Di sebuah rumah dengan banyaknya tumpukan buku bahasa yang ia sukai. Lalu ia memulai membaca dari buku bahasa Jepang, ia menghapalkan dari awal sampai akhir. Setelah selesai belajar bahasa ia langsung hapal dengan apa yang di pelajari. Sesudah di pelajari ia mengigat kembali. Selesai mempelajari bahasa Jepang.
Ia mempelajari yang lain yaitu dengan bahasa Zulu. Dan mempelajarinya ada kalimat, kosa kata, dan lain - lain. Setelah melihat ada penambahan bahasa yang hampir seperti kaliamat ia membukanya sangat terkejut. ''Woooow ada yang baru aku juga harus mempelajarinya.'' pikir Dita sambil mau membaca itu.
Keesokan harinya ia mendapatkan buku yang baru yaitu buku berbahasa korea dan german, buku itu memiliki ukuran yang sangat besar dan sanagt tebal. Ia membuka bukunya isinya sangat berbada dengan buku yang lainya ia baca. Setelah membaca ia tak tahu apa yang di maksut kaliamat mutter mag wassermelonenfrucht ia terasa kebingugan apa bahasa indonesianya ia tanya ke ayahnya.
''Yah ini apa maksudnya aku tidak tahu?'' tanya Dita kepada ayahnya. ''Ini artinya ibu suka buah mangga'' kata ayah sambil memberitahu jawaban kepada Dita.
Keesokan harinya lagi hari sudah pagi saatnya Dita bersekolah bersama adiknya Liro. Mereka ke sekolah mengunakan mobil. Sesampainya di sekolah ia sudah membuat PR yang di rumah meski masih banyak pekerjaan yang di pelajari. Dan sampainya di kelas masih ada beberapa teman, dan makin banyak dan belpun terbunyi.
Teng teng teng bel masuk berbunyi. Semua murid berbaris dengan rapi, dan masuk ke dalam kelas, pak gurupun mulai masuk ke dalam kelas dan mulai berdoa. Setelah selesai berdoa pekguru mulai mengajar dan mengumpulkan PR yang ia berikan kepada murid - muridnya. ''Anak anak siapa yang sudah membuat PR?'' tanya pak guru kepada murid - muirtnya.
''Sudah pak'' jawab muridnya. Lalu Dita dipilih urutan yang pertama. "Waktu kemarin liburan Natal aku tidak pergi ke mana - mana dan aku dirumah dengan keluarga ku. Aku dan adikku Liro sedang belajar bahasa bersama, setelah belajar dan sudah tahu semuanya kita belajar dan bermain bersama tetapi itu adalah tebak - tebakan.
Kita tebak - tebakan bersama dari bahasa lain ke bahasa Indonesia. kita belajar bahasa Jepang, Korea, Zulu, German, Thailan, dan masih banyak lagi. Itu saja cerita dariku jika ada yang mau belajar semua bahasa dengan ku itdak mendaftar dan membayar. Terimakasih." Kata dan cerita si Dita. Sesudah pulang Teng Teng Teng.
Tiba - tiba satu teman Liro dan juga satu teman Dita yang ingin ikut dan ingin belajar bersama yang petama yaitu bahasa German. "Liro Dita boleh kita pulang bersama kita ingin seperti kalain dan bisa samapai keluar negri dan bisa lancar bahasanya!" Kata Tini dan Fael. Sambil menungu dijemput akhirnya mobil Liro sudah datang.
Mereka pulang bersama dan yang duduk di depan ada si Dita karena ia suka duduk didepan dan bisa mengarahkan kemana kita akan pergi. Sesampainya dirumah Liro.
Mereka mulai menaruh tas di kamar Liro dan Dita dan juga berganti baju setelah ganti baju mereka tidak lupa mereka cuci tangan dan kaki dan setelah itu mereka makan sore. Setelah makan sore mereka sebentar menonton televisi hanya dalam waktu 2 sampai 3 jam mereka menonton televisi. Setelah itu mereka belajar bersama.
Keesokan harinya Tini dan Fael masih di rumah Dita seelama 4 minggu. Dan mereka setiap hari melakukan pembelajaran di sekolah maupun di sekolah bersama. "Tini dan Fael sudah belajar kita main dulu yuk karena biar seru." kata Dita. Minggu ke 4 mereka sudah saatnya berpisah kembali, dan mereka juga sangat senang.
"Terimakasih Dita dan Liro sudah mengajarkan kita bahasa German dan lain kali kalau kita perlu kita akan belajar bahasa lain!" kata Fael dan Tini, "iya sama - sama Fael dan Tini juga sudah bermain dan belajar bersama." kata Liro dan Dita. Tak lupa mereka berpelukan bersama sebelum berpisah.
Sabtu, 14 Juli 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Melodi dalam Keheningan
Lima tahun berlalu begitu saja, entah apa yang sudah terjadi sebelumnya, semua hanya seperti angin lewat begitu saja tidak ada hari yang cuk...
-
Lima tahun berlalu begitu saja, entah apa yang sudah terjadi sebelumnya, semua hanya seperti angin lewat begitu saja tidak ada hari yang cuk...
-
Dahulu kala di Kepulauan Riau, kaum ikan tongkol dan ayam bersahabat erat. Mereka saling membantu satu sama lain. Sampai suatu hari, Raja ...
-
P ada pagi hari, Acil masih tidur. Lalu Ibunya membangunkan Acil untuk bersiap makan, mandi, dan juga berangkat kesekolah. "Acil, ayo...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar