersama, setelah belajar dan sudah tahu semuanya kita belajar dan bermain bersama tetapi itu adalah tebak - tebakan.
Kita tebak - tebakan bersama dari bahasa lain ke bahasa Indonesia. kita belajar bahasa Jepang, Korea, Zulu, German, Thailan, dan masih banyak lagi. Itu saja cerita dariku jika ada yang mau belajar semua bahasa dengan ku itdak mendaftar dan membayar. Terimakasih." Kata dan cerita si Dita. Sesudah pulang Teng Teng Teng.
Tiba - tiba satu teman Liro dan juga satu teman Dita yang ingin ikut dan ingin belajar bersama yang petama yaitu bahasa German. "Liro Dita boleh kita pulang bersama kita ingin seperti kalain dan bisa samapai keluar negri dan bisa lancar bahasanya!" Kata Tini dan Fael. Sambil menungu dijemput akhirnya mobil Liro sudah datang.
Mereka pulang bersama dan yang duduk di depan ada si Dita karena ia suka duduk didepan dan bisa mengarahkan kemana kita akan pergi. Sesampainya dirumah Liro.
Mereka mulai menaruh tas di kamar Liro dan Dita dan juga berganti baju setelah ganti baju mereka tidak lupa mereka cuci tangan dan kaki dan setelah itu mereka makan sore. Setelah makan sore mereka sebentar menonton televisi hanya dalam waktu 2 sampai 3 jam mereka menonton televisi. Setelah itu mereka belajar bersama.
Keesokan harinya Tini dan Fael masih di rumah Dita seelama 4 minggu. Dan mereka setiap hari melakukan pembelajaran di sekolah maupun di sekolah bersama. "Tini dan Fael sudah belajar kita main dulu yuk karena biar seru." kata Dita. Minggu ke 4 mereka sudah saatnya berpisah kembali, dan mereka juga sangat senang.
"Terimakasih Dita dan Liro sudah mengajarkan kita bahasa German dan lain kali kalau kita perlu kita akan belajar bahasa lain!" kata Fael dan Tini, "iya sama - sama Fael dan Tini juga sudah bermain dan belajar bersama." kata Liro dan Dita. Tak lupa mereka berpelukan bersama sebelum berpisah.
Ia mempelajari yang lain yaitu dengan bahasa Zulu. Dan mempelajarinya ada kalimat, kosa kata, dan lain - lain. Setelah melihat ada penambahan bahasa yang hampir seperti kaliamat ia membukanya sangat terkejut. ''Woooow ada yang baru aku juga harus mempelajarinya.'' pikir Dita sambil mau membaca itu.
Keesokan harinya ia mendapatkan buku yang baru yaitu buku berbahasa korea dan german, buku itu memiliki ukuran yang sangat besar dan sanagt tebal. Ia membuka bukunya isinya sangat berbada dengan buku yang lainya ia baca. Setelah membaca ia tak tahu apa yang di maksut kaliamat mutter mag wassermelonenfrucht ia terasa kebingugan apa bahasa indonesianya ia tanya ke ayahnya.
''Yah ini apa maksudnya aku tidak tahu?'' tanya Dita kepada ayahnya. ''Ini artinya ibu suka buah mangga'' kata ayah sambil memberitahu jawaban kepada Dita.
Keesokan harinya lagi hari sudah pagi saatnya Dita bersekolah bersama adiknya Liro. Mereka ke sekolah mengunakan mobil. Sesampainya di sekolah ia sudah membuat PR yang di rumah meski masih banyak pekerjaan yang di pelajari. Dan sampainya di kelas masih ada beberapa teman, dan makin banyak dan belpun terbunyi.
Teng teng teng bel masuk berbunyi. Semua murid berbaris dengan rapi, dan masuk ke dalam kelas, pak gurupun mulai masuk ke dalam kelas dan mulai berdoa. Setelah selesai berdoa pekguru mulai mengajar dan mengumpulkan PR yang ia berikan kepada murid - muridnya. ''Anak anak siapa yang sudah membuat PR?'' tanya pak guru kepada murid - muirtnya.
''Sudah pak'' jawab muridnya. Lalu Dita dipilih urutan yang pertama. "Waktu kemarin liburan Natal aku tidak pergi ke mana - mana dan aku dirumah dengan keluarga ku. Aku dan adikku Liro sedang belajar bahasa bersama, setelah belajar dan sudah tahu semuanya kita belajar dan bermain bersama tetapi itu adalah tebak - tebakan.
Kita tebak - tebakan bersama dari bahasa lain ke bahasa Indonesia. kita belajar bahasa Jepang, Korea, Zulu, German, Thailan, dan masih banyak lagi. Itu saja cerita dariku jika ada yang mau belajar semua bahasa dengan ku itdak mendaftar dan membayar. Terimakasih." Kata dan cerita si Dita. Sesudah pulang Teng Teng Teng.
Tiba - tiba satu teman Liro dan juga satu teman Dita yang ingin ikut dan ingin belajar bersama yang petama yaitu bahasa German. "Liro Dita boleh kita pulang bersama kita ingin seperti kalain dan bisa samapai keluar negri dan bisa lancar bahasanya!" Kata Tini dan Fael. Sambil menungu dijemput akhirnya mobil Liro sudah datang.
Mereka pulang bersama dan yang duduk di depan ada si Dita karena ia suka duduk didepan dan bisa mengarahkan kemana kita akan pergi. Sesampainya dirumah Liro.
Mereka mulai menaruh tas di kamar Liro dan Dita dan juga berganti baju setelah ganti baju mereka tidak lupa mereka cuci tangan dan kaki dan setelah itu mereka makan sore. Setelah makan sore mereka sebentar menonton televisi hanya dalam waktu 2 sampai 3 jam mereka menonton televisi. Setelah itu mereka belajar bersama.
Keesokan harinya Tini dan Fael masih di rumah Dita seelama 4 minggu. Dan mereka setiap hari melakukan pembelajaran di sekolah maupun di sekolah bersama. "Tini dan Fael sudah belajar kita main dulu yuk karena biar seru." kata Dita. Minggu ke 4 mereka sudah saatnya berpisah kembali, dan mereka juga sangat senang.
"Terimakasih Dita dan Liro sudah mengajarkan kita bahasa German dan lain kali kalau kita perlu kita akan belajar bahasa lain!" kata Fael dan Tini, "iya sama - sama Fael dan Tini juga sudah bermain dan belajar bersama." kata Liro dan Dita. Tak lupa mereka berpelukan bersama sebelum berpisah.
Rabu, 11 Juli 2018
Lilo Ulang Tahun ke 14
Di pagi hari Lilo terbangun dengan karenanya suara alarm yang berbunyi sangat kencang. Ia langsung terbangun dan sarapan pagi bersama adik nya. Setelah selesai sarapan pagi mereka naik ke atas untuk mandi, setelah mandi mereka memaikai baju dan sepatu untuk pergi sekolah. '' kring kring kring'' bel sekolah saatnya pulang sekolah, setelah semua murit keluar kelas.
Karena Lilo masih ada exsra jadi adik Via menunggu di depan ruang penjemputan. Setelah Via dijemput Via pun menuju ke mobil dan pulang kerumah untuk bersiap - siap untuk menyiapkan surprais untuk kakaknya Lilo. Setelah Lilo selesai exsra, ayah menjemput Lilo untuk pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah Lilo terkejut dangan suprais yang dibuat oleh ayah, ibu, dan Via. Semupun bersorak '' surpraisss Lilo dan selamt ulang tahun Lilo'' kata Via, ibu , ayah. Setelah melihat kejutan yang diberikan kepada Lilo semua mengasih kado untuk Lilo. "Kak Lilo ini hadiah dari kita untuk kak Lilo yang ke 14 HAPPY BIRTDAY kak Lilo'' kata Via kepada Lilo dengan memberikan hadiah.
Setelah selesai denagn kejutan yang indah dan spesail untuk kakaknya Lilo. Selesai makan mereka menaruh piring kecil mereka sendiri, ibu tugas menucuci piring dan gelas, ayah tugas membersihkan meja, Via tugas menyapu, dan Lilo tugas mengepel. Semua keluarga Lilo bekerja. Setelah keesokan harinya Lilo bangun duluan Lilo melihat tanggalannya teryata merah.
Dan ia langsung membuka kado dengan cara diam - diam, dan ternyata "wow ini isinya sangat - sangat menarik, dan sanagat bagus sekali'' kata Lilo dengan sanagat terkejut. Setelah Lilo membuka kado yang di berikan ayah, ibu, dan Via. Lilo pun akhirnya membuat sarapan untuk ayah ibu dan serta adiknya.
alarm adik ayah dan juga ibu berbunyi dengan kencamg sampai terdengar keluar kamar. Setelah semua terbangun Lilo bersembunyi dibalik kursi besar sofa yang tak terlihat sekalipun. Ayah, ibu, dan Via yang sudah turun dan terkejut melihat makanan dan minuman yang sudah siap di atas meja.
''Baaaaaaaa kalian sudah terbangun dan terkejut melihat ada aku di sini dan ada di belakang kursi sofa, kerena kalian tidak tahu aku ada dimana dan aku mengagetkan kalian.'' kata Lilo dangan sedikit mengagetkan mereka. Setelah iut mereka semuapun akhirnya sarapan pagi bersama dan bekerja bersama.
Setelah berkerja bersama mereka semua , mandi dan mau pergi dengan beberapa teman - teman Lilo. Sesampainya di lokasi Lilo dan teman - temannya bermain bersama dengannya yang kemarin sudah ulang tahun. Lalu berbelanja barang yang dibutuhkan oleh mereka. Mereka selesai berbelanja dan bermain bersama lalu mereka pulang.
Mereka pulang sediri - sendiri dengan keluarga mereka sendiri. Sesampainya Lilo dengan keluarganya dirumah ternyata Lilo membelikan berang - barang yang di butuhkan keluarganya, ia mengeluarkan semuanya dan langsung dikasih dengan ayah, ibu, dan Via.
Karena Lilo masih ada exsra jadi adik Via menunggu di depan ruang penjemputan. Setelah Via dijemput Via pun menuju ke mobil dan pulang kerumah untuk bersiap - siap untuk menyiapkan surprais untuk kakaknya Lilo. Setelah Lilo selesai exsra, ayah menjemput Lilo untuk pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah Lilo terkejut dangan suprais yang dibuat oleh ayah, ibu, dan Via. Semupun bersorak '' surpraisss Lilo dan selamt ulang tahun Lilo'' kata Via, ibu , ayah. Setelah melihat kejutan yang diberikan kepada Lilo semua mengasih kado untuk Lilo. "Kak Lilo ini hadiah dari kita untuk kak Lilo yang ke 14 HAPPY BIRTDAY kak Lilo'' kata Via kepada Lilo dengan memberikan hadiah.
Setelah selesai denagn kejutan yang indah dan spesail untuk kakaknya Lilo. Selesai makan mereka menaruh piring kecil mereka sendiri, ibu tugas menucuci piring dan gelas, ayah tugas membersihkan meja, Via tugas menyapu, dan Lilo tugas mengepel. Semua keluarga Lilo bekerja. Setelah keesokan harinya Lilo bangun duluan Lilo melihat tanggalannya teryata merah.
Dan ia langsung membuka kado dengan cara diam - diam, dan ternyata "wow ini isinya sangat - sangat menarik, dan sanagat bagus sekali'' kata Lilo dengan sanagat terkejut. Setelah Lilo membuka kado yang di berikan ayah, ibu, dan Via. Lilo pun akhirnya membuat sarapan untuk ayah ibu dan serta adiknya.
alarm adik ayah dan juga ibu berbunyi dengan kencamg sampai terdengar keluar kamar. Setelah semua terbangun Lilo bersembunyi dibalik kursi besar sofa yang tak terlihat sekalipun. Ayah, ibu, dan Via yang sudah turun dan terkejut melihat makanan dan minuman yang sudah siap di atas meja.
''Baaaaaaaa kalian sudah terbangun dan terkejut melihat ada aku di sini dan ada di belakang kursi sofa, kerena kalian tidak tahu aku ada dimana dan aku mengagetkan kalian.'' kata Lilo dangan sedikit mengagetkan mereka. Setelah iut mereka semuapun akhirnya sarapan pagi bersama dan bekerja bersama.
Setelah berkerja bersama mereka semua , mandi dan mau pergi dengan beberapa teman - teman Lilo. Sesampainya di lokasi Lilo dan teman - temannya bermain bersama dengannya yang kemarin sudah ulang tahun. Lalu berbelanja barang yang dibutuhkan oleh mereka. Mereka selesai berbelanja dan bermain bersama lalu mereka pulang.
Mereka pulang sediri - sendiri dengan keluarga mereka sendiri. Sesampainya Lilo dengan keluarganya dirumah ternyata Lilo membelikan berang - barang yang di butuhkan keluarganya, ia mengeluarkan semuanya dan langsung dikasih dengan ayah, ibu, dan Via.
Minggu, 08 Juli 2018
Ali dan keluarga berkemping di hutan
Disebuah rumah yang sangat berantakan, tinggal lah satu keluarga yang ingin pergi kemping di hutan. Ali dan Tara langsung mengambil semua isi tenda yang sangat besar dan luas untuk mereka dan hewan peliharaannya anjing. Setelah mereka siap untuk kehutan mereka semua langsung memasukkan semua barang termasuk anjingnya. Dan setelah mereka siap mereka langsung masuk kedalam mobil, dan jalan.
Setelah tiba di perjalanan mereka manemui toko untuk kemping lalu mereka berhenti dan mereka langsung masuk dan mereka membeli barang yang mereka butuhkan. Setelah mereka membeli beberapa barang mereka masuk mobil dan langsung menuju hutan. Setelah tiba di hutan mereka langsung mengeluarkan semuannya dari mobil dan bagasi mobil mereka dipasangin penutup dan tangga untuk anjing mereka.
Setelah semua selesai mereka juga tidak lupa menyiapkan api untuk malam hari, setelah malam hari sudah tiba. Dan setelah mereka makan malam mereka memberi makan dan minum utuk anjing mereka dan selesai makan mereka langsung bermain bersama dulu sebelum Ali dan Tara tidur, "Kak kita main dulu yuk sama di Lili ya kak!" kata di Tara dengan yang ingin langsung bermain dengan Lili.
"Iya dik kita main dulu sebelum tidur biar Lili senangya!" kata si Ali. Setelah Ali dan Tara bermain mereka sudah terasa mengantuk dan sebelum tidur mereka langsung menucuci tanagan dan kaki. Pagi hari sudah tiba kringg alaram suda bunyi saatnya Ali dan ayahnya bangun dan mandi bersama di sungai yang airnya bersih dan sangat jernih.
Keduanya Ibu dan Tara bangun dan mandi bersama di sungai dan setelah mandi mereka memasak dan juga mengurus anjing mereka di hutan dan tiba - tiba ada satu hewan yang ketempat mereka dan meminta makan dan minum serta tempat yang aman, mereka adalah sebuah keluarga burung yang kehilangan sarang yang sudah mereka buat.
Ibupun langsung kaget melihat burung - burung itu dan kelihatan seperti kelaparan. Ibu langsung memberi makan kepada burung - burung itu. Ali dan Tara pun terkejut melihat burung yang sangat lucu maupun imut. Mereka langsung menanyakan kepada" ibu dari mana asal burung - burung itu. Bu burung - burung itu dari mana dan kenapa mereka bisa sampai sini?" tanya Ali kepada ibu.
Setelah tiba di perjalanan mereka manemui toko untuk kemping lalu mereka berhenti dan mereka langsung masuk dan mereka membeli barang yang mereka butuhkan. Setelah mereka membeli beberapa barang mereka masuk mobil dan langsung menuju hutan. Setelah tiba di hutan mereka langsung mengeluarkan semuannya dari mobil dan bagasi mobil mereka dipasangin penutup dan tangga untuk anjing mereka.
Setelah semua selesai mereka juga tidak lupa menyiapkan api untuk malam hari, setelah malam hari sudah tiba. Dan setelah mereka makan malam mereka memberi makan dan minum utuk anjing mereka dan selesai makan mereka langsung bermain bersama dulu sebelum Ali dan Tara tidur, "Kak kita main dulu yuk sama di Lili ya kak!" kata di Tara dengan yang ingin langsung bermain dengan Lili.
"Iya dik kita main dulu sebelum tidur biar Lili senangya!" kata si Ali. Setelah Ali dan Tara bermain mereka sudah terasa mengantuk dan sebelum tidur mereka langsung menucuci tanagan dan kaki. Pagi hari sudah tiba kringg alaram suda bunyi saatnya Ali dan ayahnya bangun dan mandi bersama di sungai yang airnya bersih dan sangat jernih.
Keduanya Ibu dan Tara bangun dan mandi bersama di sungai dan setelah mandi mereka memasak dan juga mengurus anjing mereka di hutan dan tiba - tiba ada satu hewan yang ketempat mereka dan meminta makan dan minum serta tempat yang aman, mereka adalah sebuah keluarga burung yang kehilangan sarang yang sudah mereka buat.
Ibupun langsung kaget melihat burung - burung itu dan kelihatan seperti kelaparan. Ibu langsung memberi makan kepada burung - burung itu. Ali dan Tara pun terkejut melihat burung yang sangat lucu maupun imut. Mereka langsung menanyakan kepada" ibu dari mana asal burung - burung itu. Bu burung - burung itu dari mana dan kenapa mereka bisa sampai sini?" tanya Ali kepada ibu.
"Begini nak mereka datang dengan cara tiba - tiba dan ibu sungguh khawatir dan mereka langsung meminta makan dengan cara langsung, setelah itu mereka meminta sarang untuk mereka tempati."
kata ibu sambil menceritakan itu. "ooo begituya bu awal mereka datang" jawab Ali kepada ibu. Setelah keesokan harinya mereka sudah selesai berkemping mereka membawa keluarga burung kerumah untuk di rawat dan dipelihara.
Sesampainanya di rumah mereka menaruh burung - burng itu kedalam sangkar burung yang cukup lebar dan luas. Besok harinya Tara tebangun dan ia terkejut si betina mempunyai 4 anak yang keduanya masih bayi dan sangat imut, ia berteriak. Akirnya mereka berkeluarga bersama.
Kamis, 21 Juni 2018
Tiga anak kucing sarung tangan yang hilang
Di sebuah desa yang sangat sepi tinggallah satu keluarga yang sangat cerdik. Ibu yang mempunyai 3 anak kucing yang kehilangan sarung tangan yang mereka suka. "Bu apakah aku boleh mekan roti pai?" kata ketiga anak kucing tersebut, " tidak boleh karena tidak ada sarung tanagan dan kalian tidak boleh makan pai, kalain harus menemukan sarung tanagn kalian sandiri" kata ibu kucing kepada ketiga anaknaya.
Dan kemudian mereka menemukan sarung tanagan mereka dan mereka sangat terkejut, mereka langsung memberikan sarung tanagan kepada ibu mereka. " Bu sarung tanagan kita sudah ketemu, kita menemukannya di dalam lemari bu." kata ketiga anak kucing tersebut. " Bu aku bolehkah memakan kue pai?" kata ketiga anak kucing tersebut, " Sekarang kalian boleh memakan kue pai karena kalian sudah menemukan sarung tangan kalian sendiri." kata ibu kucing sambil bersenang.
Dan merekapun akhirnya memakan kue pai terseubut dengan senang, ibu kucing pun juga ikut bergembira. Besok harinya ayah mereka pun datang ke rumah dan mereka bertemu dangan ayahnya kembali. Setelah ayahnya pulang saatnay mereka bermain bersama dengan keluarga dan bermain lebih seru dan tidak ada yang kekurangan. " ayah kita bermain membuat tenda yeng bisa di sambung aja yah bagaimana?" kata anak ketiga kucing "iya boleh tetapi kita ambil dulu semua tendanaya oke.
Mereka langsung mengambil semua tenda. Dan setelah mengambil mereka langsung memasang satu - persatu tenda yang akan dibuat bermain bersama. Setelah tenda sudah selesai di pasang dan mereka langsung megambil kasur yang kecil untuk ketiga anak kucing dan yang besar untuk ayah dan ibu mereka juga menyiapkan senter untuk malam hari. Sampai sore mareka menyiapkan barang yang disiapkan sampai mereka menyiapkan batang dan korek untuk menyiapkan api untuk malam.
Dan kemudian mereka menemukan sarung tanagan mereka dan mereka sangat terkejut, mereka langsung memberikan sarung tanagan kepada ibu mereka. " Bu sarung tanagan kita sudah ketemu, kita menemukannya di dalam lemari bu." kata ketiga anak kucing tersebut. " Bu aku bolehkah memakan kue pai?" kata ketiga anak kucing tersebut, " Sekarang kalian boleh memakan kue pai karena kalian sudah menemukan sarung tangan kalian sendiri." kata ibu kucing sambil bersenang.
Dan merekapun akhirnya memakan kue pai terseubut dengan senang, ibu kucing pun juga ikut bergembira. Besok harinya ayah mereka pun datang ke rumah dan mereka bertemu dangan ayahnya kembali. Setelah ayahnya pulang saatnay mereka bermain bersama dengan keluarga dan bermain lebih seru dan tidak ada yang kekurangan. " ayah kita bermain membuat tenda yeng bisa di sambung aja yah bagaimana?" kata anak ketiga kucing "iya boleh tetapi kita ambil dulu semua tendanaya oke.
Mereka langsung mengambil semua tenda. Dan setelah mengambil mereka langsung memasang satu - persatu tenda yang akan dibuat bermain bersama. Setelah tenda sudah selesai di pasang dan mereka langsung megambil kasur yang kecil untuk ketiga anak kucing dan yang besar untuk ayah dan ibu mereka juga menyiapkan senter untuk malam hari. Sampai sore mareka menyiapkan barang yang disiapkan sampai mereka menyiapkan batang dan korek untuk menyiapkan api untuk malam.
Langganan:
Postingan (Atom)
Melodi dalam Keheningan
Lima tahun berlalu begitu saja, entah apa yang sudah terjadi sebelumnya, semua hanya seperti angin lewat begitu saja tidak ada hari yang cuk...
-
Lima tahun berlalu begitu saja, entah apa yang sudah terjadi sebelumnya, semua hanya seperti angin lewat begitu saja tidak ada hari yang cuk...
-
P ada pagi hari, Acil masih tidur. Lalu Ibunya membangunkan Acil untuk bersiap makan, mandi, dan juga berangkat kesekolah. "Acil, ayo...
-
Dahulu kala di Kepulauan Riau, kaum ikan tongkol dan ayam bersahabat erat. Mereka saling membantu satu sama lain. Sampai suatu hari, Raja ...







